Sebut Harus Bergabung dengan yang Lain, Kepala UNRWA Nyatakan Saatnya Memberikan Gaza Akses ke Media Internasional

Ket. Foto: Kepala UNRWA Menyampaikan Sekarang ini Saatnya Memberikan Gaza Akses ke Media Internasional
Ket. Foto: Kepala UNRWA Menyampaikan Sekarang ini Saatnya Memberikan Gaza Akses ke Media Internasional Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menyatakan jika sekarang ini adalah saatnya memberikan Gaza akses ke media internasional.

Menurut Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, akses tersebut diberikan agar para jurnalis Palestina di Jalur Gaza dapat melengkapi pekerjaan mereka.

Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menyatakan jika jurnalis Palestina di Jalur Gaza harus bergabung dengan rekan-rekan internasional mereka yang lainnya untuk melaporkan perang Gaza.

Baca Juga:
Sentimen Pro Palestina Meningkat di Seluruh Dunia, Benjamin Netanyahu Tegaskan Penjajah Israel Akan Berdiri Sendiri Jika Diperlukan

Dalam keterangan kemarin, 3 Mei 2024, menandai Hari Kebebasan Pers Sedunia, Lazzarini mencatat jumlah tertinggi jurnalis yang terbunuh dalam konflik apapun terjadi di Jalur Gaza yang dilakukan oleh militer penjajah Israel.

“Tanpa keberanian dan tekad jurnalis Palestina, kita tidak akan mengetahui dan memahami sejauh mana tragedi yang terjadi di Jalur Gaza,” katanya.

Di sisi lain, Juru Bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, menyatakan jika Amerika Serikat telah bersikap jelas kepada penjajah Israel mengenai kekhawatirannya atas operasi militer besar apapun di Rafah dan juga bahaya yang ditimbulkan terhadap 1,5 juta warga sipil disana.

Baca Juga:
Salah Satunya Adalah Dokter, Masyarakat Tahanan Palestina Ungkap 2 Orang Tawanan Asal Gaza Meninggal di Penjara Penjajah Israel

Jean-Pierre mengungkapkan AS ingin memastikan kehidupan rakyat Palestina terlindungi.

“Kami yakin pemerintah penjajah Israel akan mempertimbangkan kekhawatiran kami,” ujarnya.

Namun, diakui Jean-Pierre, jika Amerika Serikat belum melihat sebuah rencana yang komprehensif.

Baca Juga:
Alasan Krisis Kemanusiaan di Jalur Gaza, Turki Dikabarkan Telah Menghentikan Perdagangan dengan Penjajah Israel

“Dan kami juga ingin memastikan jika perundingan tersebut terus berlanjut karena penting untuk melindungi nyawa rakyat Palestina yang tidak bersalah dan juga lebih dari 1 juta orang yang mencari perlindungan di Rafah,” paparnya.

Sementara itu, serangan udara penjajah Israel dikabarkan menghancurkan sebuah rumah di Kamp Maghazi, yang berada di Jalur Gaza bagian tengah.

Diketahui jika beberapa serangan penjajah Israel paling intens dalam perang yang berlangsung hampir 7 bulan ini terjadi di Jalur Gaza bagian tengah.

Baca Juga:
Mengenai Rencana Invasi Darat ke Rafah, Kepala UNICEF Memperingatkan Akan Terjadi Kehancuran Lebih Lanjut untuk Kaum Anak Palestina

Dilaporkan jika Kamp Maghazi telah diserang selama beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu serangan yang paling mematikan di Kamp Maghazi terjadi di bulan Desember 2023, dengan lebih dari 100 orang dilaporkan tewas.

Mayoritas diantara mereka adalah perempuan dan anak-anak yang menjadi pengungsi. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Tegaskan Akan Selalu Mendukung Palestina, Turki Dilaporkan Akan Bergabung dalam Kasus Genosida Afrika Selatan di ICJ

Turki akan bergabung dalam kasus genosida Afrika Selatan terhadap pasukan penjajah Israel di ICJ atau Mahkamah Internasional.

Untuk Memberikan Layanan Medis, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina Dikabarkan Akan Mendirikan Rumah Sakit Lapangan di Jalur Gaza

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina akan mendirikan rumah sakit lapangan di daerah Mawasi, Jalur Gaza.

Perang Penjajah Israel dengan Palestina, Pertahanan Sipil Gaza Kembali Menemukan 9 Jenazah dari Bawah Reruntuhan di Khan Younis

Kru Pertahanan Sipil Gaza kembali menemukan 9 jenazah dari bawah puing reruntuhan yang berada di Khan Younis.

Sebelumnya Diminta Nikaragua, ICJ Memutuskan untuk Tidak Mengeluarkan Tindakan Darurat atas Penjualan Senjata Jerman ke Penjajah Israel

ICJ diketahui memutuskan untuk tidak mengeluarkan tindakan darurat atas penjualan senjata Jerman ke penjajah Israel.

Hantam Sebuah Rumah, 2 Orang Anak Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara yang Dilakukan Pasukan Penjajah Israel di Rafah

2 orang anak dilaporkan tewas dalam serangan udara yang terjadi di Rafah, Jalur Gaza selatan, yang menghantam sebuah rumah.

Berita Terkini

wave

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa


See All
; ;