Militer Penjajah Israel Gunakan Seorang Pria Palestina Berusia 80 Tahun Sebagai Tameng Manusia di Jalur Gaza

Ket. Foto: Militer Penjajah Israel Menggunakan Seorang Lansia Palestina Sebagai Tameng Manusia di Gaza
Ket. Foto: Militer Penjajah Israel Menggunakan Seorang Lansia Palestina Sebagai Tameng Manusia di Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Militer penjajah Israel memaksa seorang pria Palestina berusia 80 tahun untuk bertindak sebagai perisai manusia di Jalur Gaza dengan mengikatkan kabel peledak di lehernya dan mengancam akan meledakkan kepalanya.

Seorang perwira senior dari Brigade Nahal milik angkatan darat mengikatkan tali peledak di leher pria itu sebelum dia diperintahkan untuk mengintai rumah-rumah.

Setelah 8 jam, para prajurit memerintahkan pria itu untuk melarikan diri bersama dengan istrinya dari rumah mereka di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza, pada bulan Mei.

Menurut tentara penjajah Israel yang hadir di tempat kejadian tetapi ketika batalion penjajah Israel lainnya melihat pasangan tua itu di jalan, mereka langsung ditembak di tempat.

Baca Juga:
Usut Kasus Penembakan APMM terhadap Pekerja Migran Indonesia, Mendagri Malaysia Ungkap Fakta Baru

Tentara penjajah Israel diketahui awalnya menemui pasangan itu di rumah mereka.

Mereka memberitahu tentara yang berbahasa Arab bahwa mereka tidak dapat melarikan diri ke Jalur Gaza selatan karena kesulitan mobilitas.

Tetapi meski dalam kondisi seperti itu, tentara itu memaksa pria berusia 80 tahun yang tidak disebutkan namanya itu untuk berjalan di depan mereka dengan tongkatnya sementara istrinya ditahan di rumah mereka.

“Komandan telah memutuskan untuk menggunakan pasangan Palestina itu sebagai ‘nyamuk’,” kata seorang tentara, merujuk pada prosedur di mana tentara penjajah Israel memaksa warga sipil Palestina untuk bertindak sebagai tameng manusia guna melindungi pasukan penjajah Israel dari tembakan atau ledakan.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan Beberapa Rumah di Kamp Pengungsi Nour Shams

Dia menambahkan dia masuk ke setiap rumah sebelum tentara jadi kalau ada bahan peledak atau militan di dalam, dia yang akan menerima serangan dan bukan tentara.

“Dia diberitahu bahwa jika dia melakukan kesalahan atau tidak mengikuti perintah, prajurit di belakangnya akan menarik talinya, dan kepalanya akan dirobek dari tubuhnya,” lanjutnya.

Pria itu dipaksa bertindak sebagai perisai manusia selama 8 jam sebelum dia bersama istrinya diperintahkan untuk berjalan menuju apa yang disebut zona kemanusiaan di Jalur Gaza selatan.

Menurut kesaksian, tetapi para prajurit tidak mau memberitahu divisi penjajah Israel di dekatnya bahwa pasangan itu akan melewati daerah tersebut.

Baca Juga:
7 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Nablus Tepi Barat

Seorang prajurit mengatakan setelah 100 meter, batalion lain melihat mereka dan langsung menembak mereka.

“Mereka tewas seperti itu di jalan,” ungkapnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Usut Kasus Penembakan APMM terhadap Pekerja Migran Indonesia, Mendagri Malaysia Ungkap Fakta Baru

Kasus penembakan APMM terhadap PMI di Selangor sedang diselidiki untuk mengetahui pelanggaran prosedur dan hukum lebih dalam.

Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan Beberapa Rumah di Kamp Pengungsi Nour Shams

Beberapa rumah yang terletak di kamp pengungsi Nour Shams dilaporkan dihancurkan oleh pasukan penjajah Israel.

7 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Nablus Tepi Barat

Penyerbuan yang dilakukan pasukan penjajah Israel ke Nablus, Tepi Barat, menyebabkan 3 orang warga Palestina terluka.

3 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Pesawat Tak Berawak Penjajah Israel di Timur Rafah

Serangan pesawat tak berawak penjajah Israel di timur Rafah menyebabkan 3 warga Palestina tewas dan yang lainnya terluka.

Penjajah Israel Memaksa Warga Palestina untuk Menghancurkan Rumahnya Sendiri di Yerusalem Timur

Seorang warga Palestina dipaksa oleh penjajah Israel untuk menghancurkan rumahnya sendiri di Yerusalem Timur.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;