Pasukan Penjajah Israel Kepung Kota Hamad dan Al Qarara di Khan Younis, Warga yang Terjebak Meminta Evakuasi

Ket. Foto: Warga yang Terjebak di Kota Hamad dan Al Qarara di Khan Younis Dikabarkan Meminta Evakuasi
Ket. Foto: Warga yang Terjebak di Kota Hamad dan Al Qarara di Khan Younis Dikabarkan Meminta Evakuasi Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan penjajah Israel dilaporkan mengepung Kota Hamad dan Kota Al Qarara di Khan Younis sebagai salah satu persiapan untuk serangan ke wilayah utara.

Laporan yang sama menyebutkan jika warga yang berada di Kota Hamad dan Kota Al Qarara meminta dan menyerukan evakuasi di tengah ketidakmampuan tim pertahanan sipil mengakses mereka akibat dikepung oleh kendaraan militer penjajah Israel.

Khan Younis dikabarkan berada di bawah pemboman besar-besaran pada akhir pekan dan militer penjajah Israel mengatakan jika angkatan udara dan artileri mereka menyerang sekitar 50 sasaran dalam waktu 6 menit.

Baca Juga:
Kekurangan Gizi dan Dehidrasi, 15 Anak Palestina Dilaporkan Meninggal di RS Kamal Adwan

Militer penjajah Israel menyebutkan jika itu merupakan upaya untuk mengintensifkan pencapaian operasional di wilayah tersebut.

Terdapat laporan yang menyampaikan jika beberapa keluarga Palestina melalui media sosial mengatakan jika mereka tidak dapat meninggalkan rumah mereka karena tank-tank penjajah Israel berada di jalanan.

Di sisi lain, anggota parlemen oposisi penjajah Israel dan pemimpin Yisrael Beiteinu, Avigdor Liberman, menyerukan pemungutan suara dini di penjajah Israel.

Baca Juga:
Ketegangan Dekati Titik Didih, Warga Palestina di Lydd Dilaporkan Takut dengan Ancaman Kekerasan dari Penjajah Israel

Menurutnya, pemerintah telah menjalankan tugasnya dan tidak lagi mampu memimpin atau mempersatukan.

“Pemerintah tidak memiliki hak untuk hidup,” katanya.

Liberman mengakui dia telah memberikan ‘kredit’ kepada pemerintah selama 5 bulan, namun, selama 10 hari terakhir, pemerintah penjajah Israel tidak memiliki hak untuk hidup dan pemilu harus diadakan.

Baca Juga:
Banyak yang Terjebak pada Reruntuhan, Serangan Penjajah Israel di Rafah Tewaskan Sedikitnya 14 Warga Palestina

Pada bulan-bulan sebelumnya, dilaporkan jika Liberman mengatakan jika negaranya membutuhkan persatuan pada saat perang dan mengambil sikap menentang pemilu dini.

Pasukan penjajah Israel menyatakan jika pihaknya menyerang pejuang Palestina di sebelah barat Khan Younis dan bagian tengah Gaza.

“Pasukan kami menghancurkan infrastruktur musuh dan melenyapkan teroris yang beroperasi dari instalasi sipil di Khan Younis,” ungkap perwakilan mereka.

Baca Juga:
Perang Masih Terus Berlangsung, Otoritas Palestina Harapkan Gencatan Senjata di Jalur Gaza pada Bulan Ramadhan

Dalam pernyataannya, militer penjajah Israel mengatakan jika angkatan udara menyerang sekitar 50 sasaran tempur dalam waktu beberapa menit dengan bantuan pasukan artileri.

Dilaporkan jika diantara sasaran-sasaran tersebut, terdapat infrastruktur bawah tanah, bangunan militer dan juga bangunan-bangunan yang menjadi tempat berkumpulnya pejuang Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Agresi Militer Penjajah Israel, UN Women Sebut Konflik di Jalur Gaza Juga Merupakan Perang terhadap Perempuan

Dalam pernyataannya, UN Women menyebutkan jika konflik yang terjadi di Jalur Gaza juga merupakan perang terhadap perempuan.

Krisis Kemanusiaan, Pasukan Penjajah Israel Terus Lakukan Pemboman Selama 3 Hari di Sebelah Timur Deir El Balah

Laporan menyampaikan jika pasukan penjajah Israel terus melakukan pemboman selama 3 hari di sebelah timur Deir El Balah.

Serangan Penjajah Israel, 3 Orang Dilaporkan Tewas dalam Pemboman Sekolah di Khan Younis

3 orang warga Palestina dilaporkan tewas akibat pemboman yang dilakukan oleh penjajah Israel di Khan Younis, Jalur Gaza.

Agresi Penjajah Israel, Menteri Pertahanan AS Sebut Lebih dari 25000 Perempuan dan Anak Telah Terbunuh dalam Perang Gaza

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, menerangkan jika lebih dari 25.000 perempuan dan anak-anak telah terbunuh dalam perang di Jalur Gaza.

Kehabisan Bahan Bakar, RS Al Shifa di Jalur Gaza Kini Hanya Miliki 3 Ambulans yang Beroperasi

Menurut laporan, RS Al Shifa di Jalur Gaza kini hanya mempunyai 3 ambulans yang beroperasi karena kehabisan bahan bakar.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;