Perang Penjajah Israel Palestina, Qatar Upayakan Kesepakatan untuk Bebaskan 50 Sandera dengan Imbalan Gencatan Senjata 3 Hari

<p>Ket. Foto : Qatar Usahakan Kesepakatan Antara Israel dan Palestina<br />
(Foto/X/@UNRWA)</p>
Ket. Foto : Qatar Usahakan Kesepakatan Antara Israel dan Palestina (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Pada hari Rabu kemarin, waktu setempat, Qatar dilaporkan berupaya merundingkan kesepakatan antara Hamas dan Israel yang meliputi pembebasan sekitar 50 sandera warga sipil dari Gaza yang ditawan oleh Israel selama ini

Kesepakatan yang diupayakan oleh Qatar antara Israeld dan Palestina itu juga dilakukan dengan memberikan imbalan gencatan senjata untuk 3 hari dalam perang kali ini.

Hal itu diketahui dilaporkan oleh seorang pejabat yang mengetahui kesepakatan yang diusahakan Qatar terjadi antara Hamas dan Israel tersebut.

Baca: Tekankan Dukungan Negaranya, Istri PM Libya Sebut Palestina Dikecualikan dari Deklarasi HAM

Kesepakatan Israel dan Hamas yang diupayakan Qatar juga sedang dibahas dan dikoordinasikan dengan Amerika Serikat juga akan membuat Israel membebaskan sejumlah perempuan dan anak-anak Palestina yang ditawan di sejumlah penjara Israel.

“Selain itu juga untuk meningkatkan jumlah bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza,” katanya.

Disebutkan jika kesepakatan Israel dan Hamas tercapai menandai pembebasan sandera terbesar yang disandera oleh Hamas sejak kelompok pejuang Palestina tersebut menyerbu perbatasan Gaza dan menyandera ke daerah kantong tersebut.

Baca: Pengiriman Bahan Bakar Pertama ke PBB di Gaza Dilakukan, Penjajah Israel Sebut Tidak Dapat Dimanfaatkan oleh Rumah Sakit

Hamas telah menyetujui garis besar kesepakatan ini, namun, Israel, yang sejak itu masih agresif melakukan agresi ke Palestina hingga saat ini diketahui belum dan masih merundingkan rinciannya.

Dilaporkan juga tidak diketahui berapa banyak sandera yang berasal dari kakum perempuan dan anak-anak Palestina yang akan dilepaskan oleh militer Israel dari penjara Israel sebagai bagian dari perjanjian yang sedang dibahas.

Dilansir dari Reuters, ruang lingkup perlindungan yang dipimpin oleh Qatar terkait Israel dan Hamas telah berubah secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir ini.

Baca: Telah Berlangsung Lebih dari Sebulan, Ini Ringkasan Peristiwa Serangan Penjajah Israel ke Palestina dalam Seminggu Terakhir

Namun, faktanya perundingan tersebut kini terfokus pada pembebasan 50 tahanan sipil dari rakyat Palestina dengan imbalan gencatan senjata selama 3 hari untuk dasar kemanusiaan, dan bahwa Hamas telah menyetujui garis besar perundingan tersebut.

Qatar diketahui memiliki jalur komunikasi langsung dengan Hamas dan Israel, dimana mereka sebelumnya telah membantu memediasi gencatan senjata antara keduanya.

Kesepakatan semacam itu mengharuskan Hamas untuk menyerahkan daftar lengkap sisa sandera sipil yang masih hidup yang ditahan di Gaza.

Baca: Gerebek RS Al Shifa di Gaza, Penjajah Israel Desak Hamas untuk Segera Menyerah

Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari pihak Israel.

Sementara itu, anggota biro politik Hamas, Ezzat El Rashq, dikabarkan tidak secara langsung mengkonfirmasi kesepakatan yang sedang dibahas.

Di pihak lain, Kementerian Luar Negeri Qatar menolak berkomentar.

Baca: Kehabisan Obat Obatan dan Perawatan, Sekitar 2000 Pasien Kanker di Jalur Gaza Hidup dalam Kondisi Kesehatan yang Sangat Buruk

Qatar yang merupakan tempat Hamas menjalankan kantor politiknya telah memimpin mediasi antara Israel dengan Hamas untuk pembebasan lebih dari 240 sandera. (*/Mey)

 

 

 

 

...

Artikel Terkait

wave

Tekankan Dukungan Negaranya, Istri PM Libya Sebut Palestina Dikecualikan dari Deklarasi HAM

Kemarin, istri PM Libya dalam pertemuan ibu negara di Istanbul menyatakan Palestina dikecualikan dari Deklarasi HAM.

Pengiriman Bahan Bakar Pertama ke PBB di Gaza Dilakukan, Penjajah Israel Sebut Tidak Dapat Dimanfaatkan oleh Rumah Sakit

Israel menyatakan pengiriman bahan bakar pertama ke PBB di Gaza yang dilakukan kemarin tidak untuk dimanfaatkan rumah sakit.

Telah Berlangsung Lebih dari Sebulan, Ini Ringkasan Peristiwa Serangan Penjajah Israel ke Palestina dalam Seminggu Terakhir

Menyimak rangkaian peristiwa serangan agresi Israel ke Palestina yang terjadi selama seminggu terakhir ini.

Gerebek RS Al Shifa di Gaza, Penjajah Israel Desak Hamas untuk Segera Menyerah

Pada tanggal 15 November 2023 hari ini, Israel mendesak Hamas untuk segera menyerah setelah menggerebek RS Al Shifa di Gaza.

Kehabisan Obat Obatan dan Perawatan, Sekitar 2000 Pasien Kanker di Jalur Gaza Hidup dalam Kondisi Kesehatan yang Sangat Buruk

Menurut laporan, sekitar 2.000 pasien kanker di Gaza hidup dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk karena perang.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;