Seorang Warga Palestina Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Aqraba Sebelah Selatan Nablus

Ket. Foto: Seorang Warga Sipil Palestina Terluka dalam Serangan di Aqraba
Ket. Foto: Seorang Warga Sipil Palestina Terluka dalam Serangan di Aqraba Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut sumber-sumber setempat, seorang warga Palestina menderita luka-luka dalam serangan penjajah Israel di Aqraba yang terletak di sebelah selatan Kota Nablus di wilayah Tepi Barat.

Sumber-sumber tersebut menyampaikan dalam serangan yang terjadi pada hari Rabu malam, tanggal 9 Juli 2025 waktu setempat, penjajah Israel melepaskan tembakan langsung ke seorang warga Palestina di kota tersebut.

“Tembakan itu melukai kakinya,” kata mereka.

Di sisi lain, pada waktu yang sama, polisi penjajah Israel menahan beberapa aktivis internasional di Desa al-Auja Spring yang terletak di utara Kota Yerikho di Tepi Barat.

Baca Juga:
10 Warga Palestina Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Sebelah Barat Khan Younis

Menurut Organisasi al-Baidar dalam Pembelaan Hak-Hak Badui, penjajah Israel yang dilindungi polisi bersenjata menerobos masuk ke komunitas itu.

Organisasi tersebut menyatakan mereka kemudian melepaskan ternak mereka di antara tempat tinggal dan lahan pertanian sehingga menyabotase sumber penghidupan komunitas itu.

Disebutkan warga Palestina setempat dan aktivis solidaritas internasional berusaha mengusir domba-domba tersebut dan menangkis serangan.

Polisi penjajah Israe lantas tiba di tempat kejadian dan kemudian menahan beberapa aktivis.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Mengambil Alih Sebidang Tanah Milik Warga Palestina di Kota al-Khader Selatan Bethlehem

Para pemukim penjajah Israel telah melepaskan ternak mereka di komunitas itu sebagai bagian dari apa yang kelompok itu gambarkan sebagai kebijakan sistematis untuk melumpuhkan komunitas dan memaksa penduduk, yakni anggota klan Arab al-Mlaihat, untuk pergi.

Menurut Institut Penelitian Terapan Yerusalem atau ARIJ, orang Arab al-Mlaihat berasal dari Naqab.

Penduduk daerah ini diusir paksa untuk tinggal di berbagai tempat di Tepi Barat karena sifat nomaden mereka.

Pada pertengahan tahun 1980-an, penduduk al—Mlaihat diusir dari daerah al-Irqa ke Maghair al-Dair yang hanya berjarak 7 kilometer dari sana dengan alasan daerah itu adalah zona militer tertutup penjajah Israel.

Baca Juga:
UNRWA Sebut Kehidupan Anak-Anak Gaza Diwarnai Perang dan Kehancuran

Kekerasan yang dilakukan oleh penjajah Israel terhadap warga Palestina dan harta benda mereka adalah hal yang rutin di Tepi Barat.

Kekerasan tersebut juga jarang dituntut oleh penguasa penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

10 Warga Palestina Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Sebelah Barat Khan Younis

Serangan penjajah Israel di sebelah barat Khan Younis menyebabkan sebanyak 10 warga Palestina meninggal dan puluhan lainnya terluka.

Pasukan Penjajah Israel Mengambil Alih Sebidang Tanah Milik Warga Palestina di Kota al-Khader Selatan Bethlehem

Sebidang tanah milik warga Palestina yang berada di Kota al-Khader di selatan Bethlehem diambil alih oleh pasukan penjajah Israel.

UNRWA Sebut Kehidupan Anak-Anak Gaza Diwarnai Perang dan Kehancuran

Menurut UNRWA, kehidupan anak-anak di Jalur Gaza diwarnai oleh perang dan kehancuran, serta mereka sekitar separuh populasi.

3 Warga Palestina Tewas dalam Pengeboman yang Dilakukan Penjajah Israel di Daerah al-Mawasi

Dalam pengeboman yang dilakukan penjajah Israel di daeral al-Mawasi di Jalur Gaza selatan menyebabkan 3 warga sipil Palestina tewas.

Rumah Warga Palestina di Kota Sebastia Barat Laut Nablus Diserang Penjajah Israel

Terletak di Kota Sebastia di sebelah barat laut Nablus, rumah milik warga Palestina dikabarkan diserang oleh penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;