Bagian Paling Parah yang Alami Kelaparan, WFP Sebut Upaya Lanjutkan Pengiriman Makanan ke Gaza Utara Mayoritas Tidak Berhasil

Ket. Foto: WFP Menyatakan Upaya untuk Melanjutkan Pengiriman Makanan ke Wilayah Jalur Gaza Utara Sebagian Besar Tidak Berhasil
Ket. Foto: WFP Menyatakan Upaya untuk Melanjutkan Pengiriman Makanan ke Wilayah Jalur Gaza Utara Sebagian Besar Tidak Berhasil Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – WFP atau Program Pangan Dunia mengatakan jika upaya mereka untuk melanjutkan pengiriman makanan ke Jalur Gaza sebelah utara, yang menjadi wilayah yang paling parah mengalami kelaparan, sebagian besar tidak berhasil.

Dalam pernyataannya, WFP menyatakan jika pihaknya mengirimkan konvoi makanan sebanyak 14 truk ke wilayah Jalur Gaza utara, namun, pasukan penjajah Israel menolak truk bantuan tersebut.

WFP menambahkan jika sebelumnya ke-14 truk bantuan makanan tersebut telah menunggu selama 3 jam di pos pemeriksaan Wadi, Jalur Gaza.

Baca Juga:
Serang Orang yang Mencari Bantuan di Gaza, Human Rights Watch Sebut Adalah Bagian dari Pola Kekerasan Puluhan Tahun Penjajah Israel

“Truk-truk itu dialihkan rutenya dan dihentikan oleh sekelompok besar orang yang putus asa yang mengambil makanan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, WFP mengungkapkan jika total bantuan makanan yang dibawa sebanyak 200 ton.

Bulan Februari lalu, WFP menyatakan pihaknya menghentikan pengiriman bantuan makanan ke wilayah Jalur Gaza utara hingga kondisinya memungkinkan untuk dapat mendistribusikan makanan dengan aman.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Serang Kamp Pengungsi Balata di Tepi Barat, Seorang Pria Palestina Dilaporkan Terluka

Di sisi lain, George Noll, yang mengepalai Kantor Urusan Palestina AS, mengunjungi lokasi rumah milik aktivis Palestina, Fakhri Abu Diab, yang dihancurkan penjajah Israel.

Pada bulan Februari diketahui jika penjajah Israel menghancurkan rumah di Yerusalem Timur, Tepi Barat.

Rumah aktivis Palestina tersebut menjadi salah satu dari 87 rumah yang telah dihancurkan di lingkungan tersebut sejak perang yang dimulai pada tanggal 7 Oktober 2023.

Baca Juga:
Sebut Gerebek Infrastruktur Teroris, Tentara Penjajah Israel Lakukan Operasi Baru di Khan Younis

Dalam postingan media sosial resminya, Kantor Urusan Palestina AS mengutuk pembongkaran rumah yang dilakukan penjajah Israel, yang telah menyebarkan ketakutan di seluruh komunitas.

Disebutkan jika pemerintah AS yang memberikan dukungan diplomatik, ekonomi dan militer yang tidak tergoyahkan untuk penjajah Israel, seringkali mengecam kebijakan penghancuran rumah dan perluasan pemukiman.

“Hal tersebut bertentangan dengan upaya untuk mencapai perdamaian yang diinginkan di kawasan,” kata salah satu perwakilan mereka beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga:
Krisis Kelaparan Memburuk, Anak Palestina dengan Tubuh yang Kurus Banyak Terlihat di Rumah Sakit Gaza

Di sisi lain, Hamas menyampaikan jika perundingan gencatan senjata sedang berlangsung.

“Namun, keputusan ada di tangan penjajah Israel,” ungkap mereka.

Sementara itu, terkait perundingan gencatan senjata, Amerika Serikat menyebutkan jika hambatan terhadap gencatan senjata bukannya tidak dapat diatasi. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Akui Khawatir, Kepala Hak Asasi Manusia PBB Peringatkan Perang Gaza Dapat Memicu Konflik Regional

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, memperingatkan jika perang Gaza dapat memicu konflik regional yang lebih luas nantinya.

Gambarkan Sebagai Bencana yang Luar Biasa, Kementerian Kesehatan Gaza Ungkap Telah Deteksi Sekitar 1 Juta Kasus Penyakit Menular

Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan jika mereka telah mendeteksi sekitar 1 juta kasus penyakit menular.

UNRWA Kemungkinan Berhenti Beroperasi, Penduduk di Tepi Barat Khawatir Akan Hilangnya Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Penduduk di Tepi Barat mengatakan mereka khawatir akan hilangnya layanan pendidikan dan kesehatan jika UNRWA berhenti beroperasi.

Jalani Berbagai Perawatan untuk Menjadi Ibu, Seorang Wanita Palestina Ceritakan Kisahnya Kehilangan Bayi Kembarnya Karena Perang

Salah seorang wanita Palestina menceritakan kisahnya harus kehilangan bayi kembarnya karena perang yang terus berlangsung hingga sekarang.

Pasukan Penjajah Israel Kepung Kota Hamad dan Al Qarara di Khan Younis, Warga yang Terjebak Meminta Evakuasi

Warga yang terjebak di Kota Hamad dan Al Qarara di Khan Younis dikabarkan meminta evakuasi karena pengepungan yang dilakukan penjajah Israel

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;