Sebelumnya Menghentikan, PM Palestina Berterima Kasih kepada Jerman atas Rencana Melanjutkan Pendanaan untuk UNRWA

Ket. Foto: PM Palestina Mengucapkan Terima Kasihnya kepada Jerman atas Rencana Mereka Melanjutkan Pendanaan Mereka untuk UNRWA
Ket. Foto: PM Palestina Mengucapkan Terima Kasihnya kepada Jerman atas Rencana Mereka Melanjutkan Pendanaan Mereka untuk UNRWA Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Perdana Menteri Paletina, Muhammad Mustafa, menyatakan jika dia menghargai dan berterima kasih untuk pengumuman Jerman pada pekan ini yang berencana melanjutkan pendanaan mereka untuk UNRWA.

Diketahui jika sebelumnya, Jerman telah menghentikan pendanaan mereka untuk UNRWA pada awal tahun ini, setelah pemerintah penjajah Israel menuduh sejumlah pegawai UNRWA terlibat dalam Operasi Banjir Al-Aqsa.

Disebutkan jika tinjauan independen terhadap tuduhan penjajah Israel yang dilakukan oleh mantan Menteri Luar Negeri Prancis, Catherine Colonna, menemukan jika penjajah Israel tidak memberikan bukti yang signifikan untuk mendukung klaim yang mereka sampaikan terkait UNRWA.

Baca Juga:
Ketakutan Meningkat Akibat Ancaman Invasi Darat ke Rafah, Militer Penjajah Israel Tegaskan Mereka Akan Terus Mengejar Hamas

Di sisi lain, FFC atau Koalisi Armada Kebebasan, yang merupakan sebuah gerakan yang terdiri dari kampanye dan inisiatif yang berupaya mengakhiri blokade penjajah Israel di Jalur Gaza, menyebutkan kapal bantuan mereka yang menuju ke Jalur Gaza telah tertunda untuk meninggalkan Turki.

Dalam sebuah pernyataan, FFC memaparkan jika mereka telah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan ke otoritas pelabuhan, serta kargo telah dimuat dan disiapkan untuk melakukan perjalanan ke Jalur Gaza.

“Namun, kami menerima kabar mengenai hambatan administratif yang diprakarsai oleh penjajah Israel dalam upaya untuk mencegah kepergian kami,” ujar mereka.

Baca Juga:
Melukai Beberapa Orang, Serangan Penjajah Israel di Rafah Dikabarkan Membuat 5 Warga Palestina Meninggal

FFC menambahkan jika penjajah Israel menekan Republik Guinea Bissau untuk menarik bendera mereka dari kapal utama milik FFC, Akdeniz.

“Hal ini yang memicu permintaan untuk pemeriksaan tambahan yang menunda rencana keberangkatan kami pada tanggal 26 April 2024,” terang mereka.

Lebih lanjut, FFC menegaskan jika ini merupakan contoh lain dari penjajah Israel yang menghalangi pengiriman bantuan penyelamatan jiwa kepada masyarakat di Jalur Gaza yang sedang menghadapi bencana kelaparan yang sengaja diciptakan.

Baca Juga:
Terkait Penemuan Kuburan Massal di Gaza, Pengacara HAM Sebut Bukti Adalah Salah Satu Hal yang Harus Dicari Jika Penyelidikan Dilakukan

“Ini juga bukan pertama kalinya penjajah Israel menggunakan taktik semacam ini untuk menghentikan upaya kami untuk menyelamatkan nyawa rakyat Palestina di Jalur Gaza,” jelas mereka.

FFC menyampaikan jika pekerja bantuan mereka yang berasal dari 40 negara dijadwalkan mengirimkan 5.000 ton bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dengan menggunakan Akdeniz. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Krisis Kelaparan, Ketua UNRWA Nyatakan Peningkatan Truk Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza Perlu Dipertahankan

Ketua UNRWA, Philippe Lazzarini, menuturkan peningkatan truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza perlu untuk dipertahankan.

Tempatkan Pasukan dan Kendaraan di Pangkalan Militer Dekat Gaza, Penjajah Israel Dilaporkan Siap untuk Meningkatkan Skala Perang Mereka

Pasukan penjajah Israel dikabarkan siap untuk meningkatkan skala perang mereka di Jalur Gaza dengan menempatkan militer di dekat Gaza.

4 Orang Terluka, Serangan Udara yang Dilakukan Penjajah Israel terhadap Sebuah Rumah di Rafah Dikabarkan Menewaskan 3 Warga Palestina

Serangan yang dilakukan oleh penjajah Israel terhadap sebuah rumah di Rafah dikabarkan menewaskan 3 warga Palestina.

Sebut Sangat Meresahkan, PBB Perbarui Seruan untuk Melakukan Penyelidikan yang Kredibel terhadap Laporan Penemuan Kuburan Massal di Gaza

PBB memperbarui seruan untuk melakukan penyelidikan terkait laporan ditemukannya kuburan massal di Jalur Gaza.

Seiring Persiapan Menyerang Rafah, Penjajah Israel Dilaporkan Memperluas Zona Kemanusiaan di Jalur Gaza yang Akan Menampung 1 Juta Pengungsi

Pasukan penjajah Israel dikabarkan memperluas apa yang disebut dengan zona kemanusiaan di Gaza seiring dengan persiapan menyerang Rafah.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;