Bantuan Kemanusiaan Sedikit, Mayoritas Warga Palestina di Rafah Dilaporkan Kelaparan

Ket. Foto: Menurut Laporan, Sebagian Besar Warga Palestina di Rafah Dikabarkan Kelaparan
Ket. Foto: Menurut Laporan, Sebagian Besar Warga Palestina di Rafah Dikabarkan Kelaparan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, dengan lebih dari separuh penduduk Jalur Gaza yang berkumpul di Rafah, situasi disana menjadi bencana besar.

Laporan yang sama menyatakan jika sedikit bantuan kemanusiaan yang berhasil mencapai Rafah.

“Jumlah orang yang mengantri untuk mendapatkan makanan dan air kini telah meningkat 2 hingga 3 kali lipat di beberapa wilayah di Rafah,” kata salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga:
Penjajah Israel Tingkatkan Serangan ke Rafah, Australia, Selandia Baru dan Kanada Serukan Gencatan Senjata Segera

Dia menambahkan jika kelangkaan ekstrim terjadi atas kebutuhan dasar.

“Persediaan makanan di pasar sangat menipis sehingga hanya mereka yang mampu dan memiliki uang di saku mereka yang mampu membeli barang-barang yang diperlukan untuk keluarga mereka,” ujarnya.

Selain itu, dilaporkan jika sebagian besar orang di Rafah juga menghadapi kelaparan dan juga kepanikan atas rencana penjajah Israel untuk memperluas serangan darat ke Rafah, kota yang kini menjadi kamp pengungsian terbesar rakyat Palestina.

Baca Juga:
Semakin Banyak yang Terbunuh, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Mengancam Akan Menyerang Nablus di Tepi Barat

Laporan yang sama menyampaikan jika mayoritas orang di Rafah juga harus menghadapi trauma akibat perang yang belum juga berhenti.

Sementara itu, Richard Kozul-Wright yang merupakan direktur badan perdagangan PBB (UNCTAD), mengatakan jika Jalur Gaza memerlukan Marshall Plan yang baru untuk dapat pulih dari serangan penjajah Israel yang terus berlanjut.

Diketahui jika kerusakan yang terjadi sekitar 4 kali lipat dibandingkan dengan perang 7 minggu yang sebelumnya pernah terjadi di tahun 2014 lalu.

Baca Juga:
Masih Lakukan Agresi, Menlu Italia Sebut Penjajah Israel Membunuh Terlalu Banyak Warga Sipil

Marshall Plan adalah rencana pemulihan ekonomi Eropa setelah Perang Dunia II.

Di sisi lain, penjajah Israel dilaporkan secara resmi mengajukan keluhan setelah seorang pejabat senior Vatikan, Kardinal Pietro Parolin yang merupakan Menteri Luar Negeri Vatikan, mengungkapkan kecamannya terkait pembantaian di Jalur Gaza.

Menteri Luar Negeri Vatikan juga menyebut agresi penjajah Israel sebagai tanggapan yang tidak proporsional.

Baca Juga:
Agresi Belum Berhenti, Kamera Pengenal Wajah Dilaporkan Dipasang Penjajah Israel di Gerbang Timur RS Nasser

Parolin dilaporkan mempertanyakan klaim penjajah Israel untuk bertindak membela diri dengan melakukan pembantaian di Jalur Gaza terhadap rakyat Palestina.

Hingga kini, perang di Palestina telah menyebabkan puluhan ribu orang meninggal yang termasuk juga dengan anak-anak. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Perang Palestina, Afrika Selatan Peringatkan Serangan Penjajah Israel ke Rafah Abaikan Keputusan ICJ

Afrika Selatan mengeluarkan peringatan bahwa serangan penjajah Israel ke Rafah berarti mengabaikan keputusan yang diumumkan ICJ.

Kini dalam Kondisi Kritis, Sekjen PBB Kutuk Serangan yang Dilakukan Penjajah Israel terhadap 2 Jurnalis Gaza

Sekjen PBB, Antonio Guterres, dilaporkan mengutuk serangan yang dilakukan penjajah Israel terhadap 2 orang jurnalis di Jalur Gaza.

Putuskan Kembali ke Rumahnya, Seorang Warga Gaza Sebut Perjalanan Pulang Panjang dan Traumatis

Seorang warga Gaza yang memutuskan untuk kembali ke rumahnya mengatakan jika perjalanan untuk pulang panjang dan traumatis.

Terjadi Peningkatan Kekerasan, Otoritas Palestina Serukan Sanksi Internasional terhadap Pemukim Penjajah Israel

Laporan menyebutkan jika Otoritas Palestina menyerukan sanksi internasional terhadap para pemukim penjajah Israel.

Lakukan Pengungsian Berulang Kali, Beberapa Warga Palestina di Rafah Ungkapkan Ketakutan terhadap Serangan Penjajah Israel

Penjajah Israel mengancam akan melakukan invasi darat ke Rafah, sejumlah warga Palestina mengungkapkan ketakutan mereka.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;