Penjajah Israel Terus Hambat Pengiriman Bantuan, Warga Palestina di Jalur Gaza Kini Terpaksa Makan Rumput

Ket. Foto: Warga Palestina yang Hidup di Jalur Gaza Dilaporkan Kini Terpaksa Makan Rumput
Ket. Foto: Warga Palestina yang Hidup di Jalur Gaza Dilaporkan Kini Terpaksa Makan Rumput Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Dalam laporannya baru-baru ini, ActionAid Palestine menyatakan jika warga Palestina yang terjebak di Jalur Gaza kini terpaksa makan rumput.

ActionAid Palestine menambahkan jika hal tersebut terpaksa dilakukan oleh warga Jalur Gaza dikarenakan penjajah Israel hingga kini terus menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan meskipun masyarakat sipil sangat membutuhkannya.

Diketahui jika selain situasi kemanusiaan dan juga kurangnya makanan, air dan juga perawatan medis, warga Palestina yang telah melakukan beberapa kali pengungsian sejak tanggal 7 Oktober 2023 lalu, kini juga terpaksa untuk keluar dari kamp pengungsian mereka lagi.

Baca Juga:
Lakukan Pertemuan di Gedung Putih, Jerman dan AS akan Membahas Mengenai Bagaimana Mendukung Penjajah Israel

Laporan menyebutkan jika penjajah Israel tampaknya semakin mengintensifkan serangan darat mereka ke Rafah yang merupakan kota paling selatan di Jalur Gaza.

Rafah juga menjadi tempat untuk lebih dari 1,4 juta warga Palestina kini tinggal di tenda-tenda darurat dan juga kamp-kamp pengungsian.

ActionAid juga telah mengeluarkan peringatan mereka jika setiap peningkatan serangan yang dilakukan terhadap Rafah akan menyebabkan konsekuensi yang sangat buruk.

Baca Juga:
Targetkan Pekerja Medis Palestina, Human Rights Watch Sebut Penjajah Israel Harus Diselidiki untuk Kejahatan Perang

“Tidak ada lagi tempat untuk mengungsi lain untuk warga Gaza,” kata mereka.

ActionAid menyampaikan jika lebih dari 85% dari 2,3 juta penduduknya terpaksa meninggalkan rumah yang mereka tempati selama ini selama 4 bulan terakhir perang dilakukan.

“Gelombang besar pengungsi yang tiba di Rafah telah memberikan tekanan besar untuk infrastruktur dan sumber daya, namun, ribuan orang terus berdatangan untuk mencari perlindungan,” ujar mereka.

Baca Juga:
Hindari Pecahnya Kekerasan, Penjajah Israel sedang Pertimbangkan Longgarkan Tindakan Pengendalian di Tepi Barat Jelang Ramadhan

ActionAid menegaskan jika kepadatan penduduk di Rafah kini sangat ekstrem dengan ruang yang tersedia hanya dapat digunakan untuk tenda.

“Tenda-tenda itu bahkan beberapa diantaranya dapat ditinggali hingga 12 orang,” terang mereka.

ActionAid memaparkan jika ribuan orang hidup berdesakan di kamp penampungan yang semakin tidak sehat.

Baca Juga:
Tampung Banyak Pengungsi, UNICEF Sebut Eskalasi Pertempuran di Rafah Akan Tandai Perubahan yang Menghancurkan

“Ratusan orang juga harus berbagi 1 toilet,” ungkap mereka.

Riham Jafari, yang merupakan koordinator advoakasi dan komunikasi di ActionAid Palestine, menyatakan jika setiap orang di Jalur Gaza sekarang kelaparan.

“Orang-orang hanya dapat memperoleh 1,5 hingga 2 liter air yang tidak aman setiap harinya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka,” akunya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Masih Perang, Pejuang Palestina Dilaporkan Terus Menyusup ke Wilayah yang Sebelumnya Telah Dibersihkan di Gaza Utara

Dikabarkan jika para pejuang Palestina terus menyusup ke daerah yang sebelumnya telah dibersihkan di Jalur Gaza sebelah utara.

Penjajah Israel Hancurkan Banyak Bangunan di Gaza, UNOCHA Sebut 12 Juta Ton Puing Reruntuhan Harus Dibersihkan

UNOCHA menyatakan akibat kehancuran yang ditimbulkan penjajah Israel, 12 juta ton puing reruntuhan di Jalur Gaza harus dibersihkan.

Sebut Banyak Kelaparan Terjadi di Gaza, Joe Biden Nyatakan Tindakan Penjajah Israel Telah Berlebihan

Presiden AS, Joe Biden, mengatakan jika tindakan yang dilakukan penjajah Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza telah berlebihan.

Serbu Sebelah Timur Nablus di Tepi Barat, 6 Warga Palestina Ditembak Pasukan Penjajah Israel

Dalam penyerbuan yang dilakukan di sebelah timur Nablus di Tepi Barat, 6 orang warga Palestina ditembak oleh pasukan penjajah Israel.

Gerebek Rumah di Dekat Khan Younis, 2 Orang Warga Amerika Dilaporkan Ditahan Pasukan Penjajah Israel

Dalam penggerebekan yang dilakukan di rumah di dekat Khan Younis, 2 orang warga Amerika Serikat ditahan oleh militer penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;