Diserang saat Menunggu Bantuan, Seorang Warga Palestina Sebut Setiap Konvoi yang Datang Berarti Pembantaian Kembali

Ket. Foto: Seorang Warga Palestina Menyatakan Jika Setiap Konvoi Bantuan Kemanusiaan yang Datang Berarti Pembantaian Kembali
Ket. Foto: Seorang Warga Palestina Menyatakan Jika Setiap Konvoi Bantuan Kemanusiaan yang Datang Berarti Pembantaian Kembali Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Salah satu warga Palestina yang tidak disebutkan namanya, yang menyaksikan serangan mematikan militer penjajah Israel terhadap sekelompok orang yang menunggu bantuan kemanusiaan, menyatakan jika mereka menjadi sasaran kekerasan ketika mencoba memberi makan keluarga mereka.

Warga Palestina tersebut menegaskan jika itu adalah sebuah kejahatan.

Dia menekankan jika warga Palestina datang untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan mengingat hingga saat ini perang masih belum berhenti.

Baca Juga:
Beri Alasan untuk Mencabut Komunitas dari Tanah Mereka, Penjajah Israel Tolak Akui 35 Desa Badui Palestina

“Saya telah menunggu sejak kemarin,” ujarnya.

Dia menambahkan jika sekitar pukul 04.30 WIB pagi, truk bantuan mulai melintas dan saat warga Palestina mendekati truk bantuan, tank dan pesawat tempur penjajah Israel mulai menembaki semua orang.

“Seolah-olah itu adalah jebakan dan kepada negara-negara Arab, saya katakan, jika ingin kami terbunuh, mengapa Anda mengirimkan bantuan?” katanya.

Baca Juga:
Derita Dehidrasi dan Kekurangan Gizi, Total 6 Orang Anak Dilaporkan Meninggal di Beberapa Rumah Sakit Gaza Utara

Dia menekankan jika kejadian ini terus berlanjut, warga Palestina tidak ingin ada bantuan sama sekali.

“Setiap konvoi yang datang berarti pembantaian kembali,” ucapnya.

Dia mengakui jika banyak pemuda dan pemudi yang tewas, serta banyak lagi yang terluka ketika mereka hendak menerima bantuan.

Baca Juga:
Gaza Hancur, Pasukan Penjajah Israel Secara Keliru Lepaskan Tembakan ke Wilayahnya Sendiri Sebanyak 5 Kali Sejak Awal Perang

“Masuk akal jika bantuan diberikan, gencatan senjata harus dipatuhi, namun, hal ini tidak terjadi di lapangan dan ini adalah kejahatan,” tuturnya.

Sebelumnya, dilaporkan jika sekelompok warga Palestina yang sedang menunggu bantuan makanan di sebelah barat daya Kota Gaza telah terbunuh atau terluka setelah pasukan penjajah Israel menembaki mereka di bundaran utama.

Sejumlah jenazah terlihat tergeletak di tanah setelah serangan tersebut dan tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka karena bahaya serangan penjajah Israel lebih lanjut.

Baca Juga:
Perang Masih Berlanjut, Pemerintahan Teknokratis Baru Disebutkan Diperlukan untuk Menyatukan Rakyat Palestina

Sementara itu, dilaporkan jika puluhan jenazah tersebut, dibawa ke truk dikarenakan tidak ada ambulans yang tidak dapat mencapai daerah tersebut.

Laporan yang sama menyebutkan jika sejumlah orang yang terluka juga dibawa oleh truk menuju ke rumah sakit.

Mereka sebelumnya berkumpul di Jalan Al-Rashid, tempat truk bantuan yang membawa tepung diyakini sedang dalam perjalanan.

Baca Juga:
2 Ruang Operasi Ditargetkan dan Dihancurkan, RS Al Awda di Jalur Gaza Dilaporkan Harus Menutup Departemen Bedah

“Kami pergi mencari tepung dan tentara penjajah Israel menembaki kami,” jelas salah seorang saksi mata yang tidak disebutkan namanya.

Dia melanjutkan jika ada banyak korban di lapangan dan saat ini semua orang sedang berusaha memulihkan mereka.

“Tidak ada pertolongan pertama,” akunya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Sebut Tidak Pernah Dibayangkan, Salah Satu Pengurus Pemakaman di Gaza Ungkap Telah Menguburkan Lebih dari 17000 Orang

Seorang pengurus pemakaman di Jalur Gaza menyebutkan dia telah menguburkan lebih dari 17.000 orang sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023.

Penjajah Israel Halangi Bantuan, PBB Peringatkan 576000 Orang di Gaza Selangkah Lagi Menuju Kelaparan

Dilaporkan jika PBB memperingatkan jika sekitar 576.000 orang yang berada di Jalur Gaza selangkah lagi menuju kelaparan.

Jadi Fasilitas Medis Terbesar Kedua di Gaza, Lebih dari 120 Pasien RS Nasser Dilaporkan Memerlukan Evakuasi

Lebih dari 120 pasien di RS Nasser dilaporkan memerlukan evakuasi dengan tim medis yang tidak dapat memberikan layanan kesehatan pada pasien

Lakukan Penggerebekan, Pasukan Penjajah Israel Tangkap Sekitar 30 Pekerja dari Jalur Gaza di Tepi Barat

Pasukan penjajah Israel dilaporkan menangkap sekitar 30 orang pekerja yang berasal dari Jalur Gaza di Tepi Barat.

Panjangnya 10 Kilometer, Penjajah Israel Dilaporkan Telah Hancurkan Salah Satu Jaringan Terowongan Milik Hamas

Militer penjajah Israel telah menemukan dan juga menghancurkan jaringan terowongan milik Hamas yang panjangnya sekitar 10 kilometer.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;