Mayoritas Mantan Tahanan, Pasukan Penjajah Israel Menahan 12 Warga Palestina dari Kota Hebron

Ket. Foto: Penjajah Israel Menahan Sebanyak 12 Warga Palestina dari Hebron
Ket. Foto: Penjajah Israel Menahan Sebanyak 12 Warga Palestina dari Hebron Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan penjajah Israel menahan 12 warga Palestina dari Kota Hebron pada hari Kamis, tanggal 13 Maret 2025 waktu setempat, sebagian besar dari mereka adalah tahanan yang dibebaskan.

Sumber keamanan melaporkan kepada media bahwa pasukan penjajah Israel menyerbu beberapa lingkungan di Hebron dan menahan 11 mantan tahanan.

Penahanan dilakukan setelah penggerebekan dan penggeledahan rumah mereka serta penyiksaan terhadap mereka.

“Pasukan penjajah Israel ini menahan pemuda lain setelah menyerbu dan menggeledah rumahnya,” kata sumber yang sama.

Baca Juga:
Sekelompok Penjajah Israel Menyerbu Situs Arkeologi yang Terletak di Pinggiran Barat Daya Artah

Pasukan penjajah Israel telah melakukan kampanye penangkapan besar-besaran di Kota Hebron untuk hari keempat berturut-turut. Mayoritas dari mereka adalah tahanan yang dibebaskan.

Di sisi lain, Juru Bicara Hamas, Hazem Qassem, menyambut baik keputusan Presiden Donald Trump yang tampaknya mundur dari usulannya untuk memindahkan secara permanen lebih dari 2 juta warga Palestina dari Jalur Gaza.

Pernyataan pejabat Hamas itu muncul setelah Trump menyamapaikan bahwa tidak ada yang mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza dalam menanggapi pertanyaan selama pertemuan di Gedung Putih dengan Taoiseach Micheal Martin dari Irlandia.

Dalam pernyataan itu dia mengatakan jika pernyataan Presiden AS Donald Trump menunjukkan kemunduran dari gagasan menggusur warga Jalur Gaza, maka pernyataan itu disambut baik.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Menghancurkan Infrastruktur di Kota Qabatiya Selatan Jenin

Dia menambahkan pihaknya menyerukan agar posisi ini diperkuat dengan mewajibkan pendudukan penjajah Israel untuk melaksanakan semua ketentuan perjanjian gencatan senjata.

Donald Trump mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh Timur Tengah dan sekitarnya bulan lalu ketika dia mengusulkan pengambilalihan Jalur Gaza oleh AS dan mengusulkan agar penduduk Palestina di wilayah yang dilanda perang itu dipindahkan secara permanen untuk tinggal di negara-negara tetangga.

Pembalikan sikap Donald Trump terjadi setelah Menteri Luar Negeri Arab bertemu di Qatar dengan utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, untuk membahas rekonstruksi Jalur Gaza. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Sekelompok Penjajah Israel Menyerbu Situs Arkeologi yang Terletak di Pinggiran Barat Daya Artah

Situs arkeologi Putri Yacoub yang terletak di pinggiran barat daya Artah di selatan Tulkarm diserbu oleh sekelompok penjajah Israel.

Tentara Penjajah Israel Menghancurkan Infrastruktur di Kota Qabatiya Selatan Jenin

Infrastruktur yang terdapat di Kota Qabatiya, selatan Jenin, seperti jalan dan kios dilaporkan dihancurkan oleh tentara penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Mendirikan Pos Pemeriksaan Militer di Pintu Masuk Timur Kota Beit Fajjar

Pos pemeriksaan militer dilaporkan didirikan oleh pasukan penjajah Israel di pintu masuk timur Kota Beit Fajjar, selatan Betlehem.

Pasukan Penjajah Israel Meledakkan Beberapa Bagian Rumah di Kota Qalqilya

Beberapa bagian rumah milik warga Palestina yang terletak di Qalqilya dilaporkan diledakkan oleh pasukan penjajah Israel.

Buldozer Penjajah Israel Hancurkan 2 Ruang Pamer Kendaraan di Dekat Desa Surda Utara Ramallah

2 ruang pamer kendaraan di dekat Desa Surda, utara Ramallah, dihancurkan oleh penjajah Israel menggunakan buldozer.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;