Pasukan Penjajah Israel Berlakukan Pembatasan Ketat terhadap Jemaah Palestina untuk Beribadah di Masjid Al Aqsa

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Terus Memberlakukan Pembatasan yang Ketat terhadap Warga Palestina untuk Melakukan Ibadah di Masjid Al Aqsa
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Terus Memberlakukan Pembatasan yang Ketat terhadap Warga Palestina untuk Melakukan Ibadah di Masjid Al Aqsa Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan penjajah Israel terus memberlakukan pembatasan yang ketat terhadap jemaah Palestina yang bepergian dari Tepi Barat ke Yerusalem untuk beribadah di Masjid Al Aqsa pada hari Jumat keempat dan juga terakhir bulan suci Ramadhan.

Sejak hari Jumat pagi, tanggal 28 Maret 2025 waktu setempat, ratusan warga Palestina lanjut usia berkumpul di sejumlah pos pemeriksaan penjajah Israel di sekitar Yerusalem yang diduduki dalam upaya mencapai Masjid Al Aqsa untuk melaksanakan salat Jumat terakhir bulan Ramadhan di sana.

Di pos pemeriksaan ini, diketahui pasukan penjajah Israel melakukan pemeriksaan identitas, menolak masuknya pria di bawah usia 55 tahun dan juga wanita di bawah usia 50 tahun kecuali mereka memiliki izin khusus.

“Pasukan penjajah Israel memulangkan puluhan warga Palestina lansia di pos pemeriksaan Qalandia dan Bethlehem yang sedang dalam perjalanan menuju Masjid Al Aqsa dengan alasan mereka tidak mempunyai izin yang diperlukan untuk memasuki Yerusalem,” kata saksi mata kepada media.

Baca Juga:
7 Warga Sipil Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Barat Laut Kota Gaza

Lebih jauh, pasukan penjajah Israel memberlakukan tindakan ketat di gerbang Masjid Al Aqsa, di mana mereka melakukan pemeriksaan identitas menyeluruh terhadap anak muda yang memasuki Kota Tua dan kompleks masjid.

Dilaporkan beberapa orang dicegah masuk karena pembatasan ini.

Di sisi lain, parlemen penjajah Israel telah menyetujui komponen utama rencana Benjamin Netanyahu untuk merombak sistem peradilan negara tersebut yang bertentangan dengan gerakan protes selama bertahun-tahun dan yang membuat marah para kritikus yang mengecam UU tersebut sebagai anti demokrasi.

UU yang disahkan dengan 67 suara di parlemen atau Knesset yang beranggotakan 120 orang akan memberi politisi lebih banyak kekuasaan atas penunjukan hakim.

Baca Juga:
Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Penggembala Palestina di Masafer Yatta

Pemungutan suara dilakukan beberapa hari setelah pemerintah memulai proses pemecatan Jaksa Agung Gali Baharav-Miara dan memecat kepala badan keamanan interasional Shin Bet, Ronen Bar.

Baik Baharav-Miara maupun Bar diketahui mengkritik Netanyahu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

7 Warga Sipil Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Barat Laut Kota Gaza

Serangan udara penjajah Israel di barat laut Kota Gaza, Palestina, menyebabkan sebanyak 7 warga sipil Palestina meninggal dunia.

Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Penggembala Palestina di Masafer Yatta

Para penggembala Palestina diserang oleh penjajah Israel di daerah Masafer Yatta di selatan Hebron dan juga berupaya mencuri ternak.

Seorang Pemuda Palestina Ditembak Mati oleh Pasukan Penjajah Israel di Selatan Nablus

Pasukan penjajah Israel menembak mati seorang pemuda Palestina di dekat Kota Hawara di selatan Nablus, Tepi Barat.

Otoritas Penjajah Israel Menolak untuk Menyerahkan Kendali Penuh atas Masjid Ibrahimi di Hebron

Penjajah Israel menolak menyerahkan kendali penuh atas Masjid Ibrahimi yang terletak di Hebron, Tepi Barat.

Pasukan Penjajah Israel Menembak Seorang Pemuda di Barat Ramallah dan Meninggalkannya Berdarah di Tanah

Seorang pemuda Palestina ditembak penjajah Israel di Kota Ni’lin di barat Ramallah yang meninggalkannya berdarah di tanah.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;