Penjajah Israel Menyerang Rumah dan Properti Warga Palestina di Provinsi Nablus

Ket. Foto: Penjajah Israel Menyerang Rumah dan Warga Palestina di 3 Desa di Nablus
Ket. Foto: Penjajah Israel Menyerang Rumah dan Warga Palestina di 3 Desa di Nablus Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Para penjajah Israel menyerang rumah dan properti warga Palestina di Desa Duma, Aqraba, dan Jurish di Provinsi Nablus.

Pihak keamanan dan sumber lokal mengatakan kepada media bahwa sekelompok penjajah Israel menyerang Desa Duma dan merusak peternakan unggas milik warga Thaer Fathi Ibrahim Dawabsheh.

“Para penjajah Israel memecahkan jendela rumah warga Ibrahim Fathi Dawabsheh dan melemparkan batu ke sebuah kendaraan di daerah itu yang menyebabkan pecahan kacanya,” ucap sumber yang sama.

Para penjajah Israel juga menyerang rumah-rumah warga di Desa Jurish dan melemparkan batu ke arah mereka yang mengakibatkan beberapa kaca pecah.

Baca Juga:
Militer Penjajah Israel Gunakan Seorang Pria Palestina Berusia 80 Tahun Sebagai Tameng Manusia di Jalur Gaza

Meski demikian, tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Para penjajah Israel juga menyerang Desa Aqraba di sebelah selatan Nablus dan menyerang penduduk setempat Zahi Fahmi Bani Munya dan putra-putranya di daerah Afjam dan mencuri puluhan domba.

Pasukan penjajah Israel juga menhaan seorang pemuda dari Desa Osarin dan menyita sebuah kendaraan dari kota Nablus.

Sumber keamanan dan lokal melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel menyerbu Desa Osarin, selatan Nablus, dan menahan Rayan Faisal Adili setelah menggerebek rumahnya, menggeledahnya, dan juga merusak isinya.

Baca Juga:
Usut Kasus Penembakan APMM terhadap Pekerja Migran Indonesia, Mendagri Malaysia Ungkap Fakta Baru

Sumber yang sama menyampaikan pasukan penjajah Israel menyerbu wilayah timur kota Nablus dan pusat kota serta menyita sebuah kendaraan dari sekitar kota tua.

Di sisi lain, Hamas memuji Uni Afrika karena mengutuk genosida penjajah Israel di Jalur Gaza setelah blok itu mengkritik penjajah Israel karena melanggar hukum internasional dalam pernyataan penutupannya menyusul pertemuan puncak 2 hari di Addis Ababa.

Hamas menyatakan pihaknya sangat menghargai posisi berprinsip dan berani negara-negara Afrika terhadap penjajah Israel dan tindakan mengerikannya di Jalur Gaza.

“Kami menganggap sikap mereka sebagai respons alami mengingat sejarah perjuangan mereka melawan kolonialisme dan ketidakadilan,” ujar mereka.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan Beberapa Rumah di Kamp Pengungsi Nour Shams

Dalam pernyataannya, Uni Afrika mengatakan pihaknya menentang pelanggaran hukum internasional dan penargetan warga sipil serta infrastruktur oleh penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Militer Penjajah Israel Gunakan Seorang Pria Palestina Berusia 80 Tahun Sebagai Tameng Manusia di Jalur Gaza

Seorang pria Palestina yang berusia 80 tahun digunakan oleh militer penjajah Israel sebagai tameng manusia di Jalur Gaza.

Usut Kasus Penembakan APMM terhadap Pekerja Migran Indonesia, Mendagri Malaysia Ungkap Fakta Baru

Kasus penembakan APMM terhadap PMI di Selangor sedang diselidiki untuk mengetahui pelanggaran prosedur dan hukum lebih dalam.

Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan Beberapa Rumah di Kamp Pengungsi Nour Shams

Beberapa rumah yang terletak di kamp pengungsi Nour Shams dilaporkan dihancurkan oleh pasukan penjajah Israel.

7 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Nablus Tepi Barat

Penyerbuan yang dilakukan pasukan penjajah Israel ke Nablus, Tepi Barat, menyebabkan 3 orang warga Palestina terluka.

3 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Pesawat Tak Berawak Penjajah Israel di Timur Rafah

Serangan pesawat tak berawak penjajah Israel di timur Rafah menyebabkan 3 warga Palestina tewas dan yang lainnya terluka.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;