Sempat Disangka Dibawah Umur, Salah Satu Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Anak di Makassar Ternyata Sudah Dewasa

<p>Ket Foto: Kedua pelaku penculikan dan pembunuhan anak di Makassar (Foto/Instagram @Lambeturahmakassar)</p>
Ket Foto: Kedua pelaku penculikan dan pembunuhan anak di Makassar (Foto/Instagram @Lambeturahmakassar)

Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Pelaku penculikan dan pembunuhan anak di Makassar, MF dan AD sampai saat ini menjalani proses penyelidikan. Saat menjalani proses penyelidikan pelaku MF awalnya sempat disangka masih dibawah umur.

Nyatanya MF salah satu pelaku penculikan dan pembunuhan anak di Makassar sudah memasuki usia kategori dewasa. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando Sambolangi, Jumat 13 Januari 2023.

Berdasarkan kutipan akte kelahiran MF yang didapat dari orang tuanya diketahu ia lahir pada 5 November 2004. Itu artinya usia pelaku lebih dari 18 tahun.

“Untuk usia bisa saya sampaikan, diawal keterangan diperoleh kedua pelaku masih dibawah umur. Namun sesudah mendapatkan akte kelahiran kedua salah satu pelaku yakni MF ternyata sudah 18 tahun,” terang Lando.

Baca: Sabu Seberat Puluhan Kilogram Dikirim Melalui Jasa Ekspedisi dari Surabaya Menuju Makassar

Sementara untuk pelaku AD lahir pada tanggal 28 Agustus 2005 atau berusia 17 tahun.

Kendati MF dinyatakan telah dewasa, namun tetap dikenakan pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 terkait Perlindungan Anak atau pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP subsider pasal 170 ayat 3 yang ancaman pidananya paling lama 10 tahun.

“Pasal yang disangkan tetap sama hanya saja mekanismenya yang berbeda statusnya kan telah dewasa sehingga tak diperlakukan sistem peradilan anak,” jelas dia.

Melanjutkan, nantinya berkas MF dan AD akan dipisah begitu pula dengan masa penahanannya. Untuk penerapan hukum antara keduanya akan berbeda.

Baca: Puluhan Kilogram Sabu Siap Edar Berhasil Digagalkan Polrestabes Makassar

Lando menambahkan, bila masa penahanan pada anak tujuh hari dan dapat diperpanjang delapan hari . Hal itu sesuai dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang Peradilan Anak apabila belum P21 (rampung).

“Sementara usia dewasa masa penahanannya 20 hari serta dapat diperpanjang 40 hari bila berkas belum dirampungkan atau P21 dari masa 20 hari penahanan pertama,” ungkapnya.

Diakhir Kompol Lando mengatakan, saat ini keduanya masih di tahan di Satuan Reskrim Polrestabes Makassar sebab belum 15 hari. Sedangkan pelaku anak yang dibawa umur nantinya dibawa ke rumah aman guna pemulihan psikologi.

Belum rampungnya berkas kedua pelaku, dikarenakan pihaknya masih menunggu hasil visum.

Baca: Warga Makassar Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Begal

“Hasil visum itu nanti diberikan ke penyidik, saat ini belum dapat dibuka untuk umum sebab belum keluar. Begitu juga hasil psikologis dari Bagian Psikolog Polda Sulawesi Selatan, belum ada kesimpulan dan masih dalam proses,” tutupnya. (*/NRL)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Ribuan Aset Lahan Pemkot Makassar Tak Miliki Sertifikat

Ada ribuan aset lahan Pemkot Makassar masih belum memiliki sertifikat. diungkap oleh Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar

Hadapi Ancaman Inflasi, Pemerintah Palu Dorong Sektor Perikanan dan Pertanian

Untuk menjaga Kota Palu, Sulawesi Tengah dari ancaman inflasi. Pemerintah mendorong sektor perikanan dan pertanian.

Terkait Aliran Sesat Hakikinya Hakiki, MUI Makassar akan Memanggil Pimpinan dan Anggotanya

Aliran sesat Hakikinya Hakiki di Makassar, Sulawesi Selatan, MUI Kota Makassar akan memanggil pimpinan dan anggotanya.

Ada Aliran Sesat di Makassar, Pemimpinya Sebut Pernah Bertemu Allah dan Nabi Muhamad

Warga Makassar, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan kemunculan aliran sesat bernama Hakikinya Hakiki. Aliran itu bahkan meresahkan masyrakat.

Bencana Banjir Diawal Tahun Mengancam Warga Makassar

Bencana banjir di awal tahun dirasakan oleh warga di Perumnas Antang Blok VIII, Kecamatan Manggala, Makassar Sulawesi Selatan.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum


See All
; ;