Hamas Terima Usulan Mesir untuk Membentuk Komite Gabungan Palestina guna Mengelola Gaza Pasca Perang

Ket. Foto: Hamas Menerima Usulan Mesir untuk Membentuk Komite Gabungan Palestina
Ket. Foto: Hamas Menerima Usulan Mesir untuk Membentuk Komite Gabungan Palestina Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Hamas menyampaikan pada hari Kamis, tanggal 5 Desember 2024, waktu setempat, bahwa pihaknya telah menerima usulan Mesir untuk membentuk komite gabungan Palestina guna mengelola Jalur Gaza setelah perang penjajah Israel yang sedang berlangsung.

Dalam sebuah pernyataan Hamas menyampaikan pihaknya mengadakan pembicaraan mendalam dengan kelompok Fatah di Kairo, Mesir, untuk membentuk sebuah komite yang akan menjalankan Jalur Gaza lewat penerapan kerangka kerja yang disepakati sebelumnya guna mencapai persatuan Palestina.

“Hamas menyampaikan persetujuannya terhadap usulan Mesir untuk membentuk komite dukungan masyarakat yang akan berfungsi melalui mekanisme nasional yang inklusif,” kata mereka.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu dan Melepaskan Tembakan ke dalam RS Turki di Tepi Barat

Hamas menyebutkan delegasinya di Kairo, Mesir, juga menyelenggarakan pembicaraan dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina atau PFLP, kelompok Palestina lainnya untuk membahas perkembangan di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Dia menambahkan pertemuan tambahan diadakan dengan tokoh-tokoh terkemuka Palestina di mana pembaruan tentang diskusi dengan Fatah dan proposal Mesir.

Sejak tahun 2007, perpecahan geografis dan politik terus terjadi antara Hamas dan Fatah dengan berbagai mediasi dan perjanjian regional dan internasional yang gagal menjembatani kesenjangan itu.

Baca Juga:
Stasiun Oksigen Penting di Rumah Sakit Gaza Utara Berhenti Beroperasi di Tengah Serangan Penjajah Israel

Perpecahan yang terjadi saat ini telah memecah belah pemerintahan Palestina, dengan Hamas menguasai Jalur Gaza dan Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Fatah menguasai sebagian wilayah Tepi Barat.

Di sisi lain, kelompok HAM, Amnesty International telah menyimpulkan perang penjajah Israel di Jalur Gaza memenuhi ambang batas hukum untuk genosida dalam laporan baru yang memberatkan.

Laporan yang diterbitkan pada hari Kamis, tanggal 5 Desember 2024, waktu setempat, berjudul ‘You Feel Like You Are Subhuman; Israel’s Genocide Against Palestinians in Gaza’, adalah puncak dari penelitian selama berbulan-bulan oleh Amnesty, termasuk wawancara saksi yang ekstensif, analisis ‘bukti visual dan digital’, termasuk citra satelit, dan pernyataan yang dibuat oleh pejabat senior pemerintah dan militer penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu dan Melepaskan Tembakan ke dalam RS Turki di Tepi Barat

Rumah Sakit Turki yang terletak di Tubas, Tepi Barat, dikabarkan diserbu oleh pasukan penjajah Israel yang juga melepaskan tembakan.

Stasiun Oksigen Penting di Rumah Sakit Gaza Utara Berhenti Beroperasi di Tengah Serangan Penjajah Israel

Sebuah stasiun oksigen penting di RS Kamal Adwan yang terletak di Jalur Gaza utara berhenti beroperasi di tengah serangan penjajah Israel.

Seorang Warga Palestina Lansia Dipukuli hingga Tewas oleh Tentara Penjajah Israel di Tepi Barat

Tentara penjajah Israel dilaporkan memukuli seorang warga Palestina lanjut usia hingga tewas di sebelah selatan Nablus, Tepi Barat.

Kendaraan Militer Penjajah Israel Menabrak Seorang Remaja Palestina di Dekat Nablus Tepi Barat

Seorang remaja Palestina dilaporkan ditabrak oleh kendaraan militer penjajah Israel di kota Beita, Tepi Barat, dekat Nablus.

Palestina Uraikan Rencana Pemulihan Awal untuk Gaza Pasca Perang

Perdana Menteri Palestina mengumumkan pemerintahnya telah mengembangkan rencana pemulihan awal untuk Gaza pasca perang.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;