Parigi Moutong, Gemasulawesi - Ruang nifas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi ibu usai bersalin, justru dikeluhkan karena kerusakan fasilitas.
Air dari kamar mandi merembes hingga masuk ke dalam ruangan pasien akibat pengerjaan yang diduga asal-asalan.
Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Parigi Moutong melakukan inspeksi mendadak ke rumah sakit tersebut.
Baca Juga:
Antisipasi Kekeringan 2026, Bupati Parigi Moutong Usul Perbaikan Ribuan Jaringan Irigasi
Ketua Pansus LKPJ, Mustakim Kono, menyayangkan bangunan yang tergolong baru namun sudah mengalami kerusakan infrastruktur dasar.
"Masa iya, beberapa ruangan yang belum lama dikerjakan oleh pihak rekanan, tapi kamar mandinya sudah rusak," ujar Mustakim kepada awak media, Senin, 20 April 2026.
Ia menilai rembesan air tersebut membuktikan jaringan pembuangan tidak dibenahi secara total saat proses konstrusi berlangsung.
Selain masalah sanitasi, tim Pansus juga menemukan banyak unit pendingin ruangan atau AC yang tidak berfungsi optimal.
Mustakim menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada keseriusan manajemen dalam memelihara sarana fisik.
Ia meminta agar setiap pekerjaan fisik di lingkungan medis dikerjakan dengan penuh tanggung jawab oleh pihak ketiga.
"Kalau pekerjaannya adalah kamar mandi, harusnya jaringan pembuangan juga ikut dibenahi," cetus politisi tersebut dengan nada kecewa.
Baca Juga:
Parigi Moutong Seleksi Terbuka 19 Posisi JPT Pratama, Dua Dinas Strategis Absen
Plt Direktur RSUD Anuntaloko, Irwan, tidak menampik adanya kerusakan dibeberapa titik fasilitas rumah sakit yang dipimpinnya.
Pihak manajemen mengaku telah memerintahkan bidang keperawatan untuk menginventarisir kerusakan guna perbaikan lebih lanjut.
"Saya sudah memerintahkan bidang keperawatan untuk mengidentifikasi sejumlah masalah berkaitan dengan fasilitas pelayanan," kata Irwan saat memberikan konfirmasi.
Namun, ia menekankan bahwa proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan ketersediaan anggaran.
Irwan berharap masyarakat dan seluruh staf rumah sakit turut menjaga kebersihan serta memelihara fasilitas yang ada.
Menurutnya, dukungan anggaran tetap dibutuhkan karena kendala layanan kesehatan bukan hanya terbatas pada persoalan kamar mandi semata. (Rafii)