Penjajah Israel Memaksa Warga Palestina untuk Menghancurkan Rumahnya Sendiri di Yerusalem Timur

Ket. Foto: Warga Palestina Dipaksa Menghancurkan Rumahnya Sendiri di Yerusalem Timur
Ket. Foto: Warga Palestina Dipaksa Menghancurkan Rumahnya Sendiri di Yerusalem Timur Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Kegubernuran Yerusalem menyampaikan otoritas pendudukan penjajah Israel pada tanggal 15 Februari 2025 waktu setempat memaksa seorang warga Palestina untuk menghancurkan rumahnya sendiri di lingkungan Silwan, Yerusalem Timur.

Dalam siaran pers, Kegubernuran itu mengatakan kotamadya pendudukan memaksa Hani Aweidah merobohkan rumahnya di daerah Wadi Qaddum di Silwan yang konon dibangun tanpa izin.

Aweidah melaksanakan pembongkaran itu untuk menghindari pembayaran denda selangit apabila pemerintah kota Yerusalem melakukan pembongkaran sendiri.

Dengan dalih pembangunan ilegal, penjajah Israel menghancurkan rumah-rumah secara berkala untuk membatasi perluasan wilayah Palestina di Yerusalem yang diduduki.

Baca Juga:
Penjajah Israel Membakar Tenda dan Menyerang Kendaraan dengan Batu di Al Maniya Selatan Betlehem

Pada saat yang sama, pemerintah kota dan pemerintah membangun puluhan ribu unit rumah di pemukiman ilegal di Yerusalem Timur untuk orang Yahudi dengan tujuan untuk mengimbangi keseimbangan demografi yang menguntungkan para pemukima Yahudi di kota yang diduduki.

Meski warga Palestina di Yerusalem Timur, bagian dari wilayah Palestina yang diakui secara internasional dan telah menjadi sasaran pendudukan militer penjajah Israel sejak tahun 1967, hak kewarganegaraan mereka ditolak dan sebaliknya hanya diklasifikasikan sebagai penduduk yang izin tinggalnya dapat dicabut jika mereka pindah dari kota itu selama lebih dari beberapa tahun.

Mereka didiskriminasi dalam semua aspek kehidupan termasuk perumahan, pekerjaan, dan layanan, dan tidak dapat mengakses layanan di Tepi Barat karena pembangunan tembok pemisah penjajah Israel.

Di sisi lain, pasukan penjajah Israel pada hari Sabtu malam menyerbu rumah keluarga seorang tahanan yang baru saja dibebaskan di kota Salfit, Tepi Barat, karena ingin menunjukkan kegembiraan di depan umum.

Baca Juga:
Seorang Anak Terluka Akibat Peluru Tajam Selama Serangan Militer Penjajah Israel di Kota Tell

“Pasukan pendudukan mendobrak rumah Said Musa Dhyab Shtayyeh yang dibebaskan sebagai bagian dari kelompok tahanan keenam dan diasingkan berdasarkan perjanjian gencatan senjata Gaza dan memaksa semua kerabat dan pengunjung untuk pergi dengan todongan senjata,” kata mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Membakar Tenda dan Menyerang Kendaraan dengan Batu di Al Maniya Selatan Betlehem

Tenda dibakar oleh penjajah Israel dan mereka juga menyerang kendaraan dengan batu di Al Manita di selatan Betlehem.

Seorang Anak Terluka Akibat Peluru Tajam Selama Serangan Militer Penjajah Israel di Kota Tell

Pecahan peluru tajam militer penjajah Israel menyebabkan seorang anak terluka selama serangan militer mereka di kota Tell.

Penjajah Israel Membuka Jalan Kolonial Baru yang Menghubungkan ke Pos Terdepan Ilegal di Lembah Jordan Utara

Jalan kolonial baru yang menghubungkan ke pos terdepan ilegal di Lembah Jordan utara dibuka oleh penjajah Israel.

Puluhan Pemukim Penjajah Israel Menanam Pohon di Tanah Milik Palestina di Daerah Masafer Yatta

Di bawah perlindungan pasukan, puluhan pemukim penjajah Israel menanam pohon di tanah milik Palestina di Masafer Yatta.

Pasukan Penjajah Israel Gunakan Salah Satu Pusat Kesehatan UNRWA Sebagai Lokasi Interogasi Lapangan

Salah satu pusat kesehatan UNRWA di Kamp Pengungsi Al-Arroub digunakan pasukan penjajah Israel sebagai lokasi interogasi.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;