Kemenkes Gaza Sebut Penjajah Israel Mencegah WHO Mengevakuasi Anak-anak yang Sakit dari RS di Gaza Utara

Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Mencegah WHO Mengevakuasi Anak-anak yang Sakit dari Jalur Gaza Utara
Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Mencegah WHO Mengevakuasi Anak-anak yang Sakit dari Jalur Gaza Utara Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Seorang pejabat Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan bahwa pendudukan penjajah Israel mencegah WHO mengevakuasi anak-anak yang sakit dari rumah sakit di Jalur Gaza utara mengingat situasi bencana di daerah itu karena operasi militer yang sedang berlangsung untuk hari keenam berturut-turut.

Asisten Sekretaris Kementerian Kesehatan, Maher Shamiya, menerangkan tentara penjajah Israel menolak delegasi WHO yang bertugas mengevakuasi pasien perawatan intensif dan anak-anak dari rumah sakit di utara dan tidak mengizinkannya mencapai Jalur Gaza utara.

Media tidak dapat memperoleh komentar dari WHO mengenai tindakan penjajah Israel terhadapnya.

Baca Juga:
Ambulans Bulan Sabit Merah di Jalur Gaza Utara Dikabarkan Tidak Beroperasi Karena Kekurangan Bahan Bakar

“3 rumah sakit di Jalur Gaza utara, yakni Al-Awda, Indonesia, dan Kamal Adwan, saat ini menampung 124 pasien, 13 di antaranya menerima perawatan intensif, termasuk 8 anak-anak,” jelasnya.

Dia menambahkan RS Kamal Adwan mencakup unit perawatan intensif terbesar untuk anak-anak di Jalur Gaza dan provinsi-provinsi utara dan terancam ditutup karena serangan penjajah Israel dan kekurangan bahan bakar.

Dia menekankan bahwa tentara penjajah Israel telah mencegah truk bahan bakar memasuki rumah sakit di Jalur Gaza dan wilayah utara untuk kelima kalinya sejak dimulainya operasi militer hari Minggu lalu.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Petani di Tepi Barat dan Merampas Hasil Panen Zaitun

“Rumah sakit menghadapi krisis besar sebab menipisnya bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan generator yang mengancam kelangsungan ruang operasi dan perawatan intensif,” ungkapnya.

Dia menegaskan Kamp Jabalia dikepung sepenuhnya dan hampir mustahil untuk bergerak di jalan-jalannya karena tentara menembaki apa saja yang bergerak dan ada kesulitan dalam menyelamatkan para martir dan merawat yang terluka.

Dia menekankan perlunya badan-badan internasional dan PBB untuk campur tangan untuk mencabut pengepungan dan memungkinkan bahan bakar dan pasokan medis untuk mencapai rumah sakit di utara.

Baca Juga:
3 Mayor Tentara Penjajah Israel Tewas dalam Bentrokan dengan Pejuang Palestina di Gaza Utara

Pada hari Selasa lalu, Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza memperingatkan RS Kamal Adwan, Indonesia dan Al-Awda untuk mengevakuasi staf medis dan pasien mereka dan mengancam mereka dengan pembunuhan, penghancuran dan penangkapan serupa dengan apa yang terjadi di RS Al-Shifa beberapa bulan yang lalu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Ambulans Bulan Sabit Merah di Jalur Gaza Utara Dikabarkan Tidak Beroperasi Karena Kekurangan Bahan Bakar

Ambulans milik Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina tidak beroperasi karena kekurangan bahan bakar akibat serangan.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Petani di Tepi Barat dan Merampas Hasil Panen Zaitun

Petani di Kafr Qaddum, Tepi Barat, diserang oleh pasukan penjajah Israel dan merampas hasil panen zaitun milik mereka.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon Selatan

Pasukan penjaga perdamaian PBB yang berada di Lebanon selatan diserang oleh pasukan penjajah Israel.

3 Mayor Tentara Penjajah Israel Tewas dalam Bentrokan dengan Pejuang Palestina di Gaza Utara

Dalam bentrokan dengan para pejuang Palestina di Jalur Gaza utara, 3 mayor tentara penjajah Israel dikabarkan tewas.

Penjajah Israel Akan Menyita Tanah Tempat Kantor Pusat UNRWA di Yerusalem Timur untuk Bangun Perumahan Pemukim

Tanah tempat kantor pusat UNRWA di Yerusalem Timur akan disita oleh penjajah Israel untuk membangun perumahan pemukim.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;