Terus Diserang, Situasi Dilaporkan Semakin Mengerikan bagi Sejumlah Rumah Sakit di Jalur Gaza Bagian Utara

Ket. Foto: Situasi Dikabarkan Semakin Mengerikan untuk Sejumlah Rumah Sakit yang Ada di Jalur Gaza Bagian Utara
Ket. Foto: Situasi Dikabarkan Semakin Mengerikan untuk Sejumlah Rumah Sakit yang Ada di Jalur Gaza Bagian Utara Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, situasi semakin mengerikan untuk rumah sakit di Jalur Gaza bagian utara, khususnya RS Kamal Adwan, yang terus diserang dan RS al-Awda.

Petugas medis di RS al-Awda yang tidak disebutkan namanya kemarin, 24 Mei 2024, waktu Palestina, mengatakan tentara penjajah Israel telah menghancurkan segalanya, termasuk dengan pintu rumah sakit, saat mereka menggunakan pengeras suara untuk memerintahkan pasien dan keluarga mereka agar melarikan diri.

Beberapa petugas medis dikabarkan menolak untuk pergi sampai militer penjajah Israel membawa ambulans yang dapat membantu pasien dalam kondisi kritis untuk sampai ke sisi barat Kota Gaza, atau ke tempat dimana pasien-pasien tersebut dapat mendapatkan perawatan medis yang layak.

Baca Juga:
7 Orang Tewas, Jet Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Sejumlah Rumah di Jalur Gaza Utara

Di sisi lain, tepat di luar Rafah, quadcopter milik penjajah Israel dikabarkan melayang diatas RS European Gaza, yang merupakan rumah sakit paling besar yang beroperasi di Jalur Gaza bagian selatan.

Kendaraan milik pasukan penjajah Israel juga kini bergerak dari Rafah bagian timur menuju ke pusat kota, mencapai pinggiran kamp pengungsi Shaboura, dimana tembakan roket dan artileri terdengar.

Sementara itu, meski telah 2 minggu melakukan serangan terakhir mereka di Jabalia, Jalur Gaza, pasukan penjajah Israel disana terus mendapatkan serangan mortir dan RPG di kamp pengungsi Jabalia dan juga di sebelah timur kota dari para pejuang Hamas.

Baca Juga:
Selain Jalur Gaza, Ketua UNRWA Sebut Perang Lain Tanpa Disadari sedang Terjadi di Tepi Barat, Palestina

Di Rafah bagian selatan, yang merupakan tempat pasukan penjajah Israel beroperasi di lingkungan Brazil dan Shaboura, para pejuang Palestina juga melancarkan serangan dengan mortir dan alat peledak improvisasi atau IED.

Di sisi lain, senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, menyatakan dunia tidak dapat membiarkan barbarisme penjajah Israel terus berlanjut di Jalur Gaza.

“Itulah yang telah mereka lakukan,” katanya.

Baca Juga:
Terdiri dari Perempuan dan Anak, Lebih dari 22 Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Pasukan Penjajah Israel Terbaru

Sanders diketahui mengutip perintah sebelumnya yang diberikan oleh Menteri Pertahanan penjajah Israel, Yoav Gallant, kepada pasukannya untuk memberlakukan pengepungan total di Jalur Gaza.

“Kami memerangi manusia dan hewan, serta kami mengambil tindakan yang sesuai,” tegasnya.

Diketahui jika pengepungan total tersebut menyebabkan makanan dan bahan bakar yang dibutuhkan oleh warga Palestina terhambat masuk ke Jalur Gaza. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Terkait Invasi Rafah, Penjajah Israel Dilaporkan Khawatir ICJ Akan Mengambil Sikap yang Lebih Keras terhadap Perang Gaza

Penjajah Israel dilaporkan khawatir jika ICJ akan mengambil sikap yang lebih keras terhadap perang di Jalur Gaza.

Berasal dari Seluruh Dunia, Lebih 100 Organisasi HAM Mendesak Pemerintah AS untuk Menentang Segala Upaya Melemahkan ICC

Lebih dari 100 organisasi HAM dari seluruh dunia mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk menentang segala upaya melemahkan ICC.

Tegaskan Akan Melakukan Penyelidikan, Militer Penjajah Israel Membenarkan Tentara Mereka Melemparkan Al Quran ke dalam Api di Gaza

Militer penjajah Israel membenarkan bahwa tentara mereka memang melemparkan Al Quran ke dalam api di Jalur Gaza.

Telah Mengambil Posisi Baru, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Bergerak Lebih Jauh ke Jantung Rafah, Jalur Gaza Selatan

Pasukan penjajah Israel dilaporkan bergerak lebih jauh ke jantung Rafah, yang berada di Jalur Gaza bagian selatan.

Demi Perdamaian di Timur Tengah, Norwegia, Irlandia dan Spanyol Akan Secara Resmi Mengakui Palestina Sebagai Sebuah Negara Minggu Depan

Irlandia, Spanyol dan Norwegia akan secara resmi mengakui negara Palestina sebagai sebuah negara pada minggu depan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;