Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Meledakkan Robot Bermuatan Bahan Peledak di Dekat Rumah Sakit Kamal Adwan

Ket. Foto: Robot yang Bermuatan  Bahan Peledak Diledakkan oleh Pasukan Penjajah Israel di Dekat RS Kamal Adwan
Ket. Foto: Robot yang Bermuatan Bahan Peledak Diledakkan oleh Pasukan Penjajah Israel di Dekat RS Kamal Adwan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Dr. Hussam Abu Safiya, yang merupakan Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan menyampaikan pasukan penjajah Israel telah meledakkan robot bermuatan bahan peledak di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara, mengakibatkan kerusakan yang serius pada fasilitasnya dan melukai seorang perawat di kepala.

Dr. Hussam Abu Safiya mengatakan sayangnya, malam tadi lebih buruk dari malam sebelumnya.

Dr. Hussam Abu Safiya menambahkan robot peledak tersebut sangat dekat dengan rumah sakit dan kali ini jauh lebih besar.

“Pecahan peluru telah menembus gedung rumah sakit dan mengenai salah satu kamar pasien yang menyebabkan cedera kepala langsung pada perawat Hassan Al-Dabous,” ujarnya.

Baca Juga:
6 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Bagian Timur Kota Gaza

Dia mengungkapkan rumah sakit tidak memiliki cukup sumber daya untuk menangani kasus yang serius seperti itu.

“Kami berupaya memindahkan pasien ke rumah sakit lain dan saya berharap perawat yang terluka, Hassan, akan dipindahkan ke RS Al-Ahli Al-Madani di Kota Gaza untuk perawatan dan juga operasi,” ucapnya.

Dia menunjukkan rumah sakit itu masih terancam oleh pesawat tanpa awak sebab salah satu staf medis terluka oleh pecahan peluru dari bahan peledak yang dijatuhkan oleh pesawat tanpa awak yang menyebabkan cedera leher.

Dia menerangkan ledakan terakhir yang terjadi sekitar pukul 04.30 pagi atau )2.30 GMT menghancurkan sebagian besar fasilitas rumah sakit, termasuk pintu, jendela, dan juga penghalang internal, yang mengakibatkan unit perawatan intensif hampir tidak dapat digunakan.

Baca Juga:
Menteri Keamanan Nasional Penjajah Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur

“Persediaan medis sedang dipindahkan dari area lain rumah sakit untuk merawat korban luka dengan hati-hati sebab penembakan yang masih berlangsung,” katanya.

Menurutnya saat ini ada sekitar 75 orang yang terluka beserta rekan-rekannya dan sebanyak 180 orang tenaga medis sehingga jumlah total pasien di rumah sakit menjadi sekitar 350 orang.

Dia menunjukkan rumah sakit itu mengalami kekurangan pasokan medis dan makanan yang parah dan juga menghadapi kesulitan dalam menerima delegasi medis. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

6 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Bagian Timur Kota Gaza

Serangan udara penjajah Israel terhadap sebuah rumah di bagian timur Kota Gaza menyebabkan 6 orang warga Palestina meninggal dunia.

Menteri Keamanan Nasional Penjajah Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur

Itamar Ben-Gvir, yang merupakan Menteri Keamanan Nasional penjajah Israel, menyerbu masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa.

Penjajah Israel Menyerang Bandara Sanaa Yaman dan Pembangkit Listrik Hodeidah

Pembangkit listrik Hodeidah dan Bandara Internasional Sanaa yang terletak di Yaman dikabarkan diserang oleh penjajah Israel.

9 Warga Penjajah Israel Terluka saat Mencari Perlindungan setelah Tembakan Roket dari Yaman

Sebanyak 9 warga penjajah Israel mengalami luka ketika mereka sedang mencari perlindungan setelah tembakan roket dari Yaman.

Bayi Palestina Kedua Dilaporkan Meninggal Akibat Kedinginan di Jalur Gaza

Seorang bayi menjadi yang kedua yang meninggal akibat kedinginan di Jalur Gaza setelah menderita di kamp pengungsian sementara.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;