Susul Kehancuran Skala Besar di Jalur Gaza, Diamnya Komunitas Internasional Disebut Sulit Dipercaya

Ket. Foto: Dengan Kehancuran yang Besar di Jalur Gaza Karena Perang, Diamnya Komunitas Internasional Disebutkan Sulit untuk Dipercaya
Ket. Foto: Dengan Kehancuran yang Besar di Jalur Gaza Karena Perang, Diamnya Komunitas Internasional Disebutkan Sulit untuk Dipercaya Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Perang yang telah berlansgung dari tanggal 7 Oktober 2023 di Jalur Gaza disebutkan merupakan hasil normalisasi PBB terhadap penjajahan yang selama ini dilakukan penjajah Israel di Palestina.

Selain itu, ICJ (Mahkamah Internasional) bahkan tidak mampu untuk menyerukan gencatan senjata, sesuatu yang ditunggu oleh banyak orang yang mendukung Palestina.

Gencatan senjata juga disebutkan merupakan langkah awal yang praktis untuk menghentikan genosida penjajah Israel.

Baca Juga:
Banyak Nyawa Melayang, Ini Bagaimana Negara Anggota Uni Eropa Terpecah Terkait Perang Palestina

Hanya dalam hitungan jam setelah ICJ mengumumkan keputusannya, penjajah Israel lantas meluncurkan serangan mereka terhadap UNRWA dengan menuduh beberapa orang stafnya terlibat dengan Operasi Banjir Al-Aqsa.

Ini menyebabkan banyak diantara para negara pendonor, dengan beberapa diantaranya merupakan pendonor utama, menangguhkan pendanaan mereka untuk UNRWA.

Tidak hanya itu, sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh gerakan pemukiman sayap kanan, Nahala, yang mengangkat tema ‘Pemukiman Membawa Kemenangan dan Keamanan’ juga diadakan oleh penjajah Israel.

Baca Juga:
Pro Penjajah Israel, Disebut Tidak Heran Melihat Inggris Nyatakan Pemerintahan Baru Palestina Syarat Gencatan Senjata Permanen

Konferensi itu dihadiri oleh para anggota Knesset penjajah Israel, dengan 12 orang diantaranya adalah anggota Partai Likud.

Dalam konferensi itu, Menteri Keuangan penjajah Israel, Bezalel Smotrich, dan juga Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, yang juga turut hadir, menyerukan perluasan pemukiman penjajah Israel di Jalur Gaza.

Laporan yang lain menyebutkan jika unit rahasia penjajah Israel menyerbu Rumah Sakit Ibnu Sina di Jenin, Tepi Barat, dengan menggunakan penyamaran sebagai warga Palestina.

Baca Juga:
Alami Berbagai Penderitaan Akibat Perang, Ini yang Membuat Rakyat Palestina Tetap Kuat

Mereka mengenakan pakaian dokter, perawat dan juga warga sipil dan membunuh 3 orang warga Palestina yang disebutkan memiliki hubungan dengan Hamas.

“Menyusul kehancuran Jalur Gaza yang besar dan penduduknya yang hampir semuanya mengungsi, diamnya komunitas internasional sejujurnya sulit dipercaya,” kata salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya.

Dengan perang ini, penjajah Israel menyebabkan Jalur Gaza menjadi tandus dan juga menyedihkan.

Baca Juga:
Tentang Musta’ribeen, Agen Penjajah Israel yang Menyamar Sebagai Warga Palestina dan Membunuh 3 Orang di Jenin

Selain itu, dikatakan dengan memaksa warga Palestina keluar dari Jalur Gaza yang membuat mereka mengosongkan tanah Palestina, jelas menunjukkan pemindahan paksa. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Tetap Lakukan Agresi, Direktur Pusat Penelitian Arab dan Studi Kebijakan Sebut Penghancuran Gaza Adalah Sebuah Strategi

Direktur Pusat Penelitian Arab dan Studi Kebijakan mengatakan jika penghancuran Jalur Gaza yang dilakukan penjajah Israel adalah strategi.

Untuk Misinya Memperkuat Suara Palestina, Seorang Seniman Italia Mengubah Jalanan Napoli Jadi Kanvas

Demi misinya memperkuat suara Palestina, seorang seniman Italia mengubah jalanan Napoli menjadi kanvasnya.

Sampai Kemenangan Total, Netanyahu Sebut Militer Penjajah Israel Telah Membunuh Ratusan Warga Palestina di Tepi Barat

PM Benjamin Netanyahu menyatakan jika militer penjajah Israel telah berhasil membunuh ratusan rakyat Palestina di Tepi Barat sejak agresi.

Ingin Hancurkan Hamas, Militer Penjajah Israel Benarkan Banjiri Terowongan di Jalur Gaza dengan Air Laut

Militer penjajah Israel membenarkan jika mereka telah membanjiri terowongan Hamas di Jalur Gaza dengan menggunakan air laut.

Diserahkan Penjajah Israel, Masyarakat Palestina Kuburkan Sejumlah Jenazah yang Tidak Diketahui Identitasnya

Laporan menyebutkan sejumlah jenazah yang tidak diketahui identitasnya dikuburkan oleh masyarakat Palestina baru-baru ini.

Berita Terkini

wave

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.

Kongkalikong Tambang Ilegal? Menyoal Isu Hubungan Kekerabatan Kasat Reskrim Parigi Moutong dan Aktor PETI

Siapa Andre? Bos PETI yang disebut-sebut memiliki hubungan darah dengan Kasat Reskrim Parigi Moutong Anugerah S Tarigan.

Inilah Sinopsis Film Horor Komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Melanjutkan Petualangan Mendebarkan dari Lima Sahabat

Geng Sekawan Limo kembali dalam film baru, mengisahkan petualangan mereka di Gunung Klawih yang penuh kelucuan dan ketakutan

Dugaan Kerabat Dekat Kasatreskrim Parigi Moutong Terlibat PETI Kebal Hukum, Propam Polda Turun Tangan

Kabid Propam Polda Sulteng Roy Satya Putra, S.I.K. berikan perhatian khusus terkait dugaan skandal Kasatreskrim Parigi moutong, Tarigan.


See All
; ;