Serangan Pesawat Tak Berawak Penjajah Israel di Dekat Tripoli Lebanon Menewaskan Seorang Pejabat Hamas

Ket. Foto: Seorang Pejabat Hamas Tewas dalam Serangan Penjajah Israel di Dekat Tripoli, Lebanon
Ket. Foto: Seorang Pejabat Hamas Tewas dalam Serangan Penjajah Israel di Dekat Tripoli, Lebanon Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Serangan pesawat tak berawak penjajah Israel menargetkan kamp pengungsi Palestina di dekat Tripoli, Lebanon, dan menewaskan seorang pejabat Hamas, istri, dan juga anak-anaknya.

Kejadian yang terjadi pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober 2024, tersebut menjadi yang pertama kalinya wilayah utara Lebanon diserang sejak dimulainya serangan intensif penjajah Israel di Lebanon di bulan September 2024.

Hamas mengumumkan bahwa serangan pesawat tak berawak itu menewaskan Saeed Atallah Ali, yang merupakan seorang pejabat militer Hamas, bersama dengan istri dan juga 2 putrinya.

Baca Juga:
UNRWA Sebut Warga Palestina di Jalur Gaza Telah Hidup dalam Teror yang Tak Terbayangkan Selama Setahun

Media Lebanon dan Palestina menyampaikan serangan tersebut menghantam sebuah gedung apartemen di Kamp Beddawi untuk pengungsi Palestina.

“Kami berjanji kepada rakyat kami untuk membalas darah murni yang tertumpah dan menegaskan rangkaian tanggapan kami selanjutnya akan lebih berupa tindakan daripada kata-kata,” ujar Hamas dalam sebuah pernyataan.

Menurut laporan media di Lebanon, disebutkan serangan tersebut membakar habis dan meratakan gedung apartemen, dengan beberapa jenazah dipindahkan oleh Palang Merah ke Rumah Sakit Pemerintah Tripoli dan RS Al-Hilal.

Baca Juga:
Beberapa Warga Palestina Dilaporkan Mati Lemas Akibat Gas Beracun Pasukan Penjajah Israel di Tepi Barat

Kamp Beddawi didirikan di tahun 1955 dan menurut PBB dihuni oleh sekitar 18.000 orang.

Di dalam kamp itu terdapat 5 sekolah yang dikelola oleh UNRWA yang melayani ribuan anak.

Setelah serangan tersebut, terjadi protes besar-besaran oleh penduduk setempat yang mengecam agresi itu.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Melarang Adzan Jumat Disiarkan dari Menara Masjid Ibrahimi di Hebron

Sebelumnya, penjajah Israel melakukan serangan udara serentak di pinggiran selatan Beirut di hari Jumat malam.

Sekitar 2.000 orang telah dibunuh oleh penjajah Israel di Lebanon sejak negara tersebut secara dramatis meningkatkan serangannya terhadap negara tersebut bulan lalu.

Pengeboman penjajah Israel terhadap Lebanon telah menyebabkan sekitar 1,2 juta orang mengungsi.

Baca Juga:
Penjajah Israel Dilaporkan Menggunakan Bom Fosfor dalam Serangan terhadap Sebuah Gedung Apartemen di Lebanon

Dengan penduduk di bagian selatan, pinggiran Beirut di Dahieh, dan Lembah Bekaa di timur meninggalkan rumah mereka.

Organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia terkemuka telah menyerukan gencatan senjata segera di Lebanon karena penjajah Israel terus menyerang negara tersebut, memperluas perangnya di wilayah itu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

UNRWA Sebut Warga Palestina di Jalur Gaza Telah Hidup dalam Teror yang Tak Terbayangkan Selama Setahun

Disebutkan UNRWA bahwa warga Palestina di Jalur Gaza telah hidup dalam teror yang tak terbayangkan selama 1 tahun terakhir.

Beberapa Warga Palestina Dilaporkan Mati Lemas Akibat Gas Beracun Pasukan Penjajah Israel di Tepi Barat

Beberapa warga Palestina mati lemas akibat gas beracun pasukan penjajah Israel di Tepi Barat dan seorang terluka karena peluru tajam.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Melarang Adzan Jumat Disiarkan dari Menara Masjid Ibrahimi di Hebron

Adzan Jumat dilaporkan dilarang disiarkan oleh pasukan penjajah Israel dari menara Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat.

Penjajah Israel Dilaporkan Menggunakan Bom Fosfor dalam Serangan terhadap Sebuah Gedung Apartemen di Lebanon

Dalam serangannya terhadap sebuah gedung apartemen di Lebanon, penjajah Israel dikabarkan menggunakan bom fosfor.

Otoritas Penjajah Israel Membebaskan Jurnalis Palestina Setelah Menahannya selama 6 Bulan

Jurnalis Palestina, Asmaa Harish, dibebaskan oleh otoritas penjajah Israel setelah sebelumnya menahannya selama 6 bulan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;