Mobil Berpelat Dinas Kemenhan Tabrak 4 Orang di Jakarta Barat, Satu Korban Meninggal Dunia, Polisi Buru Pelaku yang Melarikan Diri

Mobil berpelat dinas Kemenhan menabrak empat orang di Palmerah, Jakarta Barat, satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan.
Mobil berpelat dinas Kemenhan menabrak empat orang di Palmerah, Jakarta Barat, satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Source: Foto/Instagram/@jakartabarat24jam

Jakarta Barat, gemasulawesi - Baru-baru ini sebuah mobil Toyota Kijang Innova berpelat dinas Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan nomor 6504-00 menabrak empat orang di Jalan Palmerah Barat II, Jakarta Barat. 

Insiden ini menyebabkan satu korban meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.

Diketahui mobil tersebut dikemudikan oleh MSK (24), anak dari seorang pegawai Kemenhan. 

Insiden ini terjadi karena pelaku mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan hingga menabrak beberapa korban di lokasi yang berbeda. 

Baca Juga:
Luncurkan Pedoman Penggunaan AI untuk Karya Jurnalistik, Dewan Pers Berharap Teknologi Tingkatkan Efisiensi Kerja Media

Rekaman insiden ini viral di media sosial dan memicu kemarahan publik, terutama setelah diketahui bahwa MSK menggunakan mobil dinas tanpa izin dari orang tuanya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 00.45 WIB ketika MSK melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Palmerah Barat II. 

Sesampainya di dekat Pasar Bintang Mas, mobil yang dikendarai MSK menabrak korban pertama, TR (26), yang sedang berdiri di tepi jalan usai menurunkan barang. 

TR mengalami luka serius di bagian perut dan meninggal dunia setelah dirawat intensif di rumah sakit. 

Baca Juga:
Mantan Stafsus Menkeu RI Komentari Forum Rektor yang Setuju Jika Kampus Kelola Tambang: Memprihatinkan

Bukannya berhenti, MSK terus melaju dan menabrak sepeda motor yang dikendarai TN (23). TN mengalami luka robek di tumit kiri akibat kecelakaan tersebut. 

Tak lama setelah itu, mobil MSK masuk ke jalur berlawanan arah dan menabrak minibus Daihatsu berpelat B 1631 DOD yang dikemudikan S (29). S mengalami patah kaki akibat tabrakan tersebut.

Mobil masih terus melaju hingga akhirnya menabrak pejalan kaki berinisial MES (26), yang menderita patah tulang hidung. 

Keempat korban segera dilarikan ke rumah sakit, sementara MSK dikejar oleh warga yang marah dan sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan polisi.

Baca Juga:
Akbar Faizal Nilai Para Mantan Menteri ATR/BPN Coba Menghindar dari Tanggung Jawab Kasus Sertifikat Laut

Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, mengungkapkan bahwa mobil tersebut digunakan MSK tanpa seizin orang tuanya. 

Mobil dinas itu sebenarnya adalah kendaraan sipil yang diberikan pelat dinas resmi untuk keperluan tugas.

Sebagai bentuk tanggung jawab, orang tua MSK yang bekerja di Kemenhan dikenakan sanksi administrasi. Selain itu, hak penggunaan pelat dinas pada mobil tersebut dicabut. 

"Kami juga memberikan pendampingan kepada para korban dan memastikan penyelidikan internal berjalan transparan," ujar Frega pada Jumat, 24 Januari 2025.

Baca Juga:
Pemkab Donggala Meminta Masyarakat Laporkan Tenaga Honorer Siluman atau yang Lulus PPPK tetapi Tidak Aktif Bekerja

Mobil Toyota Kijang Innova yang digunakan MSK kini telah disita sebagai barang bukti oleh Polres Metro Jakarta Barat. Pelat dinas kendaraan tersebut juga diamankan oleh Bagian Pengamanan Biro Umum Kemenhan.

Kapolres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini untuk menentukan penyebab dan faktor kelalaian yang dilakukan pelaku. 

“Kami masih mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Proses hukum akan dilakukan secara transparan,” jelasnya.

Insiden ini memunculkan perhatian besar dari masyarakat terkait penggunaan kendaraan dinas oleh pihak yang tidak berwenang. 

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya tanggung jawab dalam berlalu lintas untuk menghindari korban jiwa. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Pemkab Donggala Meminta Masyarakat Laporkan Tenaga Honorer Siluman atau yang Lulus PPPK tetapi Tidak Aktif Bekerja

Masyarakat diminta oleh Pemkab Donggala untuk melaporkan tenaga honorer siluman atau yang dinyatakan lulus PPPK tetapi tidak aktif.

BPJN Sulawesi Tengah Segera Memasang Jembatan Darurat Pasca Longsor di Kabupaten Poso

Jembatan darurat segera dipasang di jalan yang mengalami amblas pasca longsor terjadi di Kabupaten Poso oleh BPJN Sulawesi Tengah.

Sekda Buton Utara Gratiskan Rumah Milik Orang Tuanya di Baubau Menjadi Kantor Penghubung Pemkab Setempat

Rumah milik orang tuanya di Baubau digratiskan oleh Sekda Buton Utara menjadi kantor penghubung pemkab setempat.

Bappelitbangda Parigi Moutong Sebut Pemkab Sukses Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem Jadi 13 Persen Lewat Program Terpadu

Pemkab Parigi Moutong raih capaian signifikan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem selama tiga tahun terakhir.

Gagal Kelabuhi Petugas Bea Cukai, 2 Pelajar yang Ingin Selundupkan 3 Kg Sabu di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Dua orang pelajar asal Aceh ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam karena berusaha menyelundupkan sabu 3 kg di kopernya

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;