Banyak Nyawa Melayang, Ini Bagaimana Negara Anggota Uni Eropa Terpecah Terkait Perang Palestina

Ket. Foto: Berikut Ini Bagaimana Negara-Negara Anggota Uni Eropa Terpecah Terkait Perang Palestina
Ket. Foto: Berikut Ini Bagaimana Negara-Negara Anggota Uni Eropa Terpecah Terkait Perang Palestina Source: (Foto/Pinterest/@pughze/X/@unwomenarabic)

Internasional, gemasulawesi – Bulan pertama perang Palestina dimulai di tanggal 7 Oktober 2023 lalu, perang tersebut juga menunjukkan perpecahan yang terjadi antara presiden Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen, dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell.

Diketahui jika Ursula Von Der Leyen dikenal lebih dekat dengan posisi penjajah Israel.

Seperti yang diketahui banyak orang di seluruh dunia, semua negara di Uni Eropa menyatakan jika penjajah Israel memiliki hak untuk membela dirinya.

Baca Juga:
Pro Penjajah Israel, Disebut Tidak Heran Melihat Inggris Nyatakan Pemerintahan Baru Palestina Syarat Gencatan Senjata Permanen

Itu juga menjadi salah satu alasan yang dikemukakan penjajah Israel untuk melakukan agresi di tanah Palestina.

Namun, negara-negara di Uni Eropa juga memiliki perbedaan pendapat tentang batas-batas atas hak tersebut.

Hal ini dikarenakan setelah terbukti jika agresi penjajah Israel di Palestina bertanggung jawab penuh untuk jumlah korban jiwa yang belum pernah ada dan terjadi sebelumnya.

Baca Juga:
Alami Berbagai Penderitaan Akibat Perang, Ini yang Membuat Rakyat Palestina Tetap Kuat

Di tanggal 26 Oktober 2023, dilaporkan jika 8 negara anggota Uni Eropa memberikan suara untuk mendukung gencatan senjata di Majelis Umum PBB.

Sedangkan 4 negara di Uni Eropa memilih memberikan suara menentang.

Pada tanggal 12 Desember 2023, dalam pemungutan suara yang serupa, 17 negara anggota Uni Eropa mendukung gencatan senjata di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Tentang Musta’ribeen, Agen Penjajah Israel yang Menyamar Sebagai Warga Palestina dan Membunuh 3 Orang di Jenin

Namun, Austria dan Republik Ceko diketahui menentangnya.

Jerman dan Italia memilih untuk abstain.

Disebutkan jika ini menunjukkan jika pergeseran penting telah terjadi antara kedua pemungutan suara yang dilakukan tersebut, namun, blok yang mendukung gencatan senjata tetap tidak kuat.

Baca Juga:
Tetap Lakukan Agresi, Direktur Pusat Penelitian Arab dan Studi Kebijakan Sebut Penghancuran Gaza Adalah Sebuah Strategi

Saat Afrika Selatan mengajukan tuduhan genosida yang dilakukan penjajah Israel ke ICJ (Mahkamah Internasional), perpecahan lainnya yang terjadi di antara negara-negara anggota Uni Eropa juga muncul.

Sebelum ICJ mengumumkan keputusannya, Jerman sebelumnya telah menyatakan jika tuduhan genosida yang diajukan Afrika Selatan tidak berdasar.

“Penjajah Israel harus mematuhi perintah dari ICJ, namun, Jerman tetap memiliki komitmen untuk mempunyai peran pihak ketiga dalam proses ICJ,” kata salah satu perwakilannya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Untuk Misinya Memperkuat Suara Palestina, Seorang Seniman Italia Mengubah Jalanan Napoli Jadi Kanvas

Demi misinya memperkuat suara Palestina, seorang seniman Italia mengubah jalanan Napoli menjadi kanvasnya.

Sampai Kemenangan Total, Netanyahu Sebut Militer Penjajah Israel Telah Membunuh Ratusan Warga Palestina di Tepi Barat

PM Benjamin Netanyahu menyatakan jika militer penjajah Israel telah berhasil membunuh ratusan rakyat Palestina di Tepi Barat sejak agresi.

Ingin Hancurkan Hamas, Militer Penjajah Israel Benarkan Banjiri Terowongan di Jalur Gaza dengan Air Laut

Militer penjajah Israel membenarkan jika mereka telah membanjiri terowongan Hamas di Jalur Gaza dengan menggunakan air laut.

Diserahkan Penjajah Israel, Masyarakat Palestina Kuburkan Sejumlah Jenazah yang Tidak Diketahui Identitasnya

Laporan menyebutkan sejumlah jenazah yang tidak diketahui identitasnya dikuburkan oleh masyarakat Palestina baru-baru ini.

Agresi Terus Berlanjut, Rakyat Palestina di Jalur Gaza Dilaporkan Terpaksa Minum Air Kotor

Menurut laporan, rakyat Palestina di Jalur Gaza kini terpaksa meminum air kotor karena kekurangan air yang mereka derita.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;