Kehabisan Bahan Bakar, RS Al Shifa di Jalur Gaza Kini Hanya Miliki 3 Ambulans yang Beroperasi

Ket. Foto: RS Al Shifa di Jalur Gaza Dilaporkan Kini Hanya Mempunyai 3 Ambulans yang Beroperasi
Ket. Foto: RS Al Shifa di Jalur Gaza Dilaporkan Kini Hanya Mempunyai 3 Ambulans yang Beroperasi Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Kepala layanan ambulans di RS Al Shifa yang berada di Jalur Gaza, Faris Afana, mengatakan jika RS Al Shifa kini tidak lagi mampu menangani banyaknya korban yang datang setelah serangan yang dilakukan penjajah Israel terhadap warga Palestina yang sedang menunggu bantuan.

Dia menambahkan jika kini, RS Al Shifa juga hanya memiliki 3 ambulans yang beroperasi dikarenakan kehabisan bahan bakar.

“Karena serangan tersebut, tim RS Al Shifa berkendara di sepanjang Jalan Al-Rashid dan menemukan puluhan mayat yang tergeletak di jalan,” katanya.

Baca Juga:
Diserang saat Menunggu Bantuan, Seorang Warga Palestina Sebut Setiap Konvoi yang Datang Berarti Pembantaian Kembali

Faris Afana menyebutkan jika gerobak dan juga mobil pribadi juga digunakan untuk mengangkut lebih dari 200 orang yang terluka.

“Ambulans kemudian kembali untuk mengambil lebih banyak jenazah,” ujarnya.

Dia menekankan jika ini adalah genosida yang dilakukan penjajah Israel terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga:
Beri Alasan untuk Mencabut Komunitas dari Tanah Mereka, Penjajah Israel Tolak Akui 35 Desa Badui Palestina

“Para korban ini adalah warga sipil tidak berdosa yang menunggu berhari-hari untuk truk yang datang dengan membawa bantuan makanan,” ucapnya.

Sementara itu, kini korban tewas di Jalur Gaza dilaporkan telah melampaui angka 30.000, dengan jumlah tepatnya adalah 30.035 orang.

Sekitar 70.457 orang terluka akibat perang yang telah dimulai sejak tanggal 7 Oktober 2023.

Baca Juga:
Derita Dehidrasi dan Kekurangan Gizi, Total 6 Orang Anak Dilaporkan Meninggal di Beberapa Rumah Sakit Gaza Utara

Sementara itu, selain RS Al Shifa, beberapa rumah sakit lain di Jalur Gaza utara juga sedang berjuang untuk mengatasi banyaknya korban yang tewas dan terluka yang datang dari serangan yang dilakukan penjajah Israel terhadap kerumunan orang yang sedang menunggu pengiriman makanan.

Laporan sebelumnya menyebutkan jika setidaknya puluhan orang tewas dan lebih dari 250 orang lainnya luka-luka dalam kejadian tersebut.

“Beberapa lainnya dibawa juga ke RS Kamal Adwan di Jalur Gaza, RS Ahli dan juga rumah sakit Yordania, serta jumlahnya juga kemungkinan akan meningkat,” ujar salah satu sumber lokal yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga:
Gaza Hancur, Pasukan Penjajah Israel Secara Keliru Lepaskan Tembakan ke Wilayahnya Sendiri Sebanyak 5 Kali Sejak Awal Perang

Dia menambahkan jika rumah sakit juga kehabisan stol darah.

Dalam pernyataan persnya, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk apa ayang dilakukan pasukan penjajah Israel terhadap sekelompok orang yang sedang menunggu bantuan makanan.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk apa yang disebut mereka sebagai pembantaian berdarah dingin terhadap warga sipil. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Perang Masih Berlanjut, Pemerintahan Teknokratis Baru Disebutkan Diperlukan untuk Menyatukan Rakyat Palestina

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menyampaikan pemerintahan teknokratis yang baru diperlukan untuk satukan rakyat Palestina.

2 Ruang Operasi Ditargetkan dan Dihancurkan, RS Al Awda di Jalur Gaza Dilaporkan Harus Menutup Departemen Bedah

RS Al Awda yang berada di Jalur Gaza dilaporkan harus menutup Departemen Bedah setelah 2 ruang operasinya ditargetkan dan dihancurkan.

Sebut Tidak Pernah Dibayangkan, Salah Satu Pengurus Pemakaman di Gaza Ungkap Telah Menguburkan Lebih dari 17000 Orang

Seorang pengurus pemakaman di Jalur Gaza menyebutkan dia telah menguburkan lebih dari 17.000 orang sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023.

Penjajah Israel Halangi Bantuan, PBB Peringatkan 576000 Orang di Gaza Selangkah Lagi Menuju Kelaparan

Dilaporkan jika PBB memperingatkan jika sekitar 576.000 orang yang berada di Jalur Gaza selangkah lagi menuju kelaparan.

Jadi Fasilitas Medis Terbesar Kedua di Gaza, Lebih dari 120 Pasien RS Nasser Dilaporkan Memerlukan Evakuasi

Lebih dari 120 pasien di RS Nasser dilaporkan memerlukan evakuasi dengan tim medis yang tidak dapat memberikan layanan kesehatan pada pasien

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;