Pemda Parigi Moutong Tunda Perampingan Perangkat Daerah

<p>Foto: Illustrasi.<br />
Pemda Parigi Moutong Tunda Perampingan Perangkat Daerah.</p>
Foto: Illustrasi. Pemda Parigi Moutong Tunda Perampingan Perangkat Daerah.

Gemasulawesi– Pemda Parigi Moutong tunda rencana perampingan perangkat daerah sedianya akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2022.

“Pertemuan bagian Ortal, Bappelitbangda dan BKPSDM sudah ada. Prinsipnya, proses berjalan. Tapi, belum bisa memastikan pembahasannya dilakukan tahun ini dan ditetapkan tahun 2022,” ungkap Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran Ahmad, pada sidang paripurna, Jumat 22 Oktober 2021.

Dari data Bagian Ortal Setda, jumlah perangkat daerah di Parigi Moutong bisa mencapai 34 atau 36 instansi. Sementara jumlah itu masih jauh di bawah persyaratan.

Baca juga: 2022, BKPSDM Parimo Akan Rampingkan Tenaga Honorer

Pemetaan awal telah dilakukan untuk mengetahui perangkat daerah wajib dan hanya urusan pilihan, sehingga dari pemetaan itu  dimungkinkan untuk melakukan perampingan, meskipun akhirnya Pemda tunda.

“Namun, saya meminta untuk ditanyakan, bukan hanya melakukan perampingan struktur,” kata dia.

Ia menyebut Kemendagri dan KemenPAN telah memerintahkan segera melakukan peralihan struktural ke fungsional.

Sehingga struktur fungsional telah disiapkan di setiap perangkat daerah.

“Ini menjadi salah satu dipertimbangkan. Sehingga saya minta ke bagian Ortal, tuntaskan kajian akademiknya tahun ini, siapkan analisis jabatan dan beban kerja,” kata dia

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan perampingan eselonisasi dan sebagai besar eselon IV di Parigi Moutong, akan diproses penyertaan jabatan ke fungsional.

Berkaitan dengan kinerja ASN kata dia, pihaknya akan melakukan penilaian kinerja, dengan menyiapkan aplikasi kinerja elektronik.

Nantinya, masing-masing kepala perangkat daerah akan memberikan penilaian kepada pegawainya yang disingkronkan dengan Rencana kerja (Renja).

“Jadi tidak ada lagi laporan harian menunggu tamu, membaca koran atau mencatat tamu dari ASN,” kata dia.

Bahkan, pihaknya juga menyiapkan kolom tambahan kinerja di luar dari Renja. Kemudian indikator kedua termasuk daftar hadir ASN.

Kemudian, jika berbagai perencanaan telah dilakukan, akan menemukan data valid jumlah ASN berdasarkan pendidikan.

Sehingga, BKPSDM harus menyusun pendidikan apa yang dibutuhkan daerah, agar ASN akan melanjutkan pendidikan sesuai kebutuhan.

“Bahkan, juga mengetahui jumlah non ASN yang akan diterima tiap perangkat daerah,” tutupnya. (***)

Baca juga: DPRD Parigi Moutong Tanya Kesiapan Perampingan Perangkat Daerah

...

Artikel Terkait

wave

Perda APBD-P 2021 Parigi Moutong Telah Disahkan

Ranperda APBD-P 2021 disahkan setelah melalui proses pembahasan tingkat Banggar DPRD Parigi Moutong dan asisten biro hukum Sulawesi Tengah.

ODGJ Ditemukan Meninggal dalam Box Jualan Warga di Kota Palu

Sesosok mayat pria diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ ditemukan meninggal dalam box jualan warga di Kota Palu.

Harga Cabai Merah di Parigi Moutong Naik Signifikan

Harga cabai merah di pasar tradisional Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terpantau naik secara signifikan dari pekan sebelumnya.

Bupati Sigi Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Tercatat sembilan posisi jabatan pimpinan tinggi pratama atau setara kepala OPD mengalami rotasi, pada pelantikan pejabat di Kabupaten Sigi

Dua Sekolah di Parigi Alami Kendala Pelaksanaan PTM Terbatas

Dua Satuan pendidikan tingkat SMP di Kecamatan Parigi, Parigi Moutong, mengalami kendala dalam Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;