Dana Non Kapitasi Dipastikan Selesai Pertengahan September

<p>Foto/Irfan/gemasulawesi</p>
Foto/Irfan/gemasulawesi

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Dana non kapitasi tiga tahun terakhir akan terbayarkan dari 2020 hingga 2022, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pastikan dana tersebut bakal terselesaikan di pertengahan September mendatang.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi 4 DPRD Parigi Moutong, Arifin, Dg. Palalo, saat ditemui, Senin 22 Agustus 2022.

“Jadi dana non kapitasi selama tiga tahun terakhir akan dibayarkan dari tahun 2020 hingga 2022 yang semuanya akan diselesaikan oleh dinas kesehatan setempat,” ucap Arifin, Dg. Palalo.

Ia menegaskan Kadinkes telah menyepakati untuk membayar dana yang belum dicairkan selama tiga tahun yang belum terpenuhi, hal tersebut dikomunikasikan dalam rapat dengan kepala Puskesmas di ruang DPRD.

Jika uangnya belum lunas, dia meminta kepada kepala puskesmas untuk menyampaikan kepada pihaknya agar dapat ditindaklanjuti.

Berdasarkan pengakuan Dinas Kesehatan, ada keterlambatan pembayaran hingga tahun ini, pada tahun 2020 dan 2021 ada masalah, tetapi dinas tersebut tidak mengungkapkan penyebabnya secara rinci.

“Nanti kita kejar terus tahun ini, dananya sudah ada, hanya saja mereka terlambat membayarnya di 23 Puskesmas,” jelasnya.

Baca: Masyarakat Apresiasi Perintah Tegas dari Kapolri kepada Kapolda untuk Memberantas Segala Jenis Kejahatan

Mengenai masalah laporan, menurut penyampaian pihak Puskesmas yang sudah mencatat semuanya dan tidak ada masalah. Bahkan BPJS mengaku tidak ada lagi masalah di pihak mereka, bahkan dana sudah terbayarkan.

Dia mengatakan sekitar Rp 6 miliar untuk perawatan kesehatan dan akan dibayarkan di semua puskesmas bulan September.

Dia menambahkan bahwa pada tahun 2023 pasti tidak akan ada lagi keterlambatan pembayaran dan Dinas Kesehatan akan melakukan pembenahan.

“Sebagai Ketua Komisi, saya akan terus memantau sejauh mana dana tersebut sampai ke Puskesmas,” tutupnya. (*/Ikh)

Baca: Tak Hanya Perguruan Tinggi, KPK Kantongi Informasi Praktik Suap Penerimaan Siswa Masuk Sekolah Menengah Atas Negeri

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

...

Artikel Terkait

wave

Tanggul Sungai Jebol Lagi, Desa Torue Kembali Terendam Banjir

Tanggul sungai jebol lagi,akibatnya Desa Torue kembali terendam banjir, setelah curah hujan yang lebat di pegunungan sejak pukul 13.00

Morowali Bangun Ponpes Modern Terbesar di Sulawesi

Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, berkolaborasi dengan Pengurus Besar (PB) Alkhairat Kota Palu dan PT IMIP, bangun Ponpes modern terbesar

Tim Appraisal Masih Menilai Lahan Huntap Korban Banjir Torue

Tim Appraisal masih dalam tahap penilaian dalam pembangunan hunian tetap (Huntap) korban banjir Torue 28 Juli 2022, Badan Penanggulangan

Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Jembatan Teluk Kendari

Bendera Merah Putih raksasa sepanjang 770 meter dikibarkan di jembatan Teluk Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada peringatan

PN Donggala Kibarkan Merah Putih Dalam Laut Peringati HUT RI

kibarkan bendera merah putih di dalam laut kedalaman 12 Meter, untuk peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;