Rafah Tampung Hampir Separuh Penduduk Gaza, PRCS Sebut Tidak Ada Lagi Tempat Aman untuk Rakyat Palestina Mengungsi

Ket. Foto: PRCS Menyatakan Jika Tidak Ada Lagi Tempat yang Aman di Jalur Gaza untuk Rakyat Palestina Mengungsi
Ket. Foto: PRCS Menyatakan Jika Tidak Ada Lagi Tempat yang Aman di Jalur Gaza untuk Rakyat Palestina Mengungsi Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina atau PRCS mengatakan jika sekarang tidak ada lagi tempat di Jalur Gaza yang aman untuk mengungsi untuk rakyat Palestina.

Nebal Farsakh yang merupakan juru bicara PRCS mengatakan jika kini Rafah telah menampung hampir seluruh penduduk Jalur Gaza.

“Sejak perang meletus, orang-orang telah mengungsi ke Rafah mengikuti perintah evakuasi dari penjajah Israel,” katanya.

Baca Juga:
Sebut untuk Bebaskan Lebih Banyak Tawanan, Netanyahu Nyatakan Penjajah Israel Harus Lancarkan Serangan ke Jalur Gaza

Farsakh menambahkan jika bahkan terdapat keluarga yang melakukan pengungsian hingga 10 kali.

“Pertanyaannya adalah kemana orang harus pergi? Tidak ada tempat yang aman sama sekali karena perang ini dan juga tidak ada cara untuk mengungsi,” ujarnya.

Nabel Farsakh menyebutkan jika selain itu, infrastruktur juga telah rusak total.

Baca Juga:
Bencana Lingkungan, Pemerintah Kota Gaza Ungkap Lebih dari 700 Juta Liter Air Limbah Bocor di Jalan dan Pantai

“Kurangnya transportasi yang tersedia juga membuat masyarakat Palestina tidak dapat pergi kemana pun,” jelasnya.

Di sisi lain, militer penjajah Israel telah meningkatkan serangan mereka terhadap Rafah ketika warga Palestina disana sedang bersiap untuk menghadapi kemungkinan invasi darat.

Serangan udara telah menyebabkan kerusakan besar di Rafah, termasuk rumah, tempat usaha dan juga masjid.

Baca Juga:
Ilegal Menurut Hukum Internasional, Penjajah Israel Dikabarkan Gunakan Perang untuk Percepat Pembangunan Pemukiman

Sekitar 1,4 juta warga Palestina berada di Rafah setelah meninggalkan rumah mereka di wilayah Gaza tengah dan Gaza utara dikarenakan serangan penjajah Israel.

Menurut laporan, sekitar 16.000 orang kini tinggal per km persegi di Rafah yang berbatasan langsung dengan Mesir.

Laporan lainnya menyebutkan jika pengadilan Belanda telah memerintahkan pemerintah untuk menghentikan pengiriman suku cadang jet tempur F-35 yang digunakan penjajah Israel dalam serangan udara yang mereka lakukan di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Terbatas, Direktur Jenderal Kantor Media Pemerintah Ungkap Keluarga di Gaza Utara Makan Setengah Porsi Setiap 2 Hari Sekali

Disebutkan jika perintah tersebut dikeluarkan oleh pengadilan Belanda setelah organisasi hak asasi manusia mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan yang sebelumnya menolak argumen yang diberikan oleh mereka.

Argumen yang dimaksudkan adalah bahwa penyediaan suku cadang memiliki kontribusi terhadap dugaan pelanggaran hukum internasional oleh penjajah Israel.

Sementara itu, serangan yang dilakukan penjajah Israel telah menyebabkan lebih dari 28 ribu orang rakyat Palestina tewas sejak tanggal 7 Oktober 2023. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Himbau Komunitas Internasional Hentikan Perang, Walikota Sebut Setiap Aksi Militer di Rafah Akan Akibatkan Pertumpahan Darah

Walikota Rafah menyatakan jika setiap aksi militer yang dilakukan di Rafah akan mengakibatkan pertumpahan darah dan pembantaian.

Telah Diteror Selama Beberapa Hari, Penembak Jitu Penjajah Israel Menembak Setiap Benda yang Bergerak di Sekitar RS Nasser

Menurut laporan, penembak jitu penjajah Israel menembak setiap benda yang bergerak di sekitar RS Nasser yang berada di Khan Younis, Gaza.

Penjajah Israel Terus Hambat Pengiriman Bantuan, Warga Palestina di Jalur Gaza Kini Terpaksa Makan Rumput

Menurut laporan, warga Palestina yang sekarang hidup di Jalur Gaza kini terpaksa makan rumput karena kekurangan makanan.

Lakukan Pertemuan di Gedung Putih, Jerman dan AS akan Membahas Mengenai Bagaimana Mendukung Penjajah Israel

Dilaporkan jika dalam pertemuan yang dilakukan di Gedung Putih, Jerman dan AS akan membahas bagaimana mendukung penjajah Israel.

Targetkan Pekerja Medis Palestina, Human Rights Watch Sebut Penjajah Israel Harus Diselidiki untuk Kejahatan Perang

Human Rights Watch nyatakan penjajah Israel harus diselidiki untuk kejahatan perang sebab berulang kali targetkan pekerja medis Palestina.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;