6 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Bagian Timur Kota Gaza

Ket. Foto: Sebanyak 6 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Penjajah Israel di Kota Gaza Timur
Ket. Foto: Sebanyak 6 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Penjajah Israel di Kota Gaza Timur Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Setidaknya 6 orang tewas dalam serangan udara penjajah Israel terhadap sebuah rumah di bagian timur Kota Gaza pada tanggal 25 Desember 2024, waktu setempat.

Rekaman yang dibagikan secara daring dan telah diverifikasi menunjukkan anggota keluarga bergegas ke lokasi dan menggali untuk menyelamatkan para korban.

“Ledakan itu sangat keras. Kami berhasil menyelamatkan 3 orang yang terluka selain 4 jenazah,” kata salah satu warga, Abdullah al-Majdalawi, kepada media.

Dia menambahkan ada lebih banyak martir dan yang terluka.

Baca Juga:
Menteri Keamanan Nasional Penjajah Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur

“Banyak korban adalah anak-anak. Tidak ada yang berbahaya di sini, hanya anak-anak dan warga sipil. Kami tidak bisa menoleransi ini lagi,” ujarnya.

Dia menegaskan ini bertentangan dengan kemanusiaan.

“Saya mendengar anak-anak menangis di bawah reruntuhan,” pungkasnya.

Sementara itu, 9 orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara penjajah Israel di sebuah rumah di utara Kota Gaza.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menyerang Bandara Sanaa Yaman dan Pembangkit Listrik Hodeidah

Kantor Berita Wafa melaporkan jet tempur penjajah Israel menyerang rumah di Jalan Muqat di lingkungan Sheikh Radwan.

Dilaporkan juga bahwa pesawat tak berawak penjajah Israel telah menembaki rumah-rumah di lingkungan Zeitoun di selatan Kota Gaza.

Di sisi lain, Wafa mengabarkan bayi keempat di Jalur Gaza meninggal karena cuaca dingin yang ekstrem dalam 72 jam terakhir.

Sumber-sumber medis menyampaikan bayi tersebut meninggal setelah suhu turun di tengah kondisi kemanusiaan yang mengerikan di seluruh daerah kantong tersebut.

Baca Juga:
9 Warga Penjajah Israel Terluka saat Mencari Perlindungan setelah Tembakan Roket dari Yaman

Selama lebih dari setahun serangan penjajah Israel tanpa henti dan kurangnya pengiriman bantuan, banyak keluarga di Jalur Gaza ditinggalkan tanpa tempat berlindung dan sumber daya yang memadai untuk menghadapi perubahan cuaca.

Pejabat kesehatan setempat mengatakan kepada Wafa kekurangan makanan di kalangan ibu berkontribusi terhadap meningkatnya masalah kesehatan di kalangan anak-anak yang selanjutnya membebani fasilitas medis dan layanan darurat.

Rumah Sakit al-Awda melaporkan seorang nelayan Palestina tewas setelah ditembak oleh pasukan penjajah Israel.

Menurut Pusat Informasi Palestina, dia bekerja di daerah Tabat al-Nuwairi, sebelah barat kamp pengungsi Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza ketika dia terbunuh. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Menteri Keamanan Nasional Penjajah Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur

Itamar Ben-Gvir, yang merupakan Menteri Keamanan Nasional penjajah Israel, menyerbu masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa.

Penjajah Israel Menyerang Bandara Sanaa Yaman dan Pembangkit Listrik Hodeidah

Pembangkit listrik Hodeidah dan Bandara Internasional Sanaa yang terletak di Yaman dikabarkan diserang oleh penjajah Israel.

9 Warga Penjajah Israel Terluka saat Mencari Perlindungan setelah Tembakan Roket dari Yaman

Sebanyak 9 warga penjajah Israel mengalami luka ketika mereka sedang mencari perlindungan setelah tembakan roket dari Yaman.

Bayi Palestina Kedua Dilaporkan Meninggal Akibat Kedinginan di Jalur Gaza

Seorang bayi menjadi yang kedua yang meninggal akibat kedinginan di Jalur Gaza setelah menderita di kamp pengungsian sementara.

Pasukan Penjajah Israel Hancurkan 2 Rumah dan Sebuah Toko Komersial di Yerusalem

Sebuah toko komersial dan juga 2 rumah dihancurkan oleh pasukan penjajah Israel di Yerusalem serta menghancurkan banyak pohon zaitun.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;