Kembali Lakukan Penggerebekan, Warga Palestina yang Tewas dalam Serangan Jenin Dikabarkan Dibiarkan Kehabisan Darah

Ket. Foto: Warga Palestina yang Tewas dalam Serangan yang Dilakukan di Jenin Dilaporkan Dibiarkan Kehabisan Darah
Ket. Foto: Warga Palestina yang Tewas dalam Serangan yang Dilakukan di Jenin Dilaporkan Dibiarkan Kehabisan Darah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, pasukan penjajah Israel melakukan penggerebekan di hampir seluruh wilayah Tepi Barat.

Sejauh ini, telah terjadi 4 penggerebekan di kota-kota di Tepi Barat dan juga 7 penggerebekan di desa-desa dan kota-kota kecil.

Dalam penggerebekan yang dilakukan di Jenin, Tepi Barat, kemarin, 27 April 2024, beberapa pemuda Palestina terbunuh dan laporan menyampaikan jika mereka dibiarkan kehabisan darah selama sekitar 1 jam, sebelum akhirnya ambulans diizinkan tiba dan merawat mereka.

Baca Juga:
Termasuk Anak dan Perempuan, 8 Orang Dilaporkan Tewas dalam 2 Serangan yang Dilakukan Pasukan Penjajah Israel di Kamp Nuseirat

Disebutkan jika itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

Menurut hukum internasional, tentara penjajah Israel diwajibkan oleh hukum internasional untuk memberikan bantuan penyelamatan nyawa, bahkan, dalam situasi yang seperti sekarang.

Penggerebekan di Tulkarem, Tepi Barat, dikabarkan telah berakhir dan diketahui jika pasukan penjajah Israel masuk dan mengambil kamera keamanan dari jalan yang ada di depan rumah-rumah warga Palestina yang digunakan oleh penduduk untuk memantau penggerebekan.

Baca Juga:
Beri Syarat Menerapkan Rekomendasi, Belanda Nyatakan Akan Mempertimbangkan Melanjutkan Pendanaan untuk UNRWA

“Asumsi kami adalah militer penjajah Israel sedang mencari komandan batalion pejuang perlawanan Palestina di Tulkarem,” kata salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya.

Sebelumnya, dilaporkan secara luas bahwa pasukan penjajah Israel membunuh komandan tersebut beberapa minggu yang lalu dalam serangan yang dilakukan selama 3 hari di salah satu kamp yang ada di Tulkarem.

Namun, kabar terbaru menyampaikan ketika ‘debu telah hilang’ dari serangan tersebut, komandan itu ternyata masih hidup dan tetap menjadi duri di pihak penjajah Israel.

Baca Juga:
Berhasil Diselamatkan dari Ibunya yang Terbunuh oleh Pasukan Penjajah Israel, Seorang Bayi Prematur Asal Palestina Meninggal di Inkubator

Pasukan penjajah Israel juga dikabarkan menangkap 20 warga Palestina di Tepi Barat, yang diantara para tahanan tersebut juga terdapat anak-anak dan mantan tahanan.

LSM Masyarakat Tahanan Palestina menyatakan jika setidaknya 8.480 warga Palestina telah dimasukkan ke penjara penjajah Israel selama hampir 7 bulan perang berlangsung.

Diantara lebih dari 8.000 warga Palestina yang ditangkap, sekitar 3.660 orang telah ditahan dengan apa yang dinamakan penahanan adminsitratif, yang merupakan sebuah prosedur yang memungkinkan untuk militer penjajah Israel untuk menahan tahanan tanpa batas waktu.

Baca Juga:
Sebelum Melakukan Invasi Darat, Penjajah Israel Dilaporkan Meningkatkan Serangan Udara di Rafah, Jalur Gaza Selatan

“Mereka ditahan atas informasi rahasia yang tidak dapat diakses oleh tahanan atau pengacara mereka,” ujar mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Menjadi Kota Hantu, Save The Children Sebut Kaum Anak Palestina Kini Hidup di Puing Reruntuhan Bangunan Khan Younis

Save The Children mengungkapkan jika sekarang ini, kaum anak Palestina hidup di puing reruntuhan bangunan di Khan Younis.

Sebelumnya Menghentikan, PM Palestina Berterima Kasih kepada Jerman atas Rencana Melanjutkan Pendanaan untuk UNRWA

Perdana Menteri Palestina mengucapkan terima kasihnya kepada Jerman untuk rencana melanjutkan pendanaan mereka untuk UNRWA.

Ketakutan Meningkat Akibat Ancaman Invasi Darat ke Rafah, Militer Penjajah Israel Tegaskan Mereka Akan Terus Mengejar Hamas

Militer penjajah Israel menegaskan mereka akan terus mengejar Hamas dimana pun mereka berada di Jalur Gaza.

Melukai Beberapa Orang, Serangan Penjajah Israel di Rafah Dikabarkan Membuat 5 Warga Palestina Meninggal

Serangan penjajah Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, dikabarkan membuat 5 orang warga Palestina meninggal dan melukai sejumlah orang.

Terkait Penemuan Kuburan Massal di Gaza, Pengacara HAM Sebut Bukti Adalah Salah Satu Hal yang Harus Dicari Jika Penyelidikan Dilakukan

Pengacara HAM, Geoffrey Nice, menyampaikan jika bukti merupakan salah satu hal yang harus dilakukan jika penyelidikan dilakukan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;