Sejumlah Anak Palestina Mati Lemas Akibat Gas Air Mata selama Serangan Militer Penjajah Israel di Kota Taqou

Ket. Foto: Beberapa Anak Palestina Mati Lemas Akibat Gas Air Mata di Kota Taqou
Ket. Foto: Beberapa Anak Palestina Mati Lemas Akibat Gas Air Mata di Kota Taqou Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut seorang pejabat setempat, beberapa anak Palestina mengalami mati lemas akibat gas air mata yang dilepaskan selama serangan militer penjajah Israel di Kota Taqou yang terletak di tenggara Betlehem.

Tayseer Abu Mufreh, Walikota Taqou, menyampaikan kepada media pasukan penjajah Israel pada hari Minggu malam, tanggal 20 Juli 2025 waktu setempat, menyerang sekelompok anak-anak yang sedang bermain sepak bola di dekat gedung kotamadya.

Dia menyatakan mereka juga menembakkan granat kejut dan tabung gas air mata yang menyebabkan beberapa anak Palestina mati lemas karena mereka menghirup gas air mata.

Sebelumnya, pasukan penjajah Israel menyerbu Kota Taqou dan melakukan penggerebekan serta penyebaran ke sejumlah lingkungan pemukiman yang ada di kota tersebut.

Baca Juga:
4 Warga Palestina Tewas dan yang Lainnya Terluka Akibat Serangan Penjajah Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat Gaza Tengah

Ini memicu ketegangan dan ketakutan di kalangan warga.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab telah menyampaikan kecaman dan juga kutukan keras terhadap rencana penjajah Israel untuk mengalihkan administrasi dan kewenangan Masjid Ibrahimi dari Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina dan Pemerintah Kota Hebron kepada Dewan Agama Yahudi yang diketahui di pemukiman Kiryat Arba.

Ini adalah pelanggaran berat terhadap status quo hukum dan historis di Masjid Ibrahimi.

Kementerian Luar Negeri atau MoFA dalam sebuah pernyataan menekankan pentingnya untuk menghormati status quo di tempat-tempat yang suci.

Baca Juga:
PBB telah Meningkatkan Kewaspadaan atas Lonjakan Pengungsian Massal di Tepi Barat

Mereka juga menyerukan penghentian segera semua tindakan yang dilakukan sepihak dan provokatif yang berisiko mengganggu stabilitas wilayah Palestina yang diduduki dan merusak upaya internasional menuju de-eskalasi.

Dalam kesempatan itu, UEA juga mengimbau masyarakat internasional untuk menegakkan tanggung jawabnya dalam menjaga tempat-tempat yang suci dan melestarikan status keagamaan serta sejarahnya.

UEA menekankan pentingnya untuk mendukung semua inisiatif regional dan internasional yang memiliki tujuan memajukan proses perdamaian di Timur Tengah dan mengakhiri praktik ilegal yang merusak solusi 2 negara.

UEA juga mengecam dan mengutuk sekeras-kerasnya serangan yang dilakukan terhadap Gereja Keluarga Kudus yang terletak di Jalur Gaza oleh pasukan pendudukan penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

4 Warga Palestina Tewas dan yang Lainnya Terluka Akibat Serangan Penjajah Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat Gaza Tengah

Serangan penjajah Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah menewaskan 4 warga Palestina dan yang lainnya terluka.

PBB telah Meningkatkan Kewaspadaan atas Lonjakan Pengungsian Massal di Tepi Barat

Kewaspadaan ditingkatkan oleh PBB atas lonjakan pengungsian massal di Tepi Barat yang digambarkan paling parah sejak hampir 6 dekade lalu.

UNRWA Perkirakan Penjajah Israel telah Membunuh Anak-Anak Setara dengan 1 Kelas Penuh Setiap Hari

Sejak perang dimulai, menurut UNRWA, penjajah Israel telah membunuh anak-anak yang jumlahnya setara dengan 1 kelas penuh setiap hari.

Pasukan Penjajah Israel Terus Meratakan Tanah di Khirbet Ibziq sebagai Bagian dari Upaya Membangun Jalan Militer

Sebagai bagian dari upaya untuk membangun jalan militer, pasukan penjajah Israel terus meratakan tanah di Khirbet Ibziq.

Seorang Pemuda Palestina dari Desa Al-Lubban ash-Sharqiya Selatan Nablus Ditahan Pasukan Penjajah Israel

Pasukan penjajah Israel menahan seorang pemuda dari Desa Al-Lubban ash-Sharqiya di sebelah selatan Nablus yang terletak di Tepi Barat.

Berita Terkini

wave

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa


See All
; ;