Parigi Moutong, Gemasulawesi - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menambah kapasitas rumah singgah bagi pasien rujukan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Fasilitas yang semula hanya memiliki empat kamar kini membengkak menjadi 12 kamar.
Langkah ini diambil untuk menekan beban biaya keluarga pasien saat menjalani pengobatan di luar daerah.
"Awalnya hanya empat kamar, kini menjadi 12 kamar agar lebih banyak masyarakat terakomodasi," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Parimo, Darlin, Senin, 20 April 2026.
Baca Juga:
TNI Masuk Desa, Parigi Moutong Fokus Bedah Rumah dan Air Bersih
Selain urusan logistik rujukan, Dinas Kesehatan tengah memoles standar pelayanan di tingkat Puskesmas. Sistem rujukan kini diklaim lebih terintegrasi untuk menjamin kecepatan penanganan medis bagi warga.
Setiap pusat kesehatan masyarakat kini diwajibkan memiliki call center sebagai pusat informasi warga.
"Setiap Puskesmas sudah memilki layanan komunikasi untuk konsultasi maupun informasi pelayanan," kata Darlin menambahkan.
Dinas Kesehatan juga menginstruksikan tenaga medis untuk menggunakan pendekatan persuasif dan humanis. Penggunaan bahasa daerah disarankan agar komunikasi antara perawat dan pasien menjadi lebih cair.
Pihak dinas berharab kenyamanan ini membuat masyarakat tidak ragu lagi mengakses fasilitas kesehatan milik negara. Pelayanan yang ramah dipandang sama pentingnya dengan akurasi diagnosa medis dilapangan.
Baca Juga:
Parigi Moutong Siaga, BPBD Sebut Lima Kecamatan Udara Kabur, Selebihnya Hujan Ringan
Seluruh prosedur, mulai dari penanganan darurat hingga pengurusan jenazah, diklaim telah memiliki standar operasional yang baku.
Standarisasi ini bertujuan untuk menghindari kebingungan administrasi bagi keluarga pasien yang sedang berduka.
Pemerintah daerah menyatakan tetap menggratiskan layanan kesehatan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program ini dterapkan mulai dari fasilitas tingkat pertama hingga rumah sakit umum daerah.
Darlin menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik. Masukan tersebut dianggap sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas birokrasi kesehatan di Parigi Moutong.
"Kami terbuka terhadap saran masyarakat agar layanan kesehatan benar-benar berpihak kepada rakyat," pungkasnya diakhir wawancara. (Nurfita)