Diikuti Forkopimda, BPBD Kabupaten Tolitoli Adakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana Alam

Ket. Foto: Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana Alam Diadakan oleh BPBD Tolitoli Source: (Foto/ANTARA/HO-Pemkab Tolitoli)

Tolitoli, gemasulawesi – BPBD Tolitoli, Sulawesi Tengah, memberikan pelatihan peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan SDM dalam menghadapi bencana alam di wilayah tersebut.

Adapun peningkatan kapasitas SDM tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda atau Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para camat dan kades, Kodim 1305/Buol Tolitoli dan Polres Tolitoli.

Dalam keterangannya di Tolitoli hari Selasa, tanggal 9 Juli 2024, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Kabupaten Tolitoli, Mohamad Dzikron, mengatakan pelatihan ini tentunya agar sumber daya manusia di Tolitoli dapat sigap dan juga mengetahui langkah penanganannya saat terjadi bencana alam.

Baca Juga:
Terkait Palu Geopark City, Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulteng Sebut Skema Pengembangan dan Pengelolaan Memerlukan Waktu yang Tidak Singkat

“Salah satu upaya tersebut adalah dengan manajemen logistik yang baik saat terjadi bencana alam,” katanya.

Dikutip dari Antara, dia menambahkan tentunya harus dipastikan bantuan dan dukungan logistik saat terjadi bencana alam disalurkan dengan tepat sasaran dan juga cepat.

“Pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya harus mampu memahami jenis, konsep dan juga karakteristik bencana alam yang terjadi di Kabupaten Tolitoli,” ujarnya.

Baca Juga:
Dari Investigasi yang Dilakukan, Pemprov Sulteng Ungkap Konflik Agraria Banyak Terjadi di Wilayah Perkebunan Besar

Dia menyatakan harapannya stakeholder terkait dapat memahami prinsip-prinsip dan juga sistem penanggulangan bencana, serta dapat mengetahui tata cara kerja sama multipihak dalam penanggulangan bencana.

Mohamad Dzikron menyampaikan selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat mitigasi risiko bencana di Tolitoli dengan melibatkan masyarakat setempat.

Dia menyebutkan upaya mitigasi risiko bencana senantiasa diperkuat oleh pemerintah daerah.

Baca Juga:
Profil Anggara Grineta, Pembalap Motor Berprestasi yang Gugur Saat Berlaga dalam Ajang Road Race 2024 di Pantai Boom Banyuwangi

Dia menuturkan manajemen risiko sangat penting agar mengetahui faktor-faktor yang dapat mengurangi akibat negatif dari suatu bencana.

Mohamad Dzikron juga menekankan perlu memperkuat beberapa bidang dalam manajemen risiko, yakni kesiapsiagaan potensi bencana, rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, serta juga pencegahan dan mitigasi.

Dia menyatakan bahwa mitigasi sebelum terjadinya bencana alam sangat penting untuk meminimalisasi terjadinya korban dan juga kerusakan di sekitar lokasi bencana.

Baca Juga:
Protes Harga Anjlok Parah, Sekelompok Petani Ini Viral Usai Bagikan 1 Ton Tomat Gratis ke Pengendara di Alun-alun Kota Jember

Sebelumnya, Pemkab Tolitoli memperkuat mitigasi risiko bencana di wilayah tersebut dengan melibatkan masyarakat setempat. (Antara)

Bagikan:

Artikel Terkait

Berita Terkini