Viral! Seorang Pria di Jakarta Utara Tembak Mati Kucing dengan Senapan Angin, Alasan Mengejutkan Terungkap

Pria di Jakarta Utara tembak mati kucing karena kesal. Kasus viral dan pelaku dijerat ancaman hukum berat. Source: Foto/tangkap layar Instagram @fakta.indo

Jakarta Utara, gemasulawesi - Insiden penembakan seekor kucing di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik setelah rekaman CCTV aksi tersebut viral. 

Seorang pria berinisial DD (45) diduga menembak mati kucing bernama Timmy, milik seorang warga bernama Margaretha. 

Menurut penyelidikan awal, DD menembak Timmy dengan alasan kesal karena mobilnya sering dikencingi dan lecet. 

Namun, ia mengakui tidak mengetahui pasti kucing mana yang menyebabkan kerusakan tersebut. 

Baca Juga:
Mobil Berpelat Dinas Kemenhan Tabrak 4 Orang di Jakarta Barat, Satu Korban Meninggal Dunia, Polisi Buru Pelaku yang Melarikan Diri

“Pelaku tidak bisa memastikan apakah kucing yang ditembaknya itu benar-benar merusak mobilnya. Dia hanya asal menembak saat melihat ada kucing di depan rumahnya,” jelas Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, saat memberikan keterangan pers pada Jumat, 24 Januari 2025.

Rekaman CCTV menunjukkan DD menggunakan senapan angin untuk menembak Timmy dari dalam pagar rumahnya dengan jarak sekitar dua meter. 

Saat itu, kucing malang tersebut tengah bermain di depan rumahnya sebelum akhirnya tewas akibat luka tembak.

Polisi telah menyita senapan angin beserta 56 peluru yang ditemukan di rumah pelaku. Barang bukti tersebut digunakan sebagai bagian dari penyelidikan kasus ini. 

Baca Juga:
Mantan Stafsus Menkeu RI Komentari Forum Rektor yang Setuju Jika Kampus Kelola Tambang: Memprihatinkan

Pemilik kucing, Margaretha, juga telah dimintai keterangan untuk memperkuat laporan kepada pihak kepolisian.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 302 KUHP tentang penganiayaan hewan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan bulan penjara. Selain itu, ia juga dikenakan Pasal 406 KUHP terkait perusakan hewan milik orang lain, dengan ancaman hukuman hingga dua tahun delapan bulan penjara,” tambah Kompol Seto.

Kasus ini mendapat respons keras dari warganet, terutama para pecinta hewan. 

Banyak yang mengutuk tindakan pelaku dan berharap agar hukum ditegakkan secara tegas. Mereka menilai bahwa tindakan tersebut mencerminkan kurangnya rasa empati terhadap makhluk hidup.

Baca Juga:
Titiek Soeharto Singgung Perusahaan Besar di Belakang Pagar Laut Tangerang, Pengamat: Seribu Persen Setuju

"Gak punya hati, kesel banget ya pak kayaknya sampek bisa se tega itu," tulis akun @sus***.

Kapolsek Kelapa Gading juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak tanpa melibatkan kekerasan. 

“Hukum akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan terhadap hewan. Hal ini juga sebagai pelajaran bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap hewan memiliki konsekuensi hukum. 

Baca Juga:
Tidak Setuju Biaya Ibadah Haji Diturunkan, Ketua MUI ke Presiden Prabowo: Berikan Sesuai Harga Sebenarnya

Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menghargai hak hidup hewan. (*/Shofia)

Bagikan: