Warga Sipil di Baalbek Lebanon Diperintahkan Penjajah Israel Mengungsi sebelum Serangan Udara

Ket. Foto: Warga Sipil di Baalbek, Lebanon Utara, Diperintahkan oleh Penjajah Israel Segera Meninggalkan Rumah Mereka
Ket. Foto: Warga Sipil di Baalbek, Lebanon Utara, Diperintahkan oleh Penjajah Israel Segera Meninggalkan Rumah Mereka Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Tentara penjajah Israel memerintahkan warga sipil di Baalbek di Lebanon timur untuk segera meninggalkan rumah mereka sebelum serangan udara.

Juru bicara militer, Avichay Adraee, menyampaikan di X bahwa penduduk kota dan kota terdekat Ain Bourday dan Douris harus meninggalkan daerah tersebut melalui rute yang ditentukan oleh tentara penjajah Israel.

Avichay Adraee memperingatkan militer akan beroperasi secara paksa di wilayah-wilayah yang menjadi target terhadap apa yang disebutnya sebagai aset-aset Hizbullah di sana.

Baca Juga:
Petani Palestina di Tepi Barat Diserang oleh Pemukim Penjajah Israel saat sedang Memetik Buah Zaitun

Sebagai pusat kota penting di Lembah Bekaa, Baalbek terkenal dengan reruntuhan Romawi yang menjulang tinggi.

Baalbek adalah situs Warisan Dunia UNESCO dan dihuni oleh lebih dari 100.000 orang.

Serangan udara penjajah Israel sebelumnya di Douris menghancurkan beberapa situs kuno di daerah itu.

Baca Juga:
Sejumlah Warga Palestina Dilaporkan Diculik oleh Pasukan Penjajah Israel di Tepi Barat

Di sisi lain, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan dia berduka atas hilangnya nyawa dan menyesalkan krisis yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

“Ini merupakan hari yang memalukan untuk kemanusiaan, dengan lebih dari 50.000 warga sipil meninggal dan hampir 2 juta orang menjadi sasaran pemboman terus-menerus,” katanya.

Komentar tersebut adalah kecaman terbaru Turki terhadap kekerasan dan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung yang menimpa warga Jalur Gaza.

Baca Juga:
109 Orang Tewas dan Lebih dari 40 Hilang dalam Serangan Penjajah Israel di Beit Lahia Gaza Utara

Dia menanggapi dengan menggambarkan peningkatan kekerasan yang terjadi di Jalur Gaza sebagai tragedi kemanusiaan.

Erdogan menyesalkan banyaknya warga sipil yang terbunuh dan mendesak tindakan segera untuk membantu rakyat Palestina.

Sejak awal permusuhan, Turki telah menyerukan diakhirnya kekerasan dan menegaskan akan terus mendukung hak-hak Palestina.

Baca Juga:
Hizbullah Umumkan Sheikh Naim Qassem Telah Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal yang Baru

Di sisi lain, pengacara hak asasi manusia telah mengajukan banding yang mendesak ke Pengadilan Administratif Berlin yang meminta pemblokiran pengiriman 150 ton bahan peledak kelas militer di atas kapal kargo Jerman, MV Kathrin, yang menuju ke penjajah Israel.

Pusat Dukungan Hukum Eropa atau ELSC menyatakan pada hari Rabu, tanggal 30 Oktober 2024, waktu setempat, tindakan itu diajukan atas nama 3 warga Palestina dari Jalur Gaza dengan alasan pengiriman bahan peledak RDX dapat digunakan dalam amunisi untuk operasi militer penjajah Israel di Jalur Gaza, yang berpotensi memberikan kontribusi pada dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Petani Palestina di Tepi Barat Diserang oleh Pemukim Penjajah Israel saat sedang Memetik Buah Zaitun

Pemukim penjajah Israel menyerang petani Palestina di sebelah timur Qalqilya, Tepi Barat utara, ketika sedang memetik buah zaitun.

Sejumlah Warga Palestina Dilaporkan Diculik oleh Pasukan Penjajah Israel di Tepi Barat

Pasukan pendudukan penjajah Israel menculik sejumlah warga Palestina di Tepi Barat selama serangan fajar dan juga serangan pagi.

109 Orang Tewas dan Lebih dari 40 Hilang dalam Serangan Penjajah Israel di Beit Lahia Gaza Utara

Serangan penjajah Israel di Beit Lahia yang terletak di Jalur Gaza utara menyebabkan 109 orang meninggal dan lebih dari 40 orang hilang.

Hizbullah Umumkan Sheikh Naim Qassem Telah Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal yang Baru

Sheikh Naim Qassem dilaporkan telah terpilih sebagai sekretaris jenderal Hizbullah yang baru menggantikan Hassan Nasrallah.

Heboh! Anggur Shine Muscat dari China Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Ini Fakta Mengejutkan dari Hasil Lab Terbaru

Thailand temukan pestisida berbahaya dalam anggur shine muscat impor. Investigasi negara tetangga pun ikut bergulir.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;