Alasan Kelelahan, 30 Tentara Cadangan Penjajah Israel Dilaporkan Menolak Ambil Bagian dalam Rencana Invasi Darat ke Rafah

Ket. Foto: 30 Tentara Cadangan Penjajah Israel Dikabarkan Menolak Ambil Bagian dalam Rencana Invasi Darat ke Rafah
Ket. Foto: 30 Tentara Cadangan Penjajah Israel Dikabarkan Menolak Ambil Bagian dalam Rencana Invasi Darat ke Rafah Source: (Foto/X/@IDF)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, 30 tentara cadangan penjajah Israel dilaporkan menolak ambil bagian dalam rencana invasi darat ke Rafah, yang berada di Jalur Gaza bagian selatan.

Laporan yang sama menyebutkan jika para prajurit cadangan penjajah Israel tersebut menyampaikan jika mereka kelelahan dan juga tidak dapat melaksanakan tugas mereka.

Dikabarkan jika komandan militer penjajah Israel tidak akan memaksa pasukan cadangan untuk berpartisipasi dalam pertempuran di Rafah serta mengungkapkan jika hal ini tidak akan mempengaruhi aspek operasional.

Baca Juga:
Terluka Parah, Seorang Pekerja UNRWA yang Kehilangan 2 Kakinya Akibat Serangan Pasukan Penjajah Israel Telah Tiba di Qatar untuk Perawatan

Menurut laporan kemarin, tanggal 29 April 2024, waktu penjajah Israel, disebutkan juga jika langkah tersebut mengindikasikan tingginya tingkat pengurangan kekuatan pasukan cadangan setelah hampir 7 bulan perang berlangsung.

Di sisi lain, salah satu sumber lokal penjajah Israel yang tidak disebutkan namanya menyampaikan keluarga pasukan cadangan penerjun payung telah menyatakan keprihatinan atas kesehatan mental dan fisik mereka ketika mereka secara aktif mengambil bagian dalam perang di Jalur Gaza.

Diketahui jika pada tanggal 29 Februari 2024, pasukan terjun payung penjajah Israel juga mundur dari Khan Younis.

Baca Juga:
Puluhan Lainnya Terluka, 7 Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara yang Dilakukan Pasukan Penjajah Israel terhadap 2 Rumah di Kota Gaza

Mereka digantikan oleh Brigade Bislamach.

Di akhir pekan, Menteri Luar Negeri penjajah Israel, Israel Katz, menyatakan jika rencana serangan ke Rafah dapat ditunda jika kesepakatan mengenai penyanderaan dicapai dengan Hamas.

“Jika ada kesepakatan yang tercapai, kami akan menghentikan operasi tersebut,” katanya.

Baca Juga:
Tempat Perlindungan Lebih dari 1 Juta Orang, Presiden Palestina Sebut Hanya AS yang Dapat Menghentikan Serangan Penjajah Israel ke Rafah

Di sisi lain, seorang pejabat senior Hamas yang tidak mau disebutkan namanya memaparkan jika Hamas tidak memiliki masalah besar dengan usulan terbaru yang diajukan oleh Mesir dan penjajah Israel untuk kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.

“Suasananya positif kecuali ada hambatan baru yang berasal dari pihak penjajah Israel,” ujarnya.

Dia melanjutkan jika tidak ada masalah besar dalam pengamatan dan juga penyelidikan yang diajukan oleh Hamas mengenai isi proposal tersebut.

Baca Juga:
Seiring dengan Upaya Melancarkan Perang, Tentara Penjajah Israel Harap Dermaga Bantuan Gaza Siap pada Awal Mei

Hingga kini, 34.448 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan yang masih dilakukan oleh penjajah Israel di Jalur Gaza.

Sementara itu, 77.643 orang lainnya terluka akibat gempuran, baik luka berat atau luka ringan.

Warga Palestina juga harus tinggal di pengungsian dikarenakan bangunan tempat tinggal mereka kini hanya tinggal puing-puing reruntuhan akibat agresi penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Laporkan Membunuh Banyak Pejuang, Militer Penjajah Israel Mengklaim Mencapai 25 Sasaran di Jalur Gaza Termasuk Depot Senjata Hamas

Militer penjajah Israel menyampaikan mencapai 25 sasaran di Jalur Gaza, yang termasuk dengan depot senjata milik Hamas.

Kembali Lakukan Penggerebekan, Warga Palestina yang Tewas dalam Serangan Jenin Dikabarkan Dibiarkan Kehabisan Darah

Warga Palestina yang tewas di Jenin, Tepi Barat, dilaporkan dibiarkan kehabisan darah sebelum akhirnya ambulans tiba.

Termasuk Anak dan Perempuan, 8 Orang Dilaporkan Tewas dalam 2 Serangan yang Dilakukan Pasukan Penjajah Israel di Kamp Nuseirat

8 orang warga Palestina dilaporkan tewas dalam 2 serangan yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel di Kamp Nuseirat.

Beri Syarat Menerapkan Rekomendasi, Belanda Nyatakan Akan Mempertimbangkan Melanjutkan Pendanaan untuk UNRWA

Belanda menyebutkan akan mempertimbangkan melanjutkan pendanaan mereka kepada UNRWA dengan syarat UNRWA menerapkan rekomendasi.

Berhasil Diselamatkan dari Ibunya yang Terbunuh oleh Pasukan Penjajah Israel, Seorang Bayi Prematur Asal Palestina Meninggal di Inkubator

Seorang bayi prematur Palestina yang diselamtkan dari ibunya yang meninggal akibat penjajah Israel meninggal di inkubator.

Berita Terkini

wave

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa


See All
; ;