Tidak Setuju Biaya Ibadah Haji Diturunkan, Ketua MUI ke Presiden Prabowo: Berikan Sesuai Harga Sebenarnya

Potret Ketua MUI, Cholil Nafis yang baru-baru ini memberi usul kepada Presiden Prabowo terkait biaya haji
Potret Ketua MUI, Cholil Nafis yang baru-baru ini memberi usul kepada Presiden Prabowo terkait biaya haji Source: (Foto/Instagram/@cholilnafis)

Nasional, gemasulawesi - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis, menyampaikan pandangannya mengenai biaya ibadah haji 2025 yang diusulkan untuk diturunkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Melalui cuitan di akun X resminya @cholilnafis pada Rabu 22 Januari 2025, Cholil Nafis menegaskan ketidaksetujuannya dengan wacana penurunan biaya tersebut.

Menurutnya, haji adalah ibadah yang diperuntukkan bagi mereka yang mampu, sehingga ia menyarankan agar biaya haji disesuaikan dengan harga sebenarnya tanpa ada pengurangan atau subsidi tambahan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2025 yang dinilai masih terlalu tinggi.

Baca Juga:
Anas Urbaningrum Soal Menteri ATR Batalkan Sertifikat HGB Pagar Laut Tangerang: Tanda Pemerintah Bekerja dengan Benar

Biaya tersebut sebesar Rp89.410.258,79 per calon jemaah, terdiri dari Rp55.431.750,78 yang dibayarkan langsung oleh calon jemaah melalui Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan Rp33.978.508,01 yang ditanggung melalui nilai manfaat dana haji.

Bahkan, Bipih yang dibebankan kepada jemaah telah mendapat potongan sebesar Rp600.000 dari harga sebelumnya Rp56.046.172.

Kendati demikian, usulan penurunan ini masih memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Cholil Nafis berpendapat bahwa harga yang sebenarnya, yakni Rp89 juta, sebaiknya menjadi acuan untuk seluruh calon jemaah haji.

Baca Juga:
Islah Bahrawi Soroti Wacana Pemerintah yang Ingin Pulangkan Hambali dari Penjara AS: Jangan Terlalu Gegabah

Ia menilai kebijakan potongan biaya dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam pengelolaan dana haji serta berdampak pada keadilan bagi para jemaah.

"Usul Pak Presiden Prabowo, agar jgn menurunkan lagi ongkos haji. Karena ibadah haji itu utk yg mampu maka berikan sesuai harga yang sebenarnya. Yakni Rp89.410.258,79 serta hapus harga BIPIH, Rp55.431.750,78 asalkan setiap tahun secara adil hasilnya dibagi sesuai dengan akad ke calon jemaah haji." Tulis cuitan Cholil Nafis.

Pandangan ini memicu berbagai tanggapan dari warganet yang ikut menyuarakan pendapat mereka di media sosial.

Beberapa warganet tampak sependapat dengan apa yang disampaikan Cholil Nafis terkait biaya haji.

Baca Juga:
Denny Siregar Puji Presiden Prabowo Karena Beri Perintah Bongkar Pagar Laut Tangerang: Ini Baru Pemberani

Warganet banyak yang menyoroti, denga penurunan biaya haji, menyebabkan terjadinya antrean panjang bagi para jemaah yang ingin melakukan ibadah haji.

"Betul ini yg bikin haji antrinya panjang, apalagi dimudahkan dengan cicilan ribawi. Semampunya aja gausah dipaksain. Nabung sendiri gausah hutang2 untuk ibadah." Tulis balasan salah satu warganet dengan akun @mug***.

Kritik terhadap sistem potongan biaya dan antrian panjang jemaah haji menggarisbawahi pentingnya transparansi dan keadilan dalam pengelolaan dana haji.

Kebijakan yang diambil harus mampu menyeimbangkan antara kewajiban ibadah dan keberlanjutan finansial, baik bagi pemerintah maupun masyarakat yang menjalankan ibadah haji. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Anas Urbaningrum Soal Menteri ATR Batalkan Sertifikat HGB Pagar Laut Tangerang: Tanda Pemerintah Bekerja dengan Benar

Anas Urbaningrum memberikan apresiasi kepada Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid yang mencabut sertifikat HGB di area pagar laut Tangerang

Islah Bahrawi Soroti Wacana Pemerintah yang Ingin Pulangkan Hambali dari Penjara AS: Jangan Terlalu Gegabah

Islah Bahrawi menyoroti wacana yang disampaikan Menko Yusril terkait pemulangan sosok Hambali ke Indonesia dari penjara Amerika Serikat

Denny Siregar Puji Presiden Prabowo Karena Beri Perintah Bongkar Pagar Laut Tangerang: Ini Baru Pemberani

Denny Siregar memberikan pujian kepada Presiden RI Prabowo Subianto, karena memberikan perintah untuk bongkar pagar laut Tangerang

Terungkap! Sertifikat Ratusan Ribu Rumah Subsidi Mangkrak Sejak 2019, Erick Thohir Kecam Praktik Curang Developer

BTN ungkap 4.000 proyek rumah subsidi bermasalah, Erick Thohir kecam developer curang, solusi terus diupayakan pemerintah.

AHY Sebut Sertifikat HGB dan SHM di Area Pagar Laut Tangerang Bisa Dicabut: Kalau Ada Cacat Hukumnya

Menteri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY sebut HGB di laut Tangerang bisa saja dicabut

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;