Brigade Al-Qassam Membunuh dan Melukai Tentara Penjajah Israel dalam Serangan di Jalur Gaza Utara

Ket. Foto: Brigade Al-Qassam Hamas Melukai dan Juga Membunuh Tentara Penjajah Israel di Jalur Gaza Utara
Ket. Foto: Brigade Al-Qassam Hamas Melukai dan Juga Membunuh Tentara Penjajah Israel di Jalur Gaza Utara Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan pada hari Kamis, tanggal 7 November 2024, waktu setempat bahwa para pejuangnya telah membunuh dan melukai tentara penjajah Israel di dekat Rumah Sakit atau RS Kamal Adwan di Jalur Gaza utara.

Dalam sebuah pernyataan, Brigade Al-Qassam, mengatakan pejuang Al-Qassam meledakkan alat peledak terhadap pasukan infanteri Zionis setelah memasuki salah satu bangunan di sekitar Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara yang menyebabkan jatuhnya korban.

Sebelumnya, pada hari itu, data militer penjajah Israel mengungkapkan bahwa 10 tentara terluka di Jalur Gaza dan Lebanon selatan selama 24 jam terakhir.

Baca Juga:
Forum Jurnalis Palestina Kecam Kunjungan Jurnalis Maroko ke Penjajah Israel

Di sisi lain, Rwanda, pada hari Kamis, tanggal 7 November 2024, mengirimkan bantuan kemanusiaan yang ditujukan ke Jalur Gaza yang dilanda oleh perang.

Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, barang-barang bantuan termasuk dengan bahan makanan, bahan habis pakai medis, dan obat-obatan dikirimkan lewat kemitraan dengan Yordania.

“Sumbangan untuk mendukung upaya bantuan internasional yang sedang berlangsung diterima oleh Organisasi Amal Hashemite Yordania di Amman dan terdiri dari 19 ton makanan, termasuk dengan makanan yang difortifikasi untuk an anak-anak, obat-obatan, dan barang habis pakai medis,” ucapnya.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Hancurkan Lebih Banyak Rumah Milik Warga Palestina di Yerusalem

Pernyataan tersebut melanjutkan bahwa Rwanda mendukung diakhirnya konflik dan perlindungan kehidupan warga sipil.

Sementara itu, hampir sepertiga warga Amerika memandang dukungan Amerika Serikat terhadap penjajah Israel sebagai terlalu kuat.

Hal tersebut menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Edison Research.

Baca Juga:
Seorang Anak Palestina Berusia 3 Tahun Terluka setelah Diserang Anjing Tentara Penjajah Israel di Tepi Barat

Menurut hasil jajak pendapat, 31 persen pemilih di seluruh negeri menyampaikan dukungan AS terhadap penjajah Israel terlalu kuat, 30 persen menyatakan tidak cukup kuat dan 31 persen mengatakan telah tepat.

Jajak pendapat keluar yang dilakukan oleh Edison Research juga menemukan bahwa 56 persen pemilih Amerika Serikat meyakini sebagian besar imigran gelap di Amerika Serikat harus diberi kesempatan untuk mengajukan status legal dan 40 persen menyatakan mereka harus dideportasi ke negara asal mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Forum Jurnalis Palestina Kecam Kunjungan Jurnalis Maroko ke Penjajah Israel

Kunjungan yang dilakukan oleh jurnalis Maroko ke penjajah Israel dilaporkan dikecam oleh Forum Jurnalis Palestina.

Pasukan Penjajah Israel Hancurkan Lebih Banyak Rumah Milik Warga Palestina di Yerusalem

Pasukan penjajah Israel menghancurkan lebih banyak rumah yang merupakan milik warga Palestina di Yerusalem.

Seorang Anak Palestina Berusia 3 Tahun Terluka setelah Diserang Anjing Tentara Penjajah Israel di Tepi Barat

Anjing tentara penjajah Israel menyerang seorang anak Palestina berusia 3 tahun di Tepi Barat dan menyebabkannya terluka.

Seorang Jurnalis Foto Palestina Terluka setelah Ditembak oleh Pasukan Penjajah Israel saat sedang Meliput di Tepi Barat

Seorang jurnalis foto Palestina saat sedang melakukan liputan agresi militer yang sedang berlangsung di Tepi Barat yang diduduki.

2 Warga Palestina Lansia Meninggal saat Menunggu di Pos Pemeriksaan Penjajah Israel Jalur Gaza Utara

2 warga Palestina yang lanjut usia meninggal ketika mereka menunggu di pos pemeriksaan penjajah Israel di sebelah timur Jabalia.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;