Imunisasi Efektif Menekan Angka Kematian Bayi

<p>Ket Foto: Pertemuan koordinasi penguatan pencatatan dan pelaporan program imunisasi di Palu (Foto/Humas Dinkes Palu)</p>
Ket Foto: Pertemuan koordinasi penguatan pencatatan dan pelaporan program imunisasi di Palu (Foto/Humas Dinkes Palu)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Imunisasi lengkap efektif dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dan menekan angka kasus kematian pada bayi, hal itu berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Ilham pada pertemuan koordinasi penguatan pencatatan dan pelaporan program imunisasi di Palu, Kamis 1 Desember 2022.

“Bulan vaksinasi yang dilaksanakan merupakan komitmen pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGS), khususnya untuk menurunkan angka kematian anak,” ucap Ilham.

Ia menyatakan bahwa UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan munculnya penyakit menular dan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan juga efektif menekan angka kematian bayi.

Baca: Dinkes Palu Catat 151 Kasus HIV/AIDS Dalam 10 Bulan

Sebagaimana histori kegiatan vaksinasi di Indonesia dimulai pada tahun 1956. Kemudian pada tahun 1977, kegiatan ini diperluas untuk mencegah penularan sejumlah penyakit, yaitu tuberkulosis, difteri, pertusis, campak, polio, dan tetanus. dan hepatitis B.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Palu, pemerintah belum mendeteksi adanya kasus AKB di wilayah tersebut sejak Januari hingga Agustus 2022, dibandingkan tahun 2021 terdapat sekitar 10 kasus kematian bayi.

“Sejumlah penyakit menular telah menjadi masalah global dan merupakan komitmen global yang harus dimiliki oleh semua negara, yaitu pemberantasan poliomyelitis (erapo), eliminasi campak dan rubella serta maternal tetanus dan neonatal (etmn ) eliminasi,” kata Ilham.

Baca: Dinkes Palu Instruksikan Apotek Larang Jual Obat Cair Tertentu

Ia menjelaskan, cakupan imunisasi lengkap Kota Palu menunjukkan hal yang positif, dimana penyelesaiannya mencapai 95,14 persen, atau melampaui target nasional program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022 sebesar 95 persen.

Pada kesempatan tersebut, dia mengimbau seluruh dinas kesehatan pemerintah untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada program BIAN tahun depan, karena cakupan perlu diseimbangkan di semua wilayah untuk menghindari wabah penularan penyakit.

Ilham mengatakan, meskipun BIAN telah selesai, namun setiap Puskesmas tetap melakukan kegiatan surveilans melalui surveilans epidemiologi.

Baca: Pasca Bencana Banjir, Dinkes Palu Pantau Ancaman Penyakit

Semua institusi pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan imunisasi juga harus mendaftar dan melaporkan secara teratur, berkala dan berjenjang ke direktorat kesehatan kota provinsi untuk selanjutnya dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

“Dari hasil evaluasi dan tindak lanjut di lokasi, ditetapkan delapan kasus berhasil dicegah dengan vaksinasi, di antaranya lima kasus campak, dua kasus rubella, dan satu kasus batuk rejan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak,” kata Ilham. (Ikh/Dn)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Korpri Palu Diminta Mampu Manfaatkan Peluang Revolusi Industri

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah diminta mampu, manfaatkan peluang revolusi industri 4.0 dalam

141 Pedagang Korban Kebakaran Pasar Masomba Dipindahkan

141 korban kebakaran di pasar Masomba pada Rabu 30 November 2022, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Sulawesi Tengah

Pemkot Palu Salurkan Bantuan Logistik Korban Kebakaran Pasar Masomba

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah berikan bantuan logistik berupa makanan siap saji bagi korban terdampak kebakaran Pasar Masomba

Tingkatkan SDM ASN, Pemkot Palu dan Kemenkominfo Kerjasama

Tingkatkan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) di daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan Kementerian Komunikasi dan

Program Kerja Organda Palu Diharap Tingkatkan Ekonomi Daerah

Program kerja organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, diharapkan tingkatkan kinerja ekonomi daerah

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;