Korem 132/Tadulako Resmi Beralih ke Kodam XXII/Mahawira, Peresmian Dijadwalkan 10 Agustus 2025

Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan.
Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan. Source: (Foto/ANTARA)

Daerah, gemasulawesi - Brigjen TNI Deni Gunawan, selaku Komandan Korem 132/Tadulako di Sulawesi Tengah, menyampaikan bahwa perubahan komando dan kendali (kodal) Korem 132/Tadulako kini berada di bawah Kodam XXII/Mahawira.

Menurutnya, langkah ini merupakan strategi penting untuk memperkuat sistem pertahanan, khususnya di kawasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

“Perpindahan kodal Korem 132/Tadulako ke Kodam XXII/Mahawira adalah bagian dari upaya memperkuat pertahanan di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat,” ujar Brigjen TNI Deni Gunawan saat ditemui di Palu.

Ia menjelaskan bahwa Korem 132/Tadulako telah kedatangan tim verifikasi dari Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad) sebagai bagian dari proses alih kendali ke Kodam XXII/Mahawira.

Baca Juga:
Gempa Poso Rusak 106 Rumah, 2.011 Warga Mengungsi, BPBD Bangun Posko dan Imbau Warga Tetap Tenang

Setelah itu, dilakukan pertemuan bersama tim verifikasi untuk membahas lebih lanjut tahapan pembentukan Kodam XXII/Mahawira.

Menurutnya, langkah ini ditujukan untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih efisien, efektif, dan mampu merespons perubahan situasi strategis secara cepat.

“Oleh sebab itu, proses verifikasi ini perlu dilakukan secara terbuka, bertanggung jawab, dan dengan koordinasi yang baik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa perubahan ini ditujukan untuk memperkuat sistem komando agar lebih efektif dalam menghadapi tantangan keamanan dan mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.

Baca Juga:
Pemkab Parigi Moutong telah Siapkan Lahan 1.000 Hektare untuk Program Cetak Sawah Tahun 2025

Ia juga menambahkan bahwa dengan kehadiran Kodam baru, sistem komando dan kendali diharapkan bisa lebih optimal, sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan, termasuk keamanan dan bencana alam.

Sementara itu, Ketua tim verifikasi, Kolonel Anri Andriana, menegaskan bahwa proses ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan kesiapan dan kelayakan pembentukan satuan baru TNI AD dari berbagai sisi, baik strategi, administrasi, maupun operasional.

“Kami menilai berbagai aspek, mulai dari dokumen, struktur satuan, jumlah personel, kesiapan fasilitas, hingga faktor geografis dan potensi ancaman di wilayah tersebut,” jelasnya.

Semua tahapan tersebut, menurutnya, dilakukan secara profesional dan objektif untuk memastikan pembentukan Kodam ini berjalan sesuai dengan arah kebijakan strategis pertahanan nasional.

Baca Juga:
Kunjungan Kenegaraan Prabowo ke Uni Eropa: Tonggak Baru Kemitraan Strategis Indonesia–UE

Verifikasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif demi mendukung terbentuknya Kodam XXII/Mahawira yang siap beroperasi dan sesuai dengan kebutuhan pertahanan wilayah.

Sementara itu, peresmiannya dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2025. (*/ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Gempa Poso Rusak 106 Rumah, 2.011 Warga Mengungsi, BPBD Bangun Posko dan Imbau Warga Tetap Tenang

Gempa magnitudo 6,0 di Poso rusakkan 106 rumah, tim BPBD terus lakukan asesmen dan bangun posko pengungsian

Lima Pengusaha Tambang di Bengkulu Jadi Tersangka Korupsi dan Perambahan Hutan Lindung

Kejati Bengkulu tetapkan lima pengusaha tambang sebagai tersangka korupsi dan penambangan ilegal di kawasan hutan lindung.

Bupati Parigi Moutong Luncurkan Program Seragam Gratis, Fasilitasi Ribuan Siswa SD dan SMP di 23 Kecamatan

Program seragam sekolah gratis di Parigi Moutong diluncurkan untuk meringankan beban orang tua dan mendukung akses pendidikan bagi siswa.

Direktorat Jenderal Bea Cukai Tindak Peredaran Rokok Impor Merek Lokal tanpa Izin di Kepulauan Sangihe

Peredaran rokok impor merek lokal tanpa izin di Kabupaten Kepulauan Sangihe ditindak oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Kemenag Sulteng Tekankan Validasi Jabatan ASN Sesuai PMA 32 Tahun 2024

Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulteng meminta admin HRMS segera validasi jabatan ASN sesuai regulasi terbaru.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;