Sebabkan Kehancuran Jalur Gaza, Penjajah Israel Disebut Tidak Menghadapi Lawan yang Tangguh di ICJ

Ket. Foto: Penjajah Israel Disebutkan Tidak Menghadapi Lawan yang Tangguh di Mahkamah Internasional
Ket. Foto: Penjajah Israel Disebutkan Tidak Menghadapi Lawan yang Tangguh di Mahkamah Internasional Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Hingga kini, perang di Jalur Gaza diketahui masih berlangsung yang membuat banyak warga Palestina menderita dan juga puluhan ribu yang meregang nyawa, serta menimbulkan kehancuran di Jalur Gaza.

Salah satu pakar yang tidak disebutkan namanya mengatakan jika penjajah Israel telah diduga akan menggunakan taktik normalisasi yang biasa mereka lakukan.

“Ini dikarenakan sekarang mereka menormalisasikan genosida terhadap rakyat Palestina kepada komunitas internasional,” ujarnya.

Baca Juga:
Perang di Jalur Gaza, OCHA Sebut Warga Palestina Berada dalam Bahaya Sementara Dunia Terus Menyaksikan

Dia menambahkan jika hal yang disayangkan adalah komunitas internasional yang berniat mengecewakan rakyat Palestina dengan menerima normalisasi niat dan tindakan genosida penjajah Israel.

“Penjajah Israel dan militernya tidak bertindak seperti manusia dimana mayoritas manusia tidak memiliki niat genosida dan juga tidak melakukan tindakan genosida,” katanya.

Dia mengungkapkan jika pernyataannya tersebut mencerminkan penunjukan warga Palestina sebagai ‘manusia hewan’ oleh Yoav Gallant, yang merupakan Menteri Pertahanan penjajah Israel.

Baca Juga:
Dijatuhi Sanksi oleh AS, Penggalangan Dana Online Kumpulkan Lebih dari 140 Ribu USD untuk Pemukim Garis Keras Penjajah Israel

“Jadi, bagaimana tepatnya menggambarkan upaya genosida yang menargetkan rakyat Palestina, membuat seluruh warga kelaparan dan berencana melakukan pengusiran massal terhadap rakyat Palestina?” tanyanya.

Pakar tersebut menyatakan seandainya dunia ‘tetap peka’, mitos ‘tentara paling bermoral di dunia’ telah akan hancur.

“Namun, militer penjajah Israel menggunakan taktiknya dengan mengisolasi kasus-kasus pelanggaran HAM individual dan menuding individu, dibandingkan menyalahkan kebijakan genosida Benjamin Netanyahu,” terangnya.

Baca Juga:
Sebelumnya Ditahan, Militer Penjajah Israel Klaim Serangan Drone Membunuh Seorang Pejuang Palestina di Jenin

Dia menyampaikan jika untuk agresi kali ini, tingkat impunitasnya benar-benar sesuai dengan betapa beraninya para pejabat dan militer penjajah Israel mengungkapkan kejahatan perang mereka.

“Protes dari komunitas internasional tidak cukup keras,” ucapnya.

Pakar tersebut menegaskan jika penjajah Israel tidak menghadapi lawan yang tangguh di ICJ.

Baca Juga:
Berbicara dalam Sidang ICJ, Namibia Tuntut Mahkamah Internasional Akui Pendudukan Penjajah Israel di Wilayah Palestina Ilegal

Di sisi lain, kantor media pemerintah di Jalur Gaza sebelumnya mengumumkan jika 2 orang jurnalis di Jalur Gaza kembali dinyatakan meninggal dalam serangan udara tentara penjajah Israel.

Hingga kini, jurnalis di Jalur Gaza yang tewas sejak perang dimulai tanggal 7 Oktober 2023 lalu telah mencapai 132 orang.

Berdasarkan laporan, kedua jurnalis tersebut tewas beserta anggota keluarganya tewas di rumah mereka yang berada di kamp pengungsi Nuseirat. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Korban hingga Puluhan Ribu Jiwa, Palestina Tolak Rencana Pasca Perang Netanyahu di Jalur Gaza

Laporan menyebutkan jika Palestina menolak rencana pasca perang yang sebelumnya telah dipaparkan oleh PM penjajah Israel, Benjamin Netanyahu

Menjadi Perjuangan Bertahan Hidup, Banyak Calon Pengantin di Gaza yang Terpaksa Mengubur Impiannya untuk Menikah Karena Perang

Karena perang yang hingga kini masih berlanjut, banyak calon pengantin di Jalur Gaza yang terpaksa mengubur impiannya untuk menikah.

Sidang ICJ Hari Keempat, Tiongkok Serukan Solusi 2 Negara untuk Penjajah Israel dan Palestina

Menurut laporan, Tiongkok menyerukan solusi 2 negara untuk Palestina dan penjajah Israel di sidang ICJ yang berlangsung hari keempat.

Perang Gaza, Kondisi di RS Al Shifa Dilaporkan Semakin Memburuk Setiap Harinya dan Masih Mengerikan

Kondisi di RS Al Shifa di Jalur Gaza dilaporkan semakin memburuk dari hari ke hari dan situasi disana juga dikabarkan masih mengerikan.

Pendudukan Penjajah Israel, Rakyat Palestina di Yerusalem Timur Sebut Tidak Punya Pilihan Selain Tetap Kuat

Rakyat Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur menyatakan jika mereka tidak memiliki pilihan lain selain tetap kuat.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;