Penjajah Israel Akan Menyita Tanah Tempat Kantor Pusat UNRWA di Yerusalem Timur untuk Bangun Perumahan Pemukim

Ket. Foto: Penjajah Israel Akan Menyita Tanah Kantor Pusat UNRWA untuk Membangun Perumahan Pemukim
Ket. Foto: Penjajah Israel Akan Menyita Tanah Kantor Pusat UNRWA untuk Membangun Perumahan Pemukim Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Otoritas Tanah penjajah Israel akan menyita tanah tempat kantor pusat UNRWA yang berada di Yerusalem Timur yang diduduki untuk membangun perumahan untuk pemukim ilegal.

Menurut informasi, kantor pusat UNRWA akan diubah menjadi 1.440 unit rumah.

Ini merupakan serangan terkini terhadap UNRWA dan fasilitas-fasilitasnya oleh penjajah Israel, yang telah lama berupaya agar organisasi tersebut ditutup dengan mengajukan RUU yang menetapkan UNRWA sebagai organisasi teroris dan 2 rancangan lainnya yang diajukan mingg lalu.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu dan Menghancurkan 2 Kolam Penampungan Air di Jenin

Ini berarti UNRWA tidak akan lagi diizinkan untuk mengoperasikan lembaga apa pun, menyediakan layanan apa pun atau melakukan aktivitas apa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung di penjajah Israel.

Philippe Lazzarini, yang merupakan Komisaris Jenderal UNRWA, telah memperingatkan bahwa jika RUU itu diadopsi konsekuensinya akan sangat berat.

Lazzarini berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB dan mengatakan jika UNRWA dilarang di penjajah Israel, seluruh respons kemanusiaan di Jalur Gaza mungkin akan hancur.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Kelelahan dan Kehilangan 12 Batalyon dalam Perang Gaza

“Di Tepi Barat, penyediaan pendidikan, perawatan, kesehatan primer untuk ratusan ribu pengungsi Palestina akan terhenti,” katanya.

Dia menambahkan UU anti-UNRWA bagian dari kampanye yang lebih luas untuk membubarkan UNRWA, berupaya mencabut status pengungsi Palestina dan mengubah secara sepihak parameter untuk solusi politik di masa mendatang.

Penjajah Israel telah melobi keras agar UNRWA ditutup karena lembaga tersebut adalah satu-satunya badan PBB yang mempunyai mandat khusus untuk mengurus kebutuhan dasar pengungsi Palestina.

Baca Juga:
Hizbullah Telah Mengonfirmasi Kesiapan Misilnya untuk Menyerang Lokasi Manapun di Palestina yang Diduduki

Menurut penjajah Israel, jika UNRWA tidak ada lagi, maka masalah pengungsi tidak boleh ada lagi dan hak sah untuk pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka tidak akan dibutuhkan lagi.

Penjajah Israel telah menolak hak untuk kembali tersebut sejak akhir tahun 1940-an, meski keanggotaannya sendiri di PBB dibuat bersyarat pada pengungsi Palestina yang diizinkan untuk kembali ke rumah dan juga tanah mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu dan Menghancurkan 2 Kolam Penampungan Air di Jenin

2 kolam penampungan air yang ada di Desa Jalameh, di Jenin, diserbu dan dihancurkan oleh pasukan penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Kelelahan dan Kehilangan 12 Batalyon dalam Perang Gaza

Pasukan penjajah Israel dilaporkan kehilangan 12 batalyon dalam perang yang berlangsung di Jalur Gaza dan juga kelelahan.

Hizbullah Telah Mengonfirmasi Kesiapan Misilnya untuk Menyerang Lokasi Manapun di Palestina yang Diduduki

Kesiapan misil untuk menyerang lokasi manapun di Palestina yang diduduki dikonfirmasi oleh Hizbullah Lebanon.

Pemukim Ekstremis Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Desa Palestina di Dekat Ramallah Tepi Barat

Desa Umm Safa yang berada di sebelah barat laut Ramallah, Tepi Barat, diserang oleh pemukim ekstremis penjajah Israel.

Warga Palestina Sebut Tank-Tank Penjajah Israel Semakin Maju ke Jabalya di Jalur Gaza Utara

Tank-tank milik penjajah Israel semakin maju ke Jabalya di Jalur Gaza bagian utara dan menyarankan orang-orang untuk pergi.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;