Islah Bahrawi Soroti Wacana Pemerintah yang Ingin Pulangkan Hambali dari Penjara AS: Jangan Terlalu Gegabah

Potret pegiat media social, Islah Bahrawi yang baru-baru ini menyoroti kabar terkait Hambali
Potret pegiat media social, Islah Bahrawi yang baru-baru ini menyoroti kabar terkait Hambali Source: (Foto/Instagram/@islah_bahrawi)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial, Islah Bahrawi menyoroti wacana yang menyebut pemerintah Indonesia akan memulangkan Hambali dari penjara Amerika Serikat.

Diketahui bahwa wacana pemulangan Encep Nurjaman alias Hambali, mantan tokoh militan Jamaah Islamiyah yang kini ditahan di penjara militer Guantanamo, Kuba, mendapat sorotan dari berbagai pihak. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, pada Sabtu 18 Januari 2025, mengungkapkan bahwa meskipun Hambali terlibat dalam aksi teror Bom Bali 2002, ia tetap warga negara Indonesia yang perlu mendapat perhatian.

Namun, Yusril juga menegaskan bahwa belum ada keputusan final mengenai rencana pemulangan tersebut, karena pemerintah masih mempelajari wacana ini secara mendalam.

Baca Juga:
Denny Siregar Puji Presiden Prabowo Karena Beri Perintah Bongkar Pagar Laut Tangerang: Ini Baru Pemberani

Menanggapi hal tersebut, pegiat media sosial Islah Bahrawi memberikan pandangannya melalui akun X resminya @islah_bahrawi pada Rabu 22 Januari 2025.

Islah menilai bahwa menganggap Hambali sebagai warga Indonesia kurang tepat, mengingat Hambali ditangkap di Thailand dengan memegang paspor Spanyol.

Menurutnya, kewarganegaraan seseorang dapat diidentifikasi melalui dokumen resmi seperti paspor. 

Dalam konteks ini, Islah menekankan bahwa fakta kepemilikan paspor Spanyol oleh Hambali perlu menjadi pertimbangan penting dalam wacana pemulangan tersebut.

Baca Juga:
Terungkap! Sertifikat Ratusan Ribu Rumah Subsidi Mangkrak Sejak 2019, Erick Thohir Kecam Praktik Curang Developer

Islah juga membandingkan situasi ini dengan ratusan warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah.

Saat bergabung dengan ISIS, mereka membakar paspor Indonesia sebagai simbol menolak kewarganegaraan Indonesia.

Namun, ketika ISIS tumbang, mereka memohon untuk kembali menjadi bagian dari Indonesia.

Menurut Islah, meskipun banyak dari mereka menyesal, hal tersebut tidak serta-merta menghilangkan kewaspadaan terhadap kemungkinan ancaman yang masih ada.

Baca Juga:
Mantan Kabareskrim Polri Minta Pagar Laut di Bekasi Diselidiki: Bisa Jadi Lautnya Sudah Terbit Sertifikat

Dalam cuitannya, Islah mempertanyakan apakah Hambali menunjukkan penyesalan yang sama seperti para eks kombatan ISIS tersebut.

"Apakah Hambali hari ini juga mengalami penyesalan yang sama seperti eks kombatan 1S1S di Suriah? Bisa iya, bisa tidak. Kita harus selalu waspada dengan tetap mengingat kelakar klasik: "belanda tetaplah belanda." Tulis cuitan Islah Bahrawi.

Dalam pandangan Islah, pemerintah harus berhati-hati dan tidak gegabah dalam memutuskan wacana pemulangan Hambali.

Ia menekankan bahwa saat ini Presiden Prabowo menghadapi beban keuangan negara yang berat, sehingga setiap kebijakan harus diarahkan pada percepatan pemulihan ekonomi dan akselerasi investasi.

Baca Juga:
Bandingkan dengan Donald Trump, Dokter Tifa Tunggu Keberanian Presiden Prabowo: Hadapi Oligarki Dulu Aja Deh

"Maka saya harap, pemerintah Indonesia jangan terlalu gegabah untuk memulangkan mereka. Pemerintahan pak @prabowo hari ini sedang berat-beratnya memanggul beban keuangan yang berat. Jadi, semua kebijakan — dalam hal apapun — harus mengarah kepada akselerasi investasi dan percepatan pemulihan keuangan," tulis Islah.

Dengan segala kontroversi yang menyertai wacana ini, kehati-hatian dan evaluasi mendalam dari pemerintah menjadi sangat penting untuk memastikan kebijakan yang diambil sejalan dengan kepentingan nasional dan keamanan negara. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Denny Siregar Puji Presiden Prabowo Karena Beri Perintah Bongkar Pagar Laut Tangerang: Ini Baru Pemberani

Denny Siregar memberikan pujian kepada Presiden RI Prabowo Subianto, karena memberikan perintah untuk bongkar pagar laut Tangerang

Terungkap! Sertifikat Ratusan Ribu Rumah Subsidi Mangkrak Sejak 2019, Erick Thohir Kecam Praktik Curang Developer

BTN ungkap 4.000 proyek rumah subsidi bermasalah, Erick Thohir kecam developer curang, solusi terus diupayakan pemerintah.

AHY Sebut Sertifikat HGB dan SHM di Area Pagar Laut Tangerang Bisa Dicabut: Kalau Ada Cacat Hukumnya

Menteri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY sebut HGB di laut Tangerang bisa saja dicabut

Mantan Kabareskrim Polri Minta Pagar Laut di Bekasi Diselidiki: Bisa Jadi Lautnya Sudah Terbit Sertifikat

Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji turut menyoroti adanya pagar laut di kawasan Kabupaten Bekasi, mirip dengan di Tangerang

Bandingkan dengan Donald Trump, Dokter Tifa Tunggu Keberanian Presiden Prabowo: Hadapi Oligarki Dulu Aja Deh

Dokter Tifa menyoroti keberanian Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, begini pandangannya

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;