Sisakan Pilu, Jurnalis Palestina Ungkap di Gaza Masyarakat Memimpikan Sebuah Dunia Dimana Suara Mereka Didengar

Ket. Foto: Seorang Jurnalis Palestina Mengungkapkan Jika di Gaza Masyarakat Memimpikan Sebuah Dunia Diman Suara Mereka Didengarkan (Foto/X/@MarioNawfal)
Ket. Foto: Seorang Jurnalis Palestina Mengungkapkan Jika di Gaza Masyarakat Memimpikan Sebuah Dunia Diman Suara Mereka Didengarkan (Foto/X/@MarioNawfal) Source: (Foto/X/@MarioNawfal)

Internasional, gemasulawesi - Muhammad R. Mhawish merupakan seorang jurnalis Palestina yang lahir dan besar di Gaza.

Muhammad R. Mhawish mengungkapkan jika dia memiliki mimpi untuk bepergian ke luar negeri untuk memperkuat perjuangan dan suara rakyatnya secara internasional.

Di sisi lain, Muhammad R. Mhawish mengakui jika dunia luar bukanlah yang dia harapkan, karena aspirasinya akhirnya berubah menjadi kekecewaan.

Baca Juga: Masih Agresi, Petani Palestina Akui Merasa Seperti Pencuri di Tanah Mereka Sendiri

“Di tempat dimana mimpi seringkali terlihat seperti fantasi yang tidak mungkin dicapai oleh kami, saya bermimpi dengan ambisius,” katanya.

Mhawish menyampaikan jika meninggalkan Jalur Gaza adalah misi yang sangat kompleks dan juga intens.

“Untuk rakyat Palestina di Gaza, izin perjalanan yang seringkali merupakan proses yang panjang adalah lebih dari sekedar kertas,” ucapnya.

Baca Juga: Telah Lama Mendoktrin, Disebutkan Tidak Mengejutkan Melihat Kaum Anak Israel Rayakan Genosida di Palestina

Dia menambahkan jika izin tersebut lebih dari sekedar peluang dimana setiap persetujuan seperti secercah harapan yang langka dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini adalah jalur kehidupan kita menuju dunia luar,” ujarnya.

Muhammad R. Mhawish mengungkapkan jika sepanjang hidupnya, Gaza tidak pernah mengenal kedamaian dan keamanan.

Baca Juga: Masih Terus Bombardir, Definisi Antisemitisme Menurut IHRA Adalah Menghapus Palestina dari Universitas di Inggris

“Saya lahir di tengah ancaman ketakutan dan teror yang terus-menerus dan selama lebih dari 2 dekade ini, saya telah menjadi saksi kehidupan dimana perang telah terjadi lebih dari 5 kali,” tuturnya.

Mhawish menekankan dengan dirinya tumbuh di Gaza, membuatnya percaya bahwa di balik berita, manuver politik dan agresi militer, terdapat jaringan perjuangan yang melampaui luka fisik dan rumah yang hancur.

“Bagi seluruh penduduk di Gaza, hal biasa telah menjadi luar biasa dan hal luar biasa telah menjadi kejadian sehari-hari,” ungkapnya.

Baca Juga: Tewaskan Banyak yang Tidak Berdosa, Disebutkan Ada Kewajiban Moral untuk Menutup Pabrik Senjata Milik Penjajah Israel

Muhammad R. Mhawish menyatakan jika Gaza adalah perwujudan modern dari tragedi abadi yang telah berlangsung selama 16 tahun.

“Dengan mengalami hampir terputus dari semua sumber daya yang penting, seperti kekurangan air bersih dan listrik,” jelasnya.

Dia memaparkan jika sekarang dirinya benar-benar percaya bahwa sangatlah penting untuk memanfaatkan sebanyak mungkin ruang yang ada di dunia dan media untuk memberikan dunia kesaksian dan juga bukti.

Baca Juga: Disebutkan Akan Menjadi Tahun Tersulit, Penjajah Israel Dapat Menghadapi Masalah Hukum Paling Serius di 2024

“Apapun keterbatasannya, rakyat Palestina akan terus bermimpi dan terus membuat dunia mendengarkan,” tegasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dikecam Komunitas Intenasional, Ini Bagaimana Orang di Seluruh Dunia Lakukan Boikot dan Protes terhadap Penjajah Israel

Berikut ini bagaimana seluruh dunia melakukan aksi protes dan boikot mereka terhadap serangan yang dilakukan oleh Israel.

Membagi Tepi Barat, Penjajah Israel Disebutkan Tidak Boleh Dibiarkan Lakukan Hal yang Sama terhadap Gaza

Israel disebutkan tidak boleh melakukan hal yang sama ke Jalur Gaza seperti yang mereka lakukan kepada Tepi Barat.

Dibombardir, Ini tentang Shuja’iyya yang Disebut Bukan Hanya Sekedar Lingkungan Tetapi Juga Warisan

Berikut ini tentang Shuja’iyya, sebuah lingkungan di Gaza, yang disebutkan bukan hanya sekedar lingkungan namun juga warisan.

Perang Belum Berakhir, Penjajah Israel Disebut Lakukan Pembantaian Terbesar Sejak Nakba

Agresi yang dilakukan Israel sejak awal Oktober disebut adalah pembantaian terbesar sejak Nakba yang terjadi puluhan tahun yang lalu.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;