Ribuan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Ibrahimi di Tepi Barat untuk Peringati Hari Libur Yahudi

Ket. Foto: Ribuan Pemukim Ilegal Penjajah Israel Menyerbu Masjid Ibrahimi di Tepi Barat
Ket. Foto: Ribuan Pemukim Ilegal Penjajah Israel Menyerbu Masjid Ibrahimi di Tepi Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Ribuan pemukim ilegal penjajah Israel, yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional penjajah Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyerbu Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, untuk memperingati hari libur Yahudi.

Aref Jaber, anggota komite lokal yang bekerja untuk membela Hebron dari pelanggaran penjajah Israel, menyampaikan kepada media bahwa beberapa bus mengangkut para pemukim ke Masjid Ibrahimi, tempat mereka melakukan ritual Talmud untuk hari raya Yahudi yang dikenal sebagai Chayei Sarah (Kehidupan Sarah).

“Tentara penjajah Israel menutup Kota Tua di Hebron (tempat Masjid Ibrahimi berada) dan memberlakukan jam malam untuk penduduknya,” katanya.

Baca Juga:
Hizbullah Sebut Pejuangnya Telah Luncurkan Roket ke Tentara Penjajah Israel di Sejumlah Komunitas di Penjajah Israel Utara

Direktur Masjid Ibrahimi, Ghassan Al-Rajbi, menyatakan tentara penjajah Israel menutup masjid untuk warga Palestina dan mengusir karyawan masjid hingga hari Sabtu malam.

Dia mencatat bahwa para pemukim dikawal oleh menteri penjajah Israel, termasuk Ben-Gvir.

Masjid Ibrahimi terletak di Hebron, Tepi Barat bagian selatan, yang berada di bawah kendali penjajah Israel.

Baca Juga:
Media Penjajah Israel Peringatkan Adanya Ujaran Kebencian terhadap Tel Aviv oleh Warga Mesir

Sekitar 400 pemukim ilegal tinggal di sana, dijaga oleh sekitar 1.500 tentara penjajah Israel.

Dihormati oleh umat Islam dan juga Yahudi, kompleks Masjid Ibrahimi yang terletak di Hebron diyakini sebagai tempat pemakaman Nabi Ibrahim, Ishak, dan Yakub,

Setelah pembantaian 29 jamaah Palestina di dalam masjid tahun 1994 oleh pemukim ekstremis Yahudi, Baruch Goldstein, otoritas penjajah Israel membagi kompleks masjid antara jamaah Muslim dan Yahudi.

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Memblokir Aliran Air di Mata Air Al-Auja Tepi Barat

Pada tahun 2017, Komite Warisan Dunia yang berafiliasi dengan UNESCO menyatakan Masjid Ibrahimi di Tepi Barat sebagai Situs Warisan Dunia Palestina.

Di sisi lain, sebuah survei opini resmi menunjukkan bahwa 42 persen remaja Yahudi di Amerika Serikat percaya bahwa tentara pendudukan telah melakukan genosida di Jalur Gaza.

Media penjajah Israel menerbitkan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Urusan Diaspora penjajah Israel dan Pemberantasan Antisemitisme, yang juga menunjukkan bahwa 42 persen orang Yahudi mengkritik penjajah Israel, dibandingkan dengan hanya 7 persen dari rekan-rekan internasional mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Hizbullah Sebut Pejuangnya Telah Luncurkan Roket ke Tentara Penjajah Israel di Sejumlah Komunitas di Penjajah Israel Utara

Roket dilaporkan diluncurkan oleh Hizbullah ke tentara penjajah Israel di beberapa komunitas di penjajah Israel bagian utara.

Media Penjajah Israel Peringatkan Adanya Ujaran Kebencian terhadap Tel Aviv oleh Warga Mesir

Adanya ujaran kebencian terhadap Tel Aviv oleh warga Mesir diperingatkan oleh media penjajah Israel.

Pemukim Penjajah Israel Memblokir Aliran Air di Mata Air Al-Auja Tepi Barat

Pemukim penjajah Israel melakukan pemblokiran terhadap aliran air di Mata Air Al-Auja di Tepi Barat yang terletak di utara Yericko.

Pemerintah Australia Menolak Memberikan Visa kepada Mantan Menteri Kehakiman Penjajah Israel

Mantan Menteri Kehakiman penjajah Israel, Ayelet Shaked, dikabarkan ditolak mendapatkan visa dari pemerintah Australia.

Selandia Baru Dilaporkan Tetapkan Hizbullah sebagai Organisasi Teroris

Hizbullah ditetapkan Selandia Baru sebagai organisasi teroris di mana pengumuman ini muncul saat agresi masih berlanjut di Lebanon.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;