Seorang Warga Palestina Lansia Dipukuli hingga Tewas oleh Tentara Penjajah Israel di Tepi Barat

Ket. Foto: Seorang Warga Palestina Lanjut Usia Dipukuli hingga Tewas di Tepi Barat
Ket. Foto: Seorang Warga Palestina Lanjut Usia Dipukuli hingga Tewas di Tepi Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Media lokal melaporkan seorang warga Palestina lanjut usia dipukuli hingga tewas oleh tentara penjajah Israel di Tepi Barat pada tanggal 4 Desember 2024.

Warga Palestina yang bernama Sheikh Atef Malik Derieh tersebut meninggal setelah diserang oleh pasukan penjajah Israel di kota Aqraba di sebelah selatan Nablus.

Hal itu disampaikan oleh kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Baca Juga:
Kendaraan Militer Penjajah Israel Menabrak Seorang Remaja Palestina di Dekat Nablus Tepi Barat

“Tentara penjajah Israel memukuli lelaki tua tersebut dengan kejam ketika dia berada di tanah miliknya di dekat jalan pemukiman di kota tersebut,” kata Salah Jab, yang merupakan kepala kota.

Dia menambahkan warga lansia tersebut mengalami luka serius dan meninggal dunia di rumah sakit akibat lukanya.

Di sisi lain, kantor berita Spanyol, EFE, menuturkan lebih dari 1.000 ilmuwan di seluruh dunia, terutama psikolog dan ahli saraf, telah menandatangani surat terbuka yang mendesak gencatan senjata di Jalur Gaza dan bagi masyarakat internasional untuk menekan penjajah Israel agar menghormati hukum humaniter internasional.

Baca Juga:
Palestina Uraikan Rencana Pemulihan Awal untuk Gaza Pasca Perang

Para penandatangannya termasuk peraih Nobel, May-Britt Moser, dan Edvard Moser dari Norwegia dan Susumu Tonegawa dari Jepang.

Beberapa peneliti Spanyol, termasuk Pablo Lanillos, anggota kelompok Neuro Artificial Intelligence dan Robotics di Institut Cajal juga menandatangani surat itu.

“Seruan ini kuat karena datangnya dari ahli syaraf, orang-orang yang mempelajari bagaimana otak merasakan dan memproses konflik semacam itu,” ujar Lanillos kepada EFE.

Baca Juga:
Seorang Dosen Penjajah Israel Diskors setelah Penculikan dan Penyerangan Warga Palestina

Surat tersebut disebut-sebut mengecam kekerasan yang dilakukan oleh semua pihak dan kejahatan perang yang tak terhitung banyaknya yang dilakukan oleh penjajah Israel yang telah menewaskan lebih dari 48.000 orang di Jalur Gaza sejak dimulainya konflik lebih dari setahun yang lalu.

Surat itu memperingatkan tanpa tekanan internasional, para ekstremis yang berkuasa merasa berani melakukan niat mematikan, melestarikan kebencian dan kekerasan.

Para ilmuwan menyampaikan kawasan itu terjebak dalam siklus kekerasan dan dendam yang merusak, yang merusak kemungkinan hidup berdampingan secara damai.

Baca Juga:
Pemukim dan Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu Makam Nabi Yusuf di Nablus Tepi Barat

Mereka menambahkan bahwa kebencian, kematian, dan kehancuran. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Kendaraan Militer Penjajah Israel Menabrak Seorang Remaja Palestina di Dekat Nablus Tepi Barat

Seorang remaja Palestina dilaporkan ditabrak oleh kendaraan militer penjajah Israel di kota Beita, Tepi Barat, dekat Nablus.

Palestina Uraikan Rencana Pemulihan Awal untuk Gaza Pasca Perang

Perdana Menteri Palestina mengumumkan pemerintahnya telah mengembangkan rencana pemulihan awal untuk Gaza pasca perang.

Seorang Dosen Penjajah Israel Diskors setelah Penculikan dan Penyerangan Warga Palestina

Setelah penculikan dan penyerangan warga Palestina di Lembah Yordan, seorang dosen penjajah Israel dilaporkan mendapatkan skors.

Pemukim dan Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu Makam Nabi Yusuf di Nablus Tepi Barat

Makam Nabi Yusuf di Nablus, Tepi Barat, dikabarkan diserbu oleh pemukim dan pasukan pendudukan penjajah Israel.

Kemenkes Sebut Mayat-Mayat Menguap ketika Penjajah Israel Menggunakan Senjata Terlarang di Jalur Gaza

Kementerian Kesehatan menyampaikan mayat-mayat menguap saat penjajah Israel menggunakan senjata yang terlarang di Jalur Gaza.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;