Terluka Parah, Seorang Pekerja UNRWA yang Kehilangan 2 Kakinya Akibat Serangan Pasukan Penjajah Israel Telah Tiba di Qatar untuk Perawatan

Ket. Foto: Seorang Pekerja UNRWA yang Kehilangan 2 Kakinya Akibat Serangan Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Telah Tiba di Qatar untuk Memperoleh Perawatan
Ket. Foto: Seorang Pekerja UNRWA yang Kehilangan 2 Kakinya Akibat Serangan Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Telah Tiba di Qatar untuk Memperoleh Perawatan Source: (Foto/X/@UNLazzarini)

Internasional, gemasulawesi – Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, melaporkan bahwa seorang anggota staf atau pekerja UNRWA yang juga merupakan jurnalis foto, Abdallah, yang terluka parah dan kehilangan kedua kakinya telah tiba di Qatar untuk mendapatkan perawatan.

Menurut Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, Abdallah diketahui menderita luka parah akibat pemboman yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel di Jalur Gaza bagian utara.

“Abdallah secara ajaib selamat dari luka-lukanya, namun, Abdallah kemudian dibawa ke RS al-Shifa dimana dia menyaksikan kengerian dari pengepungan yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel selama 2 minggu,” katanya.

Baca Juga:
Puluhan Lainnya Terluka, 7 Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara yang Dilakukan Pasukan Penjajah Israel terhadap 2 Rumah di Kota Gaza

Philippe Lazzarini melanjutkan bahwa Abdallah kemudian dipindahkan dengan susah payah ke Rafah.

Dalam keterangannya hari ini, tanggal 29 April 2024, Philippe Lazzarini juga menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri Tenaga Kerja Sama Internasional Qatar, Lolwah Alkhater, dan juga Kementerian Luar Negeri dikarenakan membantu Abdallah menerima perawatan penyelamatan nyawa yang dibutuhkan.

Sebelumnya, PBB menyampaikan jika 180 pegawai UNRWA telah tewas di Jalur Gaza sejak perang dimulai di bulan Oktober 2023 dan banyak pegawai UNRWA yang juga mengalami luka parah.

Baca Juga:
Tempat Perlindungan Lebih dari 1 Juta Orang, Presiden Palestina Sebut Hanya AS yang Dapat Menghentikan Serangan Penjajah Israel ke Rafah

Di sisi lain, para pejabat Hamas dijadwalkan melakukan perjalanan ke Kairo, Mesir, pada hari Senin, tanggal 29 April 2024, untuk melakukan pembicaraan kesepakatan gencatan senjata.

Gedung Putih menyampaikan jika Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, berbicara dengan Benjamin Netanyahu, dan menegaskan kembali posisinya yang jelas mengenai kemungkinan invasi darat ke Rafah yang berada di perbatasan Jalur Gaza.

Sementara itu, kepala staf militer penjajah Israel dilaporkan menyetujui rencana kelanjutan perang ketika para menteri garis keras penjajah Israel memperingatkan Benjamin Netanyahu jika pemerintahannya akan runtuh jika gencatan senjata disepakati.

Baca Juga:
Seiring dengan Upaya Melancarkan Perang, Tentara Penjajah Israel Harap Dermaga Bantuan Gaza Siap pada Awal Mei

Setidaknya 34.454 warga Palestina telah meninggal di Jalur Gaza dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel.

77.575 lainnya terluka karena perang yang hingga kini masih berlangsung di Jalur Gaza.

Di sisi lain, sejumlah universitas di AS melakukan demo untuk melancarkan protesnya terhadap perang antara Palestina dengan penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Laporkan Membunuh Banyak Pejuang, Militer Penjajah Israel Mengklaim Mencapai 25 Sasaran di Jalur Gaza Termasuk Depot Senjata Hamas

Militer penjajah Israel menyampaikan mencapai 25 sasaran di Jalur Gaza, yang termasuk dengan depot senjata milik Hamas.

Kembali Lakukan Penggerebekan, Warga Palestina yang Tewas dalam Serangan Jenin Dikabarkan Dibiarkan Kehabisan Darah

Warga Palestina yang tewas di Jenin, Tepi Barat, dilaporkan dibiarkan kehabisan darah sebelum akhirnya ambulans tiba.

Termasuk Anak dan Perempuan, 8 Orang Dilaporkan Tewas dalam 2 Serangan yang Dilakukan Pasukan Penjajah Israel di Kamp Nuseirat

8 orang warga Palestina dilaporkan tewas dalam 2 serangan yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel di Kamp Nuseirat.

Beri Syarat Menerapkan Rekomendasi, Belanda Nyatakan Akan Mempertimbangkan Melanjutkan Pendanaan untuk UNRWA

Belanda menyebutkan akan mempertimbangkan melanjutkan pendanaan mereka kepada UNRWA dengan syarat UNRWA menerapkan rekomendasi.

Berhasil Diselamatkan dari Ibunya yang Terbunuh oleh Pasukan Penjajah Israel, Seorang Bayi Prematur Asal Palestina Meninggal di Inkubator

Seorang bayi prematur Palestina yang diselamtkan dari ibunya yang meninggal akibat penjajah Israel meninggal di inkubator.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;