Perang Palestina, Afrika Selatan Peringatkan Serangan Penjajah Israel ke Rafah Abaikan Keputusan ICJ

Ket. Foto: Afrika Selatan Memperingatkan Serangan Penjajah Israel ke Rafah Berarti Mengabaikan Keputusan ICJ
Ket. Foto: Afrika Selatan Memperingatkan Serangan Penjajah Israel ke Rafah Berarti Mengabaikan Keputusan ICJ Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Dalam keterangannya baru-baru ini, Wakil Tetap Afrika Selatan untuk PBB, Marthinus Van Schalkwyk, mengeluarkan peringatannya jika serangan yang dilakukan penjajah Israel ke Rafah berarti sama dengan mengabaikan keputusan ICJ (Mahkamah Internasional).

Diketahui jika pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Tetap Afrika Selatan untuk PBB, Marthinus Van Schalkwyk, menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Wakil Tetap Afrika Selatan untuk PBB, Marthinus Van Schalkwyk, menyampaikan jika pengumuman perluasan operasi militer di Rafah yang secara de facto telah berubah menjadi kamp pengungsi, semakin melanggengkan pengungsian rakyat Palestina.

Baca Juga:
Kini dalam Kondisi Kritis, Sekjen PBB Kutuk Serangan yang Dilakukan Penjajah Israel terhadap 2 Jurnalis Gaza

“Perluasan operasi militer tersebut juga mengancam penghidupan warga sipil yang kini hampir tidak ada lagi karena perang,” katanya.

Dia menekankan jika Afrika Selatan mengutuk segala bentuk pembatasan bantuan kemanusiaan dan juga penargetan infrastruktur.

“Juga penggunaan kelaparan sebagai senjata perang,” ujarnya.

Baca Juga:
Putuskan Kembali ke Rumahnya, Seorang Warga Gaza Sebut Perjalanan Pulang Panjang dan Traumatis

Wakil Tetap Afrika Selatan untuk PBB, Marthinus Van Schalkwyk, mengatakan jika Dewan Keamanan terus menyaksikan dampak buruk dari konflik yang dilakukan terhadap masyarakat sipil yang memperburuk krisis kemanusiaan.

“Dampak buruk lainnya adalah kerawanan pangan dan juga gizi,” ucapnya.

Marthinus Van Schalkwyk menuturkan jika ini merupakan pengabaian terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional.

Baca Juga:
Terjadi Peningkatan Kekerasan, Otoritas Palestina Serukan Sanksi Internasional terhadap Pemukim Penjajah Israel

“Khususnya tidak adanya perlindungan terhadap warga sipil yang terjebak dalam baku tembak, serta penolakan yang disengaja dilakukan terhadap akses bantuan kemanusiaan yang hingga kini masih banyak terjadi,” jelasnya.

Di sisi lain, Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Aljazair, Youcef Cherfa, menegaskan jika pemboman yang dilakukan penjajah Israel setiap hari tidak meninggalkan apa saja yang hidup.

“Konflik memperburuk situasi lingkungan di wilayah tersebut,” tandasnya.

Baca Juga:
Lakukan Pengungsian Berulang Kali, Beberapa Warga Palestina di Rafah Ungkapkan Ketakutan terhadap Serangan Penjajah Israel

Youcef Cherfa menegaskan jika penjajah Israel tidak menghormati nilai-nilai moral yang paling mendasar sekalipun.

“Komunitas internasional hanya menjadi pengamat dalam menghadapi berbagai pelanggaran mencolok daripada mengakhiri agresi yang dilakukan penjajah Israel,” pungkasnya.

Youcef Cherfa juga mengkritik kampanye pencemaran nama baik yang sistematis yang dilakukan penjajah Israel terhadap UNRWA.

Baca Juga:
Akan Jadi Bencana Besar, Doctors Without Borders Tegaskan Serangan Darat Penjajah Israel di Rafah Tidak Boleh Dilanjutkan

Dia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk sesegera mungkin mengakhiri penderitaan rakyat Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Rafah Tampung Hampir Separuh Penduduk Gaza, PRCS Sebut Tidak Ada Lagi Tempat Aman untuk Rakyat Palestina Mengungsi

PRCS menyebutkan di Jalur Gaza sekarang tidak ada lagi tempat yang aman untuk rakyat Palestina mengungsi setelah melakukannya berkali-kali.

Sebut untuk Bebaskan Lebih Banyak Tawanan, Netanyahu Nyatakan Penjajah Israel Harus Lancarkan Serangan ke Jalur Gaza

Benjamin Netanyahu mengatakan jika untuk membebaskan lebih banyak tawanan, penjajah Israel harus melancarkan lebih banyak serangan di Gaza.

Bencana Lingkungan, Pemerintah Kota Gaza Ungkap Lebih dari 700 Juta Liter Air Limbah Bocor di Jalan dan Pantai

Menurut pemerintah Kota Gaza, sekitar lebih dari 700 juta air limbah bocor dan menggenangi jalan-jalan dan juga pantai.

Ilegal Menurut Hukum Internasional, Penjajah Israel Dikabarkan Gunakan Perang untuk Percepat Pembangunan Pemukiman

Menurut laporan, penjajah Israel disebut menggunakan perang di Jalur Gaza untuk mempercepat pembangunan pemukiman.

Terbatas, Direktur Jenderal Kantor Media Pemerintah Ungkap Keluarga di Gaza Utara Makan Setengah Porsi Setiap 2 Hari Sekali

Direktur Jenderal Kantor Media Pemerintah menyebutkan jika keluarga-keluarga di Gaza utara makan setengah porsi setiap 2 hari sekali.

Berita Terkini

wave

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.

Parigi Moutong dan Minahasa Tenggara Rancang Koalisi Pertanian, Fokus ke Inovasi Bibit dan Durian

Wakil Bupati Minahasa Tenggara pimpin rombongan kunker ke Parigi Moutong guna pelajari inovasi pusat bibit dan pengembangan sektor pertanian

Jason Statham Kembali dengan Film Thriller Penuh Aksi Lainnya, Mutiny! Berikut Sinopsisnya

Jason Statham akan kembali dengan film laga thriller baru berjdulu Mutiny, penuh dengan adegan aksi yang mendebarkan

Dugaan Skandal Tambang PT Pantas Indomining Pagimana: "Mafia Koordinat" dan Mandulnya Penegakan Hukum

Beroperasi sejak tahun 2012 sebagai pemegang IUP tidak menjamin PT Pantas Indomining tidak melanggar aturan mengelola lahan di luar konsesi.


See All
; ;