Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Luwu Timur Manfaatkan Medsos

<p>Ket Foto: KPU Luwu TImur Sulawesi Selatan manfaatkan media sosial untuk pemilu di 2024 (Foto Ilustrasi/Pixabay)</p>
Ket Foto: KPU Luwu TImur Sulawesi Selatan manfaatkan media sosial untuk pemilu di 2024 (Foto Ilustrasi/Pixabay)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Tingkatkan partisipasi pemula, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memanfaatkan media sosial (medsos) untuk mensosialisasikan Pemilu 2024.

Ketua KPU Luwu Timur Zainal saat dihubungi dari Makassar mengatakan, KPU rutin memberikan edukasi tahapan pemilu dan kegiatan KPU melalui pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram yang sudah familiar di kalangan remaja di daerah itu

“Program sosialisasi secara masif terus kami kembangkan di masyarakat, termasuk bagi pemilih pemula melalui media sosial,” katanya, Senin, 28 November 2022.

Ia menjelaskan bahwa potensi pemilih baru di daerah cukup besar, sehingga beliau merasa penting untuk menyampaikan agenda pesta demokrasi 2024 untuk mengikuti pemilu 2024, bahkan bekerjasama dengan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Sulsel untuk menyelenggarakan sosialisasi Pemilu 2024.

Baca: KPU Kota Makassar Buka Rekrutmen Badan Adhoc

Menurutnya, penting untuk menjangkau siswa dari berbagai SMA/SMK yang ada di daerah agar bisa berpartisipasi dalam pesta demokrasi berikutnya.

“Kami memiliki beberapa program untuk meningkatkan jumlah pemilih pemula, salah satunya kunjungan di sekolah untuk mendapatkan pendidikan politik,” katanya.

Zainal mengatakan, pihaknya tetap fokus melalui forum koordinasi untuk terus memelihara, memutakhirkan dan mengevaluasi DPT Pemilu 2024 atau data pemilih terbaru untuk menyusun DPT Pemilu.

Baca: Komisioner KPU Parigi Moutong Pilih Angkut Motor Ketimbang Tim Verifikator

“Jadi tujuan utama dari forum koordinasi ini adalah untuk menindaklanjuti Undang-Undang (UU) Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, tentang Pemilihan Umum KPU diamanatkan untuk menyimpan data pemilih untuk digunakan pada pemilu mendatang,” terangnya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Polisi di Sulawesi Selatan Tarik Baju dan Todongkan Pistol ke Santri

Polisi tarik baju dan todongkan pistol (senjata api) kesejumlah santri Pondok Pesantren Imam Az - Zuhri, Gowa, Sulawesi Selatan

Provinsi Sulawesi Selatan Tetapkan UMP Naik 6,9 Persen

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 naik menjadi 6,9 persen

Hati &#8211; Hati Untuk Masyarakat Pesisir di Kepulauan Selayar Diperkirakan Ada Angin Kencang

BMKG Sulsel menghimbau terhadap masyarakat di Pesisir Kepulauan Selayar agar berhati - hati. Kepulauan Selayar diperkirakan ada angin kencang

Seorang Suami di Sulawesi Utara, Gerebek Istrinya yang Menginap di Rumah Pria Lain

Viral seorang suami melakukan pengerebekan terhadap istrinya yang diduga berselingkuh. Suami Gerebek Istri ini terjadi di Minahasa

Sekelompok Pemuda di Makassar Serang Pengendara Menggunakan Busur

Sekelompok Pemuda di Makassar serang pengendara menggunakan busur. Ini terjadi di Jl Abdulah Desirua, Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;