Ramai di Media Sosial, Seorang Turis Asal Indonesia Diduga Rusak Bunga Sakura yang Sedang Bermekaran di Jepang, Warganet: Miskin Etika

Aksi turis Indonesia rusak bunga sakura di Jepang viral.
Aksi turis Indonesia rusak bunga sakura di Jepang viral. Source: Foto/Ilustrasi/Pexels.com

Internasional, gemasulawesi - Kejadian viral seorang turis diduga dari Indonesia merusak pohon sakura di Jepang mengundang perhatian luas netizen. 

Video tersebut menampilkan sekelompok orang yang tengah menikmati bunga sakura yang sedang mekar di Jepang. 

Salah satu pria dalam kelompok tersebut terlihat mengguncang-guncangkan ranting pohon sakura agar bunga-bunga sakura jatuh.

Video ini diunggah ke grup komunitas pencari tips pelesiran ke Jepang di Facebook, dengan klaim bahwa kejadian itu terjadi di kota Nara, dua hari sebelumnya. 

Baca Juga:
Yuk Kunjungi Nyawangan Park dengan Ketenangan Alam dan Petualangan Seru di Destinasi Eksotis Tulungagung

Pengunggah video tersebut menyebut bahwa orang-orang dalam video menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam video tersebut, terdengar celetukan-celetukan bahasa Indonesia seperti "Udah?" yang dijawab dengan "Jatuh" setelah dahan pohon sakura berhasil digoyang hingga bunga sakura jatuh. 

Video yang diunggah ulang di akun Instagram @folkative ini pun menuai beragam komentar.

Tindakan ini menuai reaksi negatif dari netizen yang menilai bahwa tindakan tersebut merusak alam dan tidak pantas dilakukan.

Baca Juga:
Akibat Serangan Balasan Iran ke Penjajah Israel, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Mengalami Penurunan pada Hari Selasa

Banyak netizen yang mengomentari bahwa orang-orang dalam video layak untuk dilarang masuk ke Jepang karena merusak keindahan alam yang menjadi salah satu daya tarik wisata negara tersebut. 

Ada juga komentar yang menyatakan rasa malu terhadap aksi tersebut, menganggapnya sebagai tindakan yang memalukan bagi masyarakat Indonesia.

Pengunggah video tersebut juga menyebut bahwa salah satu pria yang merusak pohon sakura tersebut merupakan warga Indonesia. 

Hal ini membuat kegeraman netizen semakin meningkat, dengan berbagai komentar mengecam aksi tersebut.

Baca Juga:
Nilai Tidak Sesuai Fakta, KPU Meyakini Mahkamah Konstitusi Akan Menolak Permohonan Sengketa Hasil Pilpres 2024

"Ketika lu punya duit, tapi miskin etika," tulis @edgarfatahillah.

"Seperti biasa, yang ngelakuin cuma beberapa orang yang malu se Indonesia," tulis @wnda_fp.

"Terpaksa seluruh rakyat indonesia yg menanggung rasa malu ini," tulis @dr.muslimkasim.

"Dia yang lakuin, orang lain yang malu," tulis @syif.kz.

"Demi apa? Ya benar, demi konten," tulis akun @ishal_az.

Baca Juga:
Terkait Dugaan Pemotongan Insentif ASN di BPPD, KPK Dilaporkan Menetapkan Bupati Sidoarjo sebagai Tersangka Korupsi

"Liburan elit, Etika sulit," tulis @eniastriani.

Bahkan ada salah seorang warganet yang juga menyinggung aturan di Jepang.

“Berdasarkan hukum Jepang,merusak pohon sakura atau tanaman lainnya adalah tindakan kriminal dan bisa dikenai denda hingga 100.000 yen, yaitu sebanyak Rp10juta. Baik taman pribadi maupun taman umum. Buang sampah di pinggir jalan juga ilegal,” tulis akun @kencampur.

Tindakan merusak pohon sakura di Jepang bukan hanya masalah kerusakan alam semata, tetapi juga menyinggung nilai-nilai budaya dan etika dalam berwisata. 

Bunga sakura yang bermekaran di Jepang menjadi momen yang dicari banyak turis, dan orang Jepang sendiri memiliki tradisi hanami atau ohanami untuk menikmati keindahan bunga sakura. 

Oleh karena itu, tindakan seperti ini sangat tidak pantas dilakukan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Mengulik Keindahan Sejarah dan Alam dengan Menemukan Pesona Taman Wisata Bukit Goa Jepang yang Tak Terlupakan

Taman Wisata Bukit Goa Jepang, saksi bisu sejarah dan keindahan alam, menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Menapaki Jejak Sejarah dan Keindahan Alam, Yuk Eksplorasi Goa Jepang Jombang Destinasi Wisata yang Mengagumkan

Goa Jepang Jombang adalah destinasi bersejarah di Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, memukau dengan keindahan alam.

Setelah Bertemu dengan Xi Jinping, Prabowo Dijadwalkan Mengunjungi Jepang pada Tanggal 2 hingga 3 April 2024

Kedutaan Besar Jepang mengungkapkan Prabowo dijadwalkan mengunjungi Jepang dari tanggal 2 hingga 3 April 2024.

Terkait Pembangunan IKN, Perusahaan Asal Jepang Dilaporkan Telah Bersedia Ikut Ambil Bagian

Beberapa perusahaan asal Jepang dilaporkan telah bersedia untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Krisis Kemanusiaan Karena Perang, Jepang Akan Salurkan Bantuan ke Gaza Melalui Koridor Mediterania

Jepang dilaporkan akan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina ke Jalur Gaza melalui koridor Mediterania.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;